Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Bulan Kitab Suci Nasional 2019: Paroki Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak Gelar Seminar Ekologi

Krisis lingkungan hidup merupakan tantangan yang besar bagi kehidupan manusia pada masa sekarang, karena hampir seluruh rangkaian aktivitas manusia selalu bersinergi dan menyatu dengan lingkungan hidup di sekitarnya. Oleh karena itu, ketika lingkungan hidup bermasalah maka  aktivitas manusia juga akan terganggu.  

Menyikapi keprihatinan akan situasi lingkungan hidup dewasa ini, Gereja Katolik mengajak segenap umat untuk memberi perhatian khusus sepanjang Bulan Kitab Suci Nasional 2019 dengan tema “Mewartakan Kabar Baik di Tengah Krisis Lingkungan Hidup”.

Peserta Seminar Ekologi dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional di Paroki Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak.

Biasanya dibeberapa tempat perayaan bulan kitab suci disambut meriah. Selain diajak untuk membaca dan mencintai Kitab Suci, segenap umat juga mengisinya dengan ragam kegiatan, seperti seminar dan pendalaman Kitab Suci, perlombaan seputar Kitab Suci, serta bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kemeriahan dalam rangka menyambut perayaan BKSN ini juga terjadi di Paroki Keluarga Kudus Kota Baru. Salah satu kegiatan guna memeriahkan BKSN 2019 ini adalah mengadakan Seminar bertemakan Ekologi.

Seminar yang diprakarsai oleh Pastor Paroki Keluarga Kudus Kota Baru, Pastor Yulianus Astanto Adi CM bersama panitia BKSN 2019 ini berlangsung di Aula Paroki dengan menghadirkan dua narasumber yakni Bruder Bernardinus MTB dan Bruder Gerardus MTB.

Menurut Romo Astanto pembaharuan akan lingkungan hidup hanya bisa dimulai dengan kesadaran individu per individu.

 “Kita memilih menyelenggarakan seminar yang praktis dengan tidak menyajikan materi yang bersifat provokatif, sebab kita seolah-seolah seperti mencari kambing hitam. Maka, kita selenggarakan seminar dengan tujuan memberi warna hidup agar kita bisa mencari solusi,” jelas Pastor Yulianus Astanto Adi CM dalam sambutannya.

Seminar yang dilaksanakan pada hari Minggu, 29 September 2019 ini diikuti oleh 152 peserta. Mereka diajak untuk merenungkan kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian kemudian menerapkannya dalam gaya hidup sehari-hari.

Br Bernardinus MTB dan Br Gerardus MTB mengajak para peserta untuk memperhatikan lima aspek  yang menjadi pokok permasalahan dalam krisis lingkungan hidup yaitu, air, sampah, makanan, udara dan tanah, serta listrik dan kendaraan.

“Kita dapat melakukan langkah kecil dalam 5 hal tersebut, seperti menjaga mata air dan menghemat penggunaan air, membuat tempat resapan air, mengurangi penggunaan sampah anorganik, mengolah sampah organik menjadi pupuk, memilih makanan yang sehat dan bergizi (organik), jangan membuang makanan, menanam tanaman, memanfaatkan lahan tidur untuk apotek hidup, menggunakan listrik dan kendaraan seperlunya, serta bersepeda atau jalan kaki supaya sehat,” kata Bruder.  

Kemudian, bruder-bruder Kongregasi Maria Tak Bernoda (MTB) ini mempraktikkan cara membuat pupuk cair dari bahan organik. Seluruh peserta yang hadir terlihat antusias dalam memperhatikan bruder mengolah bahan-bahan organik seperti buah papaya, buah jambu, air kelapa, dan sebagainya. Rasa antusias tersebut mereka ungkapkan melalui pertanyaan dan mencatat bahan-bahan yang digunakan oleh bruder dalam membuat pupuk cair tersebut.

“Pupuk cair organik ini berfungsi untuk perkembangan bunga dan buah secara cepat dan baik. Selain itu, batang dan akar tanaman tumbuh dengan kuat,” jelas Br. Gerardus MTB.

Seminar tersebut menjadi semakin semarak dengan bagi-bagi doorprize untuk peserta yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panitia. Doorprize juga dibagikan berdasarkan peserta yang bertanya kepada narasumber dan nomor peserta yang diundi secara acak.

Anggota Panitia BKSN 2019 Paroki Kota Baru, Sunardi mengungkapkan bahwa seminar hari ini merupakan seminar Kitab Suci yang kedua dengan tujuan agar umat Katolik khususnya Paroki Kota Baru menerapkan pesan Kitab Suci dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam praktik mencintai lingkungan hidup karena lingkungan hidup saat ini berada dalam tahap krisis.

“Dalam seminar pertama membahas tentang Kitab Suci, sedangkan seminar kedua membahas tema sekaligus praktik membuat pupuk organik. Seminar pertama dihadiri oleh 145 peserta, sedangkan seminar kedua ini dihadiri oleh 152 peserta,” jelasnya.

Pricilia Grasela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak