Jl. Arif Rahman Hakim No.92 Pontianak email@kap.or.id +62 561 732382

Uskup Agus : Ada atau Tidak Ada Uang, Pendidikan Imam di Seminari Harus Menjadi Prioritas untuk Diperhatikan

Pernyataan di atas diungkapkan Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dalam acara penyambutan dan pengukuhan keberadaan komunitas para suster Ordo Santo Augustinus (OSA) di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Siantan Hulu, Jalan 28 Oktober No. 5, Pontianak Utara, Selasa malam (12/2/2019).

Perayaan Ekaristi Penyambutan dan Pengukuhan Keberadaan Komunitas OSA di Seminari

Upacara penyambutan dan pengukuhan ini dirangkaikan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus bersama konselebrasi beberapa imam. Perayaan Ekaristi dimulai pukul 18,00 WIB di kapel Sang Pamanih milik seminari.

Usai Perayaan Ekaristi diadakan acara ramah-tamah. Dalam kesempatan itu, Uskup Agus menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam karena akhirnya penantian selama setahun lebih terjawab sudah ketika Kongregasi Suster OSA mau tinggal dan berkarya di seminari ini.

Mgr. Agus memberikan sambutannya

Kata Uskup Agus, seminari memang tidak punya uang, tetapi demi rasa keadilan, kerjasama antara pihak Keuskupan dengan Suster OSA ini akan dituangkan dalam bentuk kontrak, termasuk di dalamnya menyangkut tugas-tugas, tanggungjawab, hak serta kewajiban.

“Saya tidak ingin keberadaan para suster di sini dianggap sebagai orang upahan. Walau seminari miskin, keberadaan para suster di seminari ini harus jelas statusnya,” ujar Uskup Agus.

Suster Felisitas, OSA bersama para suster OSA 

Uskup Agus mengatakan, kehadiran para suster sedikit banyaknya tentu akan meringankan beban tugas para pastor di seminari ini.

“Para pastor tidak usah pusing-pusing lagi menghadapi keadaan para frater di sini. Sudah ada suster-suster yang juga akan membantu mengurusnya,” tandas Uskup Agus.

Di akhir sambutannya, Uskup Agus menyampaikan terima kasih atas kehadiran Suster Felisitas, OSA, anggota dewan Kongregasi OSA dari Kerahiman Allah yang mewakili pimpinan umum (Suster Lucia Wahyu, OSA).

Pastor Nantes, OP,  perkenalkan para frater

“Dulu sebelum jadi suster, Suster Felisitas ini pernah juga ikut gawai di kampung saya. Sekarang beliau sudah menjadi orang penting pula di OSA,” pungkas Uskup Agus sembari disambut tawa para hadirin yang hadir.

Sementara Suster Felisitas, OSA, mengawali sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf dari pimpinan umum OSA yang tidak bisa hadir karena masih berada di Papua Barat.

Suster Felisitas mengatakan, Suster OSA menyambut baik tawaran dari pihak Keuskupan Agung Pontianak yang meminta Suster OSA untuk tinggal di komplek seminari.

para pastor, suster dan undangan yang hadir

“Mudah-mudahan keberadaan para suster di sini memberi warna tersendiri untuk para frater, supaya bisa belajar sabar, lembut, peka dan lebih peduli,” ujar Suster Felisitas.

Suster Felisitas berharap akan terjalin kerjasama yang baik antara suster dengan pengurus, pembina dan staf di seminari ini. Khususnya juga dengan para frater.

“Jika ada hal-hal yang tidak berkenan atau salah dilihat, kami mohon para pastor di sini untuk mengingatkan para suster kami, mengkomunikasikannya sehingga kita bisa berkembang bersama untuk pendampingan para calon-calon imam,” pinta Suster Felisitas.

Diakhir sambutannya, Suster Felisitas sekali lagi menyampaikan terima kasih kepada Mgr. Agus karena telah mempercayakan Kongregasi Suster OSA untuk terlibat dalam karya pembinaan kehidupan para frater di seminari ini.

“Mohon dukungan dari Bapak Uskup, para pastor, suster, bruder dan frater yang ada di wilayah Keuskupan Agung Pontianak supaya para suster kami merasa betah tinggal dan berkarya di seminari ini,” pinta Suster Felisitas.

Ada tiga orang suster OSA yang akan berkarya di seminari ini. Dua orang akan tinggal menetap sebagai tenaga full time di rumah Komunitas di samping seminari, yaitu : Suster Hilaria, OSA asal dari Komunitas Santa Maria Sanggau Kapuas dan Suster Agatha, OSA dari Komunitas Santa Lidwina Tumbang Titi Ketapang. Tugas mereka secara khusus di bidang rumah tangga dan liturgi di seminari.

Satu orang suster lagi, yaitu : Suster Gabriella, OSA dari Komunitas Novisiat Thagaste Pontianak sebagai tenaga part time/paruh waktu, akan ditugaskan di seminari dan Novisiat.

Hadir dalam acara ini, yakni Pastor Edmund Nantes OP (Rektor Seminari  Antonino Ventimiglia), Pastor William Chang OFMCap (Vikjen Keuskupan Agung Pontianak), Pastor Laurensius Sutadi, Pr (Vikjen Keuskupan Ketapang), Pastor Andreas Kurniawan OP (Ekonom Keuskupan Agung Pontianak), Pastor Alex Pr, Pastor Yosef Pr, Pastor Ellent SVD, para pengurus GOTAUS KAP, para anggota Gerakan Orang Tua Asuh Untuk Seminari (GOTAUS), para suster, frater, staf seminari, dan umat.

Sebelum berkat penutup, diadakan perarakan Sakramen Maha Kudus dengan prosesi lilin menyala menuju komunitas baru yang akan ditempati para suster OSA. Sakramen Maha Kudus akan diletakan di ruang doa para suster yang kemudian akan diberkati oleh Mgr. Agustinus Agus Pr.

Sebelum makan bersama sebagai ucapan syukur, ada sesi perkenalan dari ketiga suster  OSA yang akan bertugas di seminari dan perkenalan dari para frater yang ada di seminari dipandu oleh Pastor Nantes, OP.

PM – Sumber informasi dan foto : P. Andre, OP – Latu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: