Thu. Sep 19th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Kongregasi Bruder MTB: Pengikraran Kaul Perdana, Pembaharuan Kaul dan Hidup Membiara 70, 60, dan 25 Tahun

Bertepatan dengan hari raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga pada hari Kamis 15 Agustus 2019, Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda (MTB) mengukir peristiwa sukacita yang patut disyukuri yakni Perayaan Syukur Hidup Membiara, Pengikraran Kaul Pertama dan Pembaharuan Kaul di Gereja Katedral St. Yosef Pontianak.

Lantunan lagu pembukaan “Aku Abdi Tuhan” yang dinyanyikan oleh kelompok paduan suara guru-guru SMP Bruder mengiringi prosesi perarakan yang didahului oleh para misdinar, lektor, para pestawan dengan didampingi orang tua dan keluarga serta para imam menuju altar.

Misa  syukur ini dipimpin oleh Pastor Pius Barces CP beserta 9 imam lainnya. Hadir pula dalam perayaan misa tersebut para biarawan/biarawati dari berbagai kongregasi yang berkarya di Pontianak serta tamu undangan yang sebagian besar merupakan pelajar dan alumi Persekolahan asuhan Bruder MTB.

Prosesi pengikraran kaul perdana

Pastor Barces CP dalam homilinya menyampaikan bahwa Allah telah memanggil kaum religius dalam tugas panggilan dan perutusan yang merupakan suatu rahmat yang istimewa. Maka, kaum religius perlu untuk berbicara dengan Allah atau berbicara tentang Allah, baik dalam hidup doa, hidup bersama  di biara maupun dalam tugas-tugas perutusan.

“Semakin modern kehidupan kita, semakin keseimbangan itu kurang. Maka mari sambil merayakan perayaan besar ini, kita diingatkan kembali pada kehidupan para religius yang terdiri dari keseimbangan dalam berbicara dengan Allah atau berbicara tentang Allah, supaya dalam tugas kerasulan ini, kita tidak membutakan diri, kita berbicara tentang Allah sebagai seorang yang telah diisi oleh Allah sendiri,”ungkapnya.

Imam angota Kongregasi Pasionis ini juga mengajak kaum religius untuk menghayati hidup bakti di zaman sekarang dengan membawa prinsip the man of God and the man for other. Meskipun kadang tidak mudah untuk mensinkronkannya, tetapi hidup bakti merupakan suatu kehidupan dalam perjumpaan dengan Allah dan juga umat-Nya.

Hidup membiara 70, 60, dan 25 tahun

            Perayaan syukur hidup membiara ini menjadi peristiwa yang sungguh menggembirakan sekaligus menjadi teladan bagi Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda. Hal itu disampaikankan oleh Pimpinan Umum Kongregasi Bruder MTB, Br. Rafael Donatus.

Bruder Rafael hadir memberikan semangat kepada para saudara lainnya melalui kisah para bruder yang kini merayakan pesta hidup membiara mereka.

Bagaimana perjuangan para bruder mengarungi panggilan hidup dalam tugas perutusan selama puluhan tahun lamanya.

            Berikut nama-nama bruder yang merayakan pesta hidup membiara:

  1. Br. Claudius MTB, 70 tahun hidup membiara.
  2. Br. Amideus MTB, 60 tahun hidup membiara.
  3. Br. Yanuarius MTB, 25 tahun hidup membiara.
  4. Br. Stefanus MTB, 25 tahun hidup membiara.

Dalam sambutannya, Br. Rafael MTB mengatakan bahwa Br. Claudius adalah bruder tertua kedua di Kongregasi MTB yang berusia 93 tahun.

“Dalam kesederhanaannya, Br. Claudius sangat teliti dalam pekerjaan, dalam segala hal dan tidak banyak bicara.  Terima kasih telah memberikan contoh nilai keserhanaan, ketaatan dan kesetiaan,”pungkasnya.

Br. Rafael MTB juga memberikan kesaksian bahwa Br. Amideus MTB yang merayakan 60 tahun hidup membiara pada tahun ini sudah 10 tahun menghabiskan hari-harinya dengan duduk di kursi roda karena sakit. Meskipun demikian beliau tetap setia dan bersukacita dalam panggilannya sebagai bruder.

Para Bruder MTB yang hadir maju ke depan altar untuk Bersama-sama menyanyikan hymne MTB.

“Pengalaman sakit bagi Br. Amideus membuatnya semakin sabar dan menyadari rahmat Tuhan dalam hidupnya,” ungkap Bruder Rafael.

Mewakili empat pestawan, Br. Stefanus MTB menyampaikan ucapan penuh syukur dan terima kasih atas berkat dan rahmat Tuhan serta dukungan semua pihak yang membantu terlaksananya perayaan tersebut.

“Semoga perjalanan kami bukan hanya berhenti pada saat ini, tetapi mampu untuk setia sampai akhir hidup. Oleh karena itu, kami mohon dukungan dan doa dari pastor, bruder, suster, frater, bapak/ibu, keluarga, kenalan dan sahabat, serta seluruh umat yang hadir,” ungkapnya.

Kaul pertama dan pembaharuan kaul

            Selain merayakan pesta hidup membiara 70, 60, dan 25 tahun, Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda juga merayakan pengikraran kaul pertama 4 bruder dan pembaharuan kaul bagi 2 bruder.

            Berikut nama 4 bruder yang mengikrarkan kaul pertama:

  1. Br. Samuel MTB.
  2. Br. Vinsensius MTB.
  3. Br. Andreas MTB.
  4. Br. Angelo MTB.

Sedangkan 2 bruder yang memperbaharui kaul kebiaraan yakni:

  1. Br. Maksimus, MTB.
  2. Br. Alfonsus, MTB.

“Dipanggil bukan untuk sukses tetapi untuk setia, khususnya untuk bruder yang mengucapkan kaul perdana, kalian sudah menjadi bagian dalam persaudaaran Bruder MTB. Terima kasih karena kalian telah memilih Kongregasi MTB untuk mengabdi kepada Tuhan dan berkarya bagi kemuliaan-Nya. Maka, mari kita berjuang untuk menghidupi semangat dan cita-cita Kongregasi kita dalam tugas dan karya dan juga demi kemuliaan Tuhan. Kita berjuang dan saling mendoakan,” jelas Br. Rafael Donatus MTB dalam sambutannya.

Sebelum berkat penutup, seluruh Bruder MTB yang hadir maju ke depan altar untuk Bersama-sama menyanyikan hymne MTB.  Setelah berkat penutup, seluruh umat diundang menuju ke Aula Bina Remaja-Komplek Persekolahan Bruder Pontianak untuk menghadiri acara ramah tamah seraya menyaksikan hiburan yang dibawakan oleh para pelajar dan guru-guru dari Persekolahan Bruder.

By. Pricillia Grasela, Volunteer Komsos KAP

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak