Optimalkan Jangkauan Pelayanan Umat, Mgr. Agustinus Agus Pr Memberkati Pastoran di Stasi Mempawah- Paroki St. Kristoforus Sungai Pinyuh

Pelayanan dan pembinaan iman umat apabila dilakukan secara masal sangat menguras energi dan tentu akan menjadi kurang optimal. Pernyataan ini disampaikan oleh Mgr. Agustinus Agus Pr, ketika memberkati Pastoran baru di stasi Mempawah yg berlokasi di Jl. Raden Sujarwo, pada 3 Oktober 2018 yang lalu. Uskup Agung Metropolit ini mengatakan bahwa jumlah umat Katolik di Keuskupan Agung Pontianak semakin bertambah setiap tahunnya, sementara jumlah imam yang melayani di paroki tidak sebanding. Hal ini dikatakanya berdasarkan data statistik Keuskupan Agung Pontianak tahun 2017.

Mgr. Agus juga memberkati aula St. Petrus Mempawah yang berlokasi di Jl. Teratai 1, belakang gereja St. Petrus stasi Mempawah. 

Data tersebut mencatat ada 97 pastor yang melayani kurang lebih 415.239 umat di 29 Paroki. “Bisa dibayangkan begitu kontrasnya perbandingan antara jumlah imam dan jumlah umat yang harus dilayani. Katakanlah 1 pastor melayani 7-8 ribu umat, bagaimana mungkin pelayanan bisa optimal dan tertib,”ungkapnya. Untuk memperjelas paparannya, Uskup menyebut Paroki Pahauman sebagai contoh, dimana Paroki yang masuk Kabupaten Landak ini memiliki jumlah 178 stasi dan hanya dilayani 2 pastor.

Dukungan umat yang hadir dari Paroki Sungai Pinyuh, stasi St. Petrus Mempawah dan stasi Anjungan.

Dalam homilinya Mgr. Agus mengungkapkan alasan dibangunnya pastoran di stasi Mempawah-Paroki Sungai Pinyuh ini, sembari berharap bahwa kehadiran gedung pastoran yang baru ini akan menjadi pusat pengembangan dan pembinaan bagi umat serta sebagai komunitas atau  paguyuban yang bertujuan untuk memberdayakan umat dalam hidup menggereja.“Inilah salah satu alasan mengapa dibangun pastoran di stasi Mempawah ini, supaya pembinaan umat yang begitu banyak tersebar di berbagai stasi bisa terjangkau. Jika jarak tempuh paroki dengan umat dekat maka dimungkinkan pembinaan umat akan baik dan juga relasi antara imam dengan umat juga terbina,”ungkap Uskup Agus yang kemudian menunjuk RD. Anton Pr  menjadi penanggungjawab di pastoran stasi Mempawah.

Mgr. Agustinus Pr memyampaikan homili pada pemberkatan pastoran di stasi St. Petrus Mempawah, 3 Oktober 2018.

Dalam kesempatan ini juga Uskup menyampaikan kepada seluruh umat yang hadir agar mendukung program-program Keuskupan salah satunya adalah program pendataan/sensus umat berbasis online yang akan diumumkan pada 21 November 2018 mendatang. Mgr. Agus mengatakan pentingnya pengunaan program pelayanan pastoral berbasis data di zaman yang serba digital ini dalam upaya  untuk mengoptimalkan struktur organisasi di tingkat keuskupan dan paroki dalam meningkatkan mutu pelayanan. “Sensus umat berbasis online ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan pastoral di tiap-tiap paroki terutama yang menyangkut data umat yang lebih akurat dan mudah diakses kapanpun dan dimanapun,”ungkapnya.

Dekat dengan anak-anak, Mgr. Agus tidak mau melewatkan momen bersama anak-anak SEKAMI.

Hadir dalam upacara pemberkatan pastoran baru di stasi Mempawah yakni, RD. Gregorius Rahmadi, RD. Yosef Pr, RD. Anton Pr, RD. Matius Pr, RP. Andreas Kurniawan OP, Sr. Lusi CP dan segenap umat Paroki Sungai Pinyuh, stasi St. Petrus Mempawah dan stasi Anjungan. Peresmian gedung pastoran yang baru ini mendapat sambutan yang positif dari seluruh umat, hal ini terbukti dengan kehadiran dan partisipasi umat dalam mempersiapkan proses pembangunan hingga pada peresmian penggunaannya.

Pengalungan bunga kepada RD. Anton Pr yang menjadi penanggungjawab di pastoran stasi Mempawah.

Setelah memberkati pastoran, Mgr. Agus juga memberkati aula St. Petrus Mempawah yang berlokasi di Jl. Teratai 1, belakang gereja St. Petrus stasi Mempawah. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam bersama.

By. Sr. Maria Seba SFIC

Tinggalkan Balasan