Mon. Sep 21st, 2020

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Menjadi Sahabat bagi Sesama, KB-TK Marie Joseph Pontianak Berbagi Sukacita dengan Anak-anak Panti

HARI Sabtu, 11 Januari 2020, Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Marie Joseph Pontianak mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan Bhakti Luhur, Jalan Wonoyoso 9/1 Pontianak.

Kunjungan itu sekalian merayakan Perayaan Natal dan Tahun baru bersama antara keluarga KB dan TK Marie Joseph dengan Panti Asuhan Bhakti Luhur.

Panti Asuhan menjadi tempat tujuan perayaaan Natal tahun ini, karena satu-dua alasan luhur.

Yakni, Lembaga Pendidikan Marie Joseph bersama dengan orangtua ingin menanamkan semangat berbagi dengan penuh kasih dan sukacita kepada anak-anak yang memliki kemampuan beda dan juga yang membutuhkan uluran kasih dari sesama.

Menjadi sahabat untuk sesama

Perayaan Natal dan Tahun Baru bersama diawali dengan Ibadat bersama yang dipimpin oleh Pastor Yulianus Astanto Adi CM.

Homilinya yang disampaikan dengan metode dialog dan lagu untuk anak-anak, sungguh membuat anak-anak senang mendengar, menjawab, serta mengikuti gerak dan lagu yang disampaikan oleh Pastor Astanto.

Mengawali homilinya, Pastor Astanto CM bertanya apa tema Natal tahun ini. Pertanyaan itu dijawab  oleh anak, guru, dan juga orangtua yang tahu tema Natal umum tahun ini, yakni “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang.”

Kehadiran anak-anak pada hari itu merupakan kehadiran sebagai sahabat bagi anak-anak Panti Asuhan.

“Semua manusia menjadi sahabat kita walaupun beda suku, agama, ras maupun golongan,” kata Pastor Astanto.

Pada hari itu, kebetulan ada seorang guru pendamping yang non Katolik.

”Kita semua bersaudara dalam Iman akan Yesus Kristus dan bersaudara sebagai sesama ciptaan Allah,” tambahnya.

Jadilah pembawa damai

Berkaitan dengan Bacaan Injil yang dibacakan dalam ibadat tersebut, Pastor Astanto CM menjelaskan demikian.

Yohanes Pembabtis adalah sosok  sederhana, berpakaian dari kulit binatang, seperti Tarzan.

“Jika anak-anak makan nasi, roti, dan sayur, maka Yohanes hanya makan belalang. Jika anak-anak minum susu dan minuman lainnya, Yohanes minumnya madu hutan,” ungkap Pastor Astanto CM.

Yohanes berjalan di depan orang lain dan mengundang orang supaya bertobat. Tugas Yohanes adalah menghantar orang supaya percaya kepada Kristus dan memperoleh kebahagiaan dan damai. 

Pastor Astanto mengatakan, bahwa anak-anak juga dipanggil muntuk menjalankan tugas seperti Yohanes Pembabtis yakni mengajak orang lain untuk mengenal Yesus dan  menjadi duta damai.

“Jika bapak dan mama, guru, suster, atau pun teman-teman bertengkar, tugas anak-anak menyanyikan lagu Damai. Jika anak-anak melakukan hal yang tidak berkenan di hati orangtua, guru, suster, dan teman-teman, anak-anak juga harus meminta maaf dan menyanyikan lagu damai.

Supaya anak-anak mengenal dan bisa menyanyikan lagu damai, Pastor Astanto kemudian mengajak anak-anak untuk bersama-sama menyanyikan lagu Damai.

Memberi dengan sukacita

Setelah mengucapkan Syahadat Para Rasul, acara  dilanjutkan dengan berkat serta penyerahan kado untuk Tuhan oleh anak-anak KB dan TK Marie Joseph.

Mereka berbaris dan maju satu persatu menerima berkat Tuhan lewat tangan imam serta mempersembahkan kado di depan Gua Natal.

Perayaan Natal dan tahun baru untuk KB dan TK Marie Joseph tahun ini dirayakan secara berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun sebelumnya, anak-anak dengan sukacita menerima kado dari orangtua untuk mereka.

Sedangkan  tahun ini ,mereka dengan sukacita menerima kado dari orangtua kemudian menyerahkan bagi sahabat-sahabat cilik mereka yang ada di Panti Asuhan. Ini sebagai tali asih dan tali persaudaraan di antara anak Marie Joseph dan Panti Asuhan Bhakti Luhur

Acara diakhiri dengan makan bersama  sambil menikmati  berbagai acara hiburan baik dari Anak-anak KB dan TK  Marie Joseph maupun anak-anak dari Panti Asuhan Bhakti Luhur.

Anak-anak menampilkan atraksi bermain peran, nyanyian, tarian, serta musik pianika.

Orangtua yang tergabung dalam panitia kecil memberi pelayanan dengan mendistribusikan snack dan juga makanan untuk semua yang ikut dalam perayaan tersebut.

Senyum bahagia, canda dan tawa, saling berjabat tangan dan juga foto bersama menambah keceriaan anak-anak, maupun orangtua yang hadir dalam acara tersebut.

Sr. Olympia KFS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak