Jl. Arif Rahman Hakim No.92 Pontianak email@kap.or.id +62 561 732382

Ivan Sangkereng : BINUS Berbagi Program BIDUK Berbasis Internet

IT Director dari Univeritas Bina Nusantara Jakarta (BINUS) ini mengatakan BINUS benar-benar berniat membantu dengan semangat berbagi kepada keuskupan-keuskupan yang membutuhkan untuk program pendataan umat yang berbasis internet.

Hal itu diungkapkan Ivan Sangkereng kepada Tim Komsos Keuskupan Agung Pontianak disela-sela kegiatan sosialisasi dan pelatihan Basis Integrasi Data Umat Keuskupan (BIDUK) di kampus Widya Dharma Pontianak, Sabtu (10/11/2018).

Ivan Sangkereng – IT Director dari BINUS Jakarta

Dikatakan Ivan, kalau di Jakarta, bukan hanya keuskupan, tetapi sekolah-sekolah pun dibantu. Keuskupan pertama yang dibantu adalah Keuskupan Agung Jakarta, dan saat ini sudah terpakai di 66 paroki.

Menurut Ivan, semangat berbagi ini disalurkan lagi untuk Keuskupan Agung Pontianak. Harapannya setelah ini juga berikan kepada keuskupan-keuskupan lain.

“Semua biaya, semua resources (menyangkut pengaturan sumber daya tenaga kerja) yang dipakai, benar dihitung secara professional. Jadi ini bukan semata-mata sumbangan sosial yang bisa ditinggalkan begitu saja, “tegas Ivan.

Dikatakan Ivan, Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Agung Pontianak mengikat kontrak kerjasama secara professional dengan Univeritas Bina Nusantara Jakarta.

Supaya apa, lanjutnya, apabila ada dari kami tidak ada lagi, kerjasama ini masih terus berlangsung, Ini artinya jangka panjangnya terjamin. Saat ini server dari program BIDUK ada di BINUS Jakarta. Dan keamanan data sangat terjamin karena sudah di backup.

Ivan mengatakan, peserta sangat antusias dan sudah banyak yang bisa menguasai. Tantangan utama dari program BIDUK ini adalah infrastruktur. Tetapi sisi baik ke depannya dari program ini yaitu tidak akan berhenti, karena programnya sudah ada di Jakarta, dan setiap pergantian DPP maka tidak perlu lagi memberikan instalasi ulang.

“Yang berbahaya itu kalau harus diinstal ulang di setiap komputer. Berarti setiap pergantian DPP, kita harus datang lagi, tapi ini sudah Web Base jadi tidak perlu lagi diinstal ulang,” tandas Ivan.

Hanya mungkin perlu digalakkan training dan sosialisasinya saja, lanjut Ivan.

Mengenai internet, Ivan mengatakan, berdasarkan survei, masih ada 2 paroki yang mengalami kesulitan mengakses.  Ke depan solusi yang masih diupayakan adalah bagaimana program ini bisa dijalankan secara offline. Jadi meskipun internet mati tetapi masih bisa dioperasikan dan nanti jika internet sudah hidup baru disinkronisasi lagi ke pusat.

Menurut Ivan, kegiatan ini adalah tahap awal untuk menuju launching program BIDUK yang rencana akan dilakukan bersamaan dengan Ulang Tahun Mgr. Agustinus Agus pada tanggal 22 November 2018 di Nyarumkop.

Kata Ivan, per saat pelatihan ini saja, sudah ada 2 paroki yang berhasil memasuki data 300 jiwa umat di parokinya. Dengan adanya contoh ini, diharapkan paroki-paroki lain terpicu motivasinya supaya bisa segera juga mengejar ketinggalan mengisi data dengan secepatnya.

“Karena sensus secara hardcopy (salinan dalam bentuk cetak) sudah didapatkan. Sekarang sensus secara softcopy (disimpan ke media penyimpanan) mau dimasukan,”pungkasnya.

Jadi harapan kami, lanjut Ivan,  setelah ini peserta pulang sudah dibekali dengan pengaturan input data dan seterusnya, bisa memberikan motivasi kepada pastor paroki, pastor paroki memberikan motivasi kepada umatnya untuk segera mengisi data.

Ivan meyakini bahwa ke depan teknologi informasi semakin maju. “Dan Saya kira Gereja Katolik pun harus berubah artinya semua aktivitas pendataan umat harus berdasarkan data yang valid.

“Potensi umat Katolik sangat besar dalam membangun  bangsa dan negara. Alangkah sayangnya kalau kita tidak maksimalkan potensi itu, misalnya potensi ekonomi dan potensi sosial yang kita miliki. Untuk memaksimalkan potensi itu, tentunya diperlukan data yang akurat tentang umat,” tandas Ivan.

PM – Photo : Arjun

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: