Imam-Imam Diosesan live in di Paroki Samalantan

“Gembala Berbau Domba” demikian tema live in yang berlangsung dari tanggal 20-23 Maret 2018 dan diikuti 14 orang imam, 4 orang frater dan 1 diakon. Setelah semua peserta live in tiba di paroki Samalantan, iring-iringan kendaraan melaju menuju lokasi pembukaan kegiatan live ini, yaitu di stasi Barak Asam.

Tiba di Stasi Barak Asam, peserta live in disambut dengan tarian adat setempat. Bersama anggota Muspica yang lainnya, Sekretaris Kecamatan dan Danramil sudah menanti di gerbang sekolah untuk menyambut secara resmi peserta dengan upacara pengenaan kalungan bunga kepada Mgr. Agus (Uskup Agung Pontianak), RD. Alex Mingkar (Ketua Unio), dan RD. Indra Lubis (Pastor Paroki Samalantan).

Penyambutan ini menjadi pertanda bahwa kehadiran peserta live in di Barak Asam tidak hanya menjadi tamu umat Katolik di stasi Barak Asam tetapi juga tamu masyarakat Kecamatan Lembah Bawang. Setelah diterima oleh Sekretaris Kecamatan, peserta masih disuguhi berbagai macam makanan tradisional.

Live-In: Menemukan Benih-Benih Sabda di tengah Umat dan Masyarakat di Kecamatan Lembah Bawang

 Setelah upacara penyambutan dan penerimaan resmi, peserta diantar menuju tempat live in dan tinggal bersama umat yang tersebar di 11 stasi. Perjalanan menuju stasi-stasi live in ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kondisi jalan yang masih belum diaspal dan berlumpur, tergenang air, berlobang, dan bahkan harus menyeberangi sungai, tak menyurut niat para imam-imam diosesan melakukan kegiatan live in bersama umat di kampung-kampung.

Sinyal HP tidak terdeteksi, listrik dan lampu pun hanya menyala pada malam hari saja, itu pun menggunakan mesin ganzet yang setiap beberapa jam harus dicek bahan bakarnya.

Setiap peserta mendiami salah satu rumah umat yang telah dipersiapkan dan ditunjuk oleh panitia.

Maksud dari penempatan peserta tinggal di rumah-rumah umat tidak lain agar peserta dapat menggali secara mendalam bagaimana iman kristiani berkembang berdasarkan kehidupan keseharian umat yang berlatar belakang budaya  setempat, sekaligus supaya para imam dapat berinteraksi dengan masyarakat yang berada di sekitarnya.

Selain itu, melalui kegiatan ini umat juga diharapkan untuk semakin mengenal dan memahami situasi kehidupan para imam dengan segala kesulitan, kegembiraan dan tantangannya setiap hari.

Kegiatan para imam diosesan selama di stasi, antara lain mengadakan misa, memberikan katekese untuk orang dewasa, orang muda, remaja dan anak-anak. Diberi kesempatan juga untuk ibadat tobat dan pengakuan dosa.

Hari terakhir kegiatan diadakan misa penutupan yang dipusatkan di gereja Bakuan Pombay. Setelah misa selesai diadakan kegiatan ramah-tamah dengan umat yang hadir dari berbagai stasi.

Dalam kesempatan ini, para imam diosesan menunjukkan kebolehannya dalam bernyanyi, bahkan Mgr. Agus pun ikut menyanyikan beberapa lagu. Suasana sangat menghibur dan menyenangkan bagi umat yang selama ini mungkin jarang sekali bisa bersama Gembala mereka dikarenakan minimnya tenaga imam.

Berbagai macam pengalaman yang ditemukan peserta pada saat tinggal bersama umat semakin diperdalam dengan kegiatan kunjungan ke Batu Bide, lokasi yang direncanakan akan dibangun Gua Maria.

Satu pelajaran berharga yang diperoleh dari live in ini, ada begitu banyak hal menyangkut persoalan umat yang masih harus dimaknai oleh Gereja agar iman Kristiani semakin mengakar di Keuskupan Agung Pontianak.

Akhirnya, setelah seluruh acara selesai para peserta kembali melanjutkan perjalanan ke tempat tugasnya masing-masing.

Terima kasih untuk seluruh bantuan dan partisipasi siapapun juga lewat caranya masing-masing menyukseskan perhelatan ini. Banyak pesan yang terungkap dari kegiatan ini. Para peserta pada umumnya merasa sangat puas karena sungguh mengalami perjumpaan dengan keseharian umat di kampunng-kampung yang sangat memperkaya tugas dan panggilannya sebagai imam. Sementara umat dan masyarakat Lembah Bawang sendiri merasakan kegembiraan yang luar biasa karena penghayatan iman dan budayanya mendapatkan apresiasi yang sungguh luar biasa dari peserta live in.

Sampai jumpa pada kegiatan live in imam-imam diosesan tahun 2019 di Paroki Bengkayang.

Paul_Komsos KAP

 

Tinggalkan Balasan