Fri. Nov 15th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Hari Studi Sidang KWI 2019 Dalami Dokumen Abu Dhabi

Hari-hari studi para Uskup Indonesia dalam sidang KWI tahun 2019 dari tanggal 4-14 November 2019  yang dilaksanakan di Pusat Pastoral Keuskupan Bandung (Jawa Barat) ini akan mendalami dokumen Abu Dhabi yang secara khusus menggarisbawahi pentingnya relasi dengan kaum muslim.

Ignatius Kardinal Suharyo (Ketua KWI) seperti diberitakan oleh website KWI Mirifica News mengatakan dalam sambutannya, pesan Paus Fransiskus saat kunjungan Ad Limina pada pada 8-16 Juni mendasari tema sidang tahun ini, yakni terkait dokumen Abu Dhabi.

Suasana sidang KWI 2019 (foto mirifica news)

“Karenanya tema sidang KWI tahun 2019 menyesuaikan, yaitu : Persaudaraan Insani untuk Indonesiaa Damai,” kata Ignatius Kardinal Suharyo.

Terkait dengan tema ini, hari pertama pembukaan sidang menghadirkan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar sebagai pembicara.

“Konferensi ini ‘mengakar-rumputkan’ dokumen Abu Dhabi dan diharapkan dengan pembelajaran yang ada dapat memberikan inspirasi untuk melakukan sesuatu yang bermuara pada transformasi kehidupan,” kata Kardinal Suharyo, yang juga Uskup Agung Jakarta.

Berfoto bersama (dok. mgr. Agus)

Dokumen Abu Dhabi yang berjudul “Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama,” ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Ahmed Al Tayeb dalam konferensi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Februari lalu. Dokumen itu menekankan pentingnya membanguan kerja sama di antara Kristen dan Islam demi dunia yang damai.

Menyinggung tema sidang, Aloma Sarumaha, perwakilan Direktorat Jenderal (Dirjen) Bimas Katolik Kementerian Agama yang hadir mewakili pemeritah mengatakan, “persaudaraan insani untuk Indonesia damai harus menjadi tekad dan komitmen kita bersama dengan berbagai cara, yakni dengan memperkokoh nilai-nilai universal yang menjadi perekat.”

“Secara ideologis mempekokoh nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI menjadi harga mati bagi Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Mgr Piere Pioppo, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia menyatakan, sidang tahunan KWI ini dimulai dengan sukacita, karena ketuanya telah diangkat menjadi kardinal, menyinggung Kardinal Suharyo yang diangkat pada 5 Oktober lalu.

Ia pun menggarisbawahi sejumlah hal, termasuk kekuatan dan keberanian dalam komitmen bagi persatuan dan kekudusan yang akan mengatasi kejahatan dengan kebaikan, hal yang mesti dimulai dari Gereja Katolik sendiri.

Sidang itu dibuka dengan Misa yang dipimpin oleh Uskup Bandung yang juga Sekjen KWI, Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC.

Peserta Sidang KWI 2019 adalah uskup dan administrator apostolik dari 37 keuskupan, 3 uskup emeritus, para sekertaris komisi, lembaga, sekertariat dan departemen KWI serta beberapa tamu perwakilan dari Dirjen Bimas Katolik, Unio Indonesia, Peritus, pengamat hukum Gereja dan Konferensi Pemimpin Tinggi Tarekat Religius se-Indonesia (Koptari).

PM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak