Mon. Sep 21st, 2020

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Kongregasi Suster SMFA: 30 Gadis Milenial Jadi “Suster Rakyat”

Bulan Februari merupakan bulan pesta Kongregasi SMFA. Tanggal 6 Februari merupakan momentum bersejarah bagi Kongregasi SMFA.  Juga sudah ditetapkan sebagai Hari Penerimaan anggota baru SMFA.  Maka, tanggal tersebut senantiasa diberi makna mendalam dengan bersyukur bersama. 

Namun pada tahun 2020 ini, acara penerimaan Novis, profesi perdana dan pembaharuan kaul suster yunior dimajukan ke tanggal 5 Februari. Mengingat tanggal 6 Februari, Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus merayakan 20 tahun  tahbisan episkopalnya.

Jadi Perayaan Ekaristi dalam rangka penerimaan anggota muda dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2020.  Perayaan Ekaristi dipersembahkan  oleh Mgr. Agustinus Agus, pukul 10.00 WIB di Kapel Novisiat SMFA Jl. Danau Sentarum 75 di Kompleks Biara SMFA Boerdonk Pontianak

Mgr. Agus menyerahkan bukunKonstitusi kepada10 Postulan yang telah resmi menjadi Novis Kongregasi Suster SMFA.

Mengawali  rangkaian pesta, para saudari muda dipersiapkan dalam triduum yang dilaksanakan pada tanggal 1–3 Februari oleh Pastor Elenterius Bon,SVD dan sekaligus menerima Sakramen Tobat.

Awal prosesi saat 10 Postulan resmi  menjadi Novis “ Suster Rakyat” Kongregasi Suster Misi Fransiskan Santo Antonius. Semula, Postulan SMFA ada sebanyak 12 orang. Satu mengundurkan diri dan satu mengalami sakit sehingga masa postulan diperpanjang.

Berikut ini rangkaian prosesinya.

Pertama-tama, Uskup mendoakan dan memberkati busana biara dengan air suci. Kemudian Sr. Kristina Unau SMFA selaku Pemimpin Umum SMFA menyerahkan busana biara kepada 10 Postulan yang secara resmi telah diterima sebagai Novis.

Selanjutnya, para Novis  yang telah mengenakan busana biara  itu, mengucapkan janji, mendapat nama baru dan kemudian menerima Konstitusi SMFA sebagai pedoman hidup yang dipelajari secara saksama. 

Nama biara

Ke-10 Postulan yang telah menjadi Novis  kemudian menerima nama baru sebagai nama biara mereka:

  • Eri Veronika diberi nama Sr. Erika SMFA.
  • Yuliana diberi nama Sr. Hilaria SMFA.
  • Yohana Kartiana diberi nama Sr. Thadea SMFA.
  • Prisila Donung diberi nama Sr.Calista SMFA.
  • Yulta diberi nama Sr. Atanasia SMFA.
  • Edeltrudis Flora diberi nama Sr. Edeltrudis SMFA.
  • Sylviana Juliyanti diberi nama Sr. Sylviana SMFA.
  • Akwilina Christi diberi nama Sr. Mathea SMFA.
  • Yohana Friska diberi nama Sr. Yoanita SMFA.
  • Emeliana Rina diberi nama Sr. Vincentia SMFA

Dari mana berasal

  1. Sr. Erika SMFA (Eri Veronika) berasal dari Mangat, Paroki Dedai, Keuskupan Sintang.
  2. Sr. Hilaria SMFA (Yuliana) asal Padang Sebantik, Paroki  Serimbu, Keuskupan Agung Pontianak.
  3. Sr. Thadea SMFA (Yohana Kartiana) asal Semanget,  Paroki  Entikong, Keuskupan Sanggau.
  4. Sr.Calista SMFA (Prisila Donung) asal Palapasang, Paroki  Entikong, Keuskupan Sanggau.
  5. Sr. Atanasia SMFA (Yulta) asal Sungai Buaya, Paroki Balai Sepuak, Keuskupan Sanggau.
  6. Sr. Edeltrudis SMFA (Edeltrudis Flora) asal Flores, Paroki Sungai Durian, Keuskupan Sintang.
  7. Sr. Sylviana SMFA (Sylviana Juliyanti) asal Kayan Hilir, Paroki Nanga Mau, Keuskupan Sintang.
  8. Sr. Mathea SMFA (Akwilina Christi) asal Sungai Buaya, Paroki Tuguk, Keuskupan Sintang.
  9. Sr. Yoanita SMFA (Yohana Friska) asal Semuntik, Paroki Serimbu Keuskupan Agung Pontianak.
  10. Sr. Vincentia SMFA (Emeliana Rina) asal  Nilas, Paroki Pahuman, Keuskupan Agung Pontianak.

Sebelum dilakukan prosesi pengucapan kaul dalam rangka mengucapkan komitmen sebagai religius, Bapak Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak  memberkati salib dan cincin.

Tujuh novis, angkatan kedua dari tiga angka “keramat” 7-7-7 mengucapkan kaulnya sambil memegang lilin bernyala.

Mereka berlutut di depan Sr. Kristina Unau SMFA, Pemimpin Umum SMFA.

Setelah itu, Bapak Uskup menyerahkan salib dan cincin kepada masing–masing suster Yunior.

Terakhir, masing–masing maju menandatangni teks kaul di meja altar disaksikan Uskup, para imam dan Suster Pemimpin Umum.

Para imam yang hadir adalah:

  • Pastor John Rustam, Pastor Paroki MRPD.
  • Pastor Alex, Pastor Paroki Katedral dan Pastor rekannya Pastor Yosep.
  • Pastor Hermes,dari Paroki Menjalin.

Yang selalu setia hadir dan mendukung rohani mereka sebagai dosen:

  • Pastor Ajie OFMCap.
  • Pastor Elenterius Bon SVD.
  • Pastor F. Kebri CM.

Nuansa Perayaan Ekaristi ordinarium bahasa Latin dengan organisnya yakni  Pastor F. Kebri CM.  

Kaul para Novis  

Berikut nama–nama novis SMFA yang mengikrarkan profesi pertamanya:

  1. Sr. Claudia Purna SMFA asal  Sungai Mali, Paroki Keuskupan Sintang
  2. Sr. Yosefa Prayaika SMFA asal Gunung Peningkah, Paroki Tuguk Keuskupan Sintang.
  3. Sr. Daria Vera Yunita, asal Bareh, Paroki Serimbu, Keuskupan Agung Pontianak
  4. Sr. Prisila Marsela, asal Nauh Noyan, Paroki Noyan, Keuskupan Sanggau
  5. Sr. FilipaYosita, asal Perimpah, Paroki Entikong, Keuskupan Sanggau
  6. Sr. Yosefina Lumai Suriani, asal Merimpit, Paroki Kelam, Keuskupan Sintang
  7. Sr. Perpetua Novia Susanti, asal Tauk, Paroki Serimbu, Keuskupan Agung Pontianak

Pembaruan kaul

Akhirnya, para suster yunior yang memperbaharui kaul sebagai berikut:

  1. Sr. Felisia Dina SMFA.
  2. Sr. Kamelia SMFA.
  3. Sr. Veronika Theresia SMFA akan memperbaharui kaulnya di Yogyakarta karena studi.
  4. Sr. Odilia Lena Triana SMFA.
  5. Sr. Yunita Herlena SMFA.
  6. Sr. Antonia Maria Lina SMFA.
  7. Sr. Egidia Kristina Sesilia SMFA.
  8. Sr. Anggelia Frisila Alyani SMFA.
  9. Sr. Fransiska Maria Sisilia SMFA.
  10. Sr. Benedikta Aurelia Lorentina SMFA.
  11. Sr. Gerarda Emiliana Kurniati SMFA.
  12. Sr. Carola Maria Sinya SMFA.
  13. Sr. Getruda Veronika Minoi SMFA.

Sr. Kresentia Yati SMFA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak