Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Ordo Klaris Kapusines Singkawang: 40 Tahun Hidup Membiara Sr Maria Skolastika OSCCap

Rahmat sukacita panggilan kali ini datang dari Ordo Klaris Kapusines Singkawang. Salah satu anggota biara  rubiah Kontemplatif yang terletak di jantung kota “Seribu Klenteng” ini merayakan 40 tahun kaul membiara. Namanya adalah Sr Maria Skolastika OSCCap. Suster berdarah Batak ini melangsungkan perayaan syukur pancawindu 40 tahun kaul membiara di Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang Keuskupan Agung Pontianak pada Kamis, 12 September 2019.  

Misa syukur 40 tahun hidup membiara Sr. Skolastika dengan nuansa adat Batak. (Dok. Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang)

Misa syukur yang bernuansa inkulturasi adat Sumatera ini dipimpin oleh Minister Provinsial Kapusin Pontianak, Pastor Hermanus Mayong OFMCap didampingi oleh Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang, Pastor Stephanus Gathot Purtomo OFMCap, Minister Novisiat Kapusin Gunung Poteng, Pastor Gabriel Marsel OFMCap, dan Pastor pembimbing rohani Seminari Menengah Santo Paulus Nyarumkop, Pastor Thomas Salimun Sarjumunarsa SJ, beserta enam imam konselebran lainnya.

Sr. Maria Skolastika mengucapkan janji kaulnya di hadapan Abdis Ordo Klaris Kapusines Singkawang, Sr. Maria Stella Maris OSCCap.

Ketika menyampaikan homili yang dibawa dalam suasana dialog, Minister Provinsial bertanya kepada Sr. Skolastika, apa yang menjadi sumber kebahagiaannya dalam menjalani panggilan sebagai rubiah. Dengan rona wajah sumringah, suster yang kini duduk di kursi roda ini menjawab dengan mantap bahwa sumber kebahagiaannya adalah Tuhan yang telah sudi memanggilnya menjadi suster dalam Ordo Klaris Kapusines.

Meskipun menyandang nama suster kontemplatif, yang akrab dengan suasana doa, keheningan dan matiraga, namun sukacita dan kegembiraan tak lekang dari raut wajahnya yang tak muda lagi.

“Saya tidak banyak mengenal orang karena memang saya tinggal di biara kontemplatif, namun saya sangat terharu karena begitu banyak orang datang menghadiri pesta ini, padahal saya tidak mengenal mereka dan mungkin mereka juga tidak mengenal saya,”ungkapnya.

Ketika ditanya pula apa tantangan yang dihadapi sebagai seorang rubiah yang tinggal di tembok biara, suster yang akrab di sapa “Opung” ini mengungkapkan bahwa terkadang muncul godaan juga untuk merasul di luar. Namun ia sadar bahwa panggilan menjadi rubiah adalah panggilan khusus. Walaupun tidak bisa merasul  di luar biara, namun ia merasul di dalam doa. Dan melalui doa-doa ia boleh mengenal dan merangkul banyak orang.

Sr. Maria Skolastika OSCCap. (Dok. Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang)

Hadir memberikan kesaksian, keponakan Sr. Skolastika, Bapak Anis Sitohang mengatakan bahwa banyak berkat berlimpah yang telah keluarga terima dari Tuhan dengan terpanggilnya Sr. Skolastika menjadi Suster Klaris.

“Saya tidak pernah ketemu dengan Sr. Skolastika, namboru kami ini, namun melalui doanya kami memperoleh berkat berlimpah serta kekayaan rohani. Semoga Sr. Skolastika menjadi berkat juga bagi banyak orang, melalui doa-doa suster,”pungkasnya. 

Peneguhan serta dukungan disampaikan pula oleh Minister Provinsial Kapusin Pontianak, Pastor Hermanus Mayong OFMCap. Imam Ordo Fransiskan yang akrab disapa Pastor Mayong ini mengungkapkan bahwa tidak gampang menjadi seorang pendoa seperti para suster Klaris ini. Oleh karena itu panggilan para rubiah ini merupakan rahmat khusus. Mereka adalah permata Gereja yang ‘tersembunyi’ namun mampu menyemburkan bias cahayanya bagi banyak jiwa melalui lantunan doa-doa yang didaras tiada henti.

“Gereja sungguh ditopang oleh para pendoa. Dan kerasulan para suster Klaris yang sungguh istimewa ini menjadi harta Gereja yang patut kita syukuri. Setiap saat mereka mendoakan gereja umat Allah. Oleh karena itu ketika masuk ke kapel, mereka selalu menulis wujud-wujud doa, menulis nama orang-orang yang hendak didoakan. Mari dukung mereka juga melalui doa dengan menambah jumlah para pendoa,”ajak Pastor Mayong.

Sr. Maria Seba SFIC

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak