Jl. Arif Rahman Hakim No.92 Pontianak email@kap.or.id +62 561 732382

Batu Pertama untuk Susteran SMFA dan Asrama Puteri di Serimbu

LOKASINYA ada di wilayah administratif gerejani Paroki St. Yohannes Maria Vianney di Serimbu, Kabupaten Landak, Keuskupan Agung Pontianak (KAP). 

 Uskup Agung KAP Mgr Agustinus Agus bersama  Bupati Kabupaten Landak dr. Karolin Margret Natasa dan Pemimpim Umum SMFA Sr. Kristina SMFA rela “terjun” masuk kobangan tanah.

Mereka ke situ untuk melakukan peletakan batu pertama sebagai awal projek pembangunan Susteran SMFA, Asrama Puteri dan Aula di sebuah lokasi di  Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Senin (4/3/2019).

Upacara adat penyambutan Uskup Agung KAP Mgr Agustinus Agus bersama Bupati Kabupaten Landak dr. Karolin Margret Natasa dan seluruh tamu undangan.

Karya pendidikan formal berupa sekolah berasrama ini nantinya akan dikelola olehKongregasi Suster–suster Misi Fransiskan Santo Antonius (SMFA).

Baru dirintis sejak 2018

Awal yang baik ini sudah dirintis sejak  tanggal 4 Agustus 2018, ketika sejumlah suster biarawati yang sering disebut “Suster Rakyat” ini  secara resmi berkarya di Paroki Serimbu.

“Kerinduan umat, titik langkah awal dengan peletak batu pertama kehadiran ‘Suster Rakyat’. Inilah awal projek [embangunan asrama puteri dengan daya tampung 40 orang, serta satu bangunan aula lengkap dengan ruang makan, dapur dan ruang belajarnya,” ujar Uskup Agung Agustinus Agus, Senin siang.

Ritual adat ‘tabur beras kuning’ yang dilakukan oleh seorang Pomang sebagai penghormatan kepada tamu yang datang.

“Sengaja kita lengkapi seperti ini dengan harapan pembinaan di asrama harus sesuai dengan zaman now. Tidak boleh sama dengan 50 tahun yang lalu karena karakter anak–anak  sekarang juga sudah berbeda,” ujar Uskup.

Pendidikan di pedalaman   

Sejak Gereja katolik masuk ke Kalimantan Barat, sambung Uskup Agung, kepedulian terhadap umat pedalaman adalah sesuatu yang harus dilakukan dan kemudian sampai saat ini juga masih tetap ada.

Mgr. Agustinus Agus memimpin upacara peletakan batu pertama Susteran SMFA dan Asrama Puteri di Serimbu.

Harapannya dengan keberadaan asrama ini para orang tua harus menyadari bahwa pendidikan sangat penting.

“Hadirnya para suster SMFA dan membina asrama bagi saya adalah peran yang besar untuk mendidik karakter kepribadian orang tersendiri. Ilmu mungkin bisa kita dapatkan disekolah kita,  tapi kepribadian, karakter, keimanan harus ditambah dengan pendidikan yang prima,” ujar Uskup Agung.

Pendidikan di Landak

Bupati Kabupaten Landak dr. Karolin berharap dengan adanya asrama susteran tersebut, kualitas pendidikan di Kabupaten Landak bisa terus meningkat.

Sejak dilantik menjadi bupati di Kabupaten Landak pada 2017 lalu, bidang pendidikan merupakan salah satu yang menjadi prioritas utama Karolin dalam upayanya terus membangun Kabupaten Landak.

“Sehingga nanti pada akhirnya, mungkin tidak di zaman saya, tidak di zaman bapak dan ibu, tapi di zaman anak dan cucu kita, kita bisa merasakan hasilnya: pendidikan makin berkualitas di sini,” ujar Karolin.

“Ukurannya tidak akan seketika setahun dua tahun tetapi ini adalah tanggung jawab kita bersama agar anak–anak  kita mendapatkan peluang, kesempatan untuk bisa meningkatkan penghidupan dan nasib mereka,” pungkasnya.

Persoalan pendidikan, sebut Karolin, adalah awal dari segala–galanya, termasuk masalah kemiskinan. Ketika mutu pendidikan kurang  dan tidak dalam kondisi ideal,  maka kondisi itu bisa  menyebabkan masyarakat jatuh dalam kondisi kemiskinan absolut.

Artinya,  kemiskinan yang sudah eksis  tidak bisa tertolong lagi;  dalam artian  kesempatan untuk menaikkan status sosial ekonomi  menjadi hilang.

“Makanya saya paling sedih,  kalau ada orang putus sekolah. Entah karena hamil, sehingga remaja perempuan dan  lelakinya harus berhenti  sekolah. Kalau terjadi seperti ini,  maka satu generasi itu akan miskin lagi, tidak ada lagi kesempatan seseorang itu akan naik dari sisi penghidupannya,” kata Karolin.

“Hidup di asrama membuat kita lebih mandiri, disiplin, pendidikan terjamin. Oleh karena itu, ibu-bapak jangan ragu memasukkan anaknya di asrama dan sekolah susteran,” tutur Karolin.

“Keunggulan anak–anak didik,  dari tanah kosong akan lahir pemimpin masa depan,” demikian harap Bupati  Kabupaten Landak.

Dalam kata sambutanya, Pastor Paroki  Serimbu Romo Saud mengatakan sejak 2007, umat telah merindukan kehadiran para suster bisa berkarya di wilayah parokinya.

“Terimakasih ke Bapak Uskup Agung yang telah menjawab kerinduan umat yang telah berhasil membujuk para suster SMFA bersedia berkarya dan melayani Paroki Serimbu. Kami di sini punya 36 stasi dan 5 wilayah,” ungkapnya.

By. Sr. Kresensia Yati, SMFA