Mon. Nov 11th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Sambut Hari Panggilan Sedunia ke-56: Mgr. Agustinus Agus Buka Kegiatan Expo Panggilan 29 Tarekat Religius KAP

PONTIANAK-—Sebanyak 29 tarekat religius yang berkarya di Keuskupan Agung Pontianak mengelar aksi ‘keluar dari biara’ sejenak agar bisa menyerap “udara segar” di luar sana demi recharging diseminasi informasi hidup bakti menjadi religius.

Ajang ngumpul kaum berjubah lintas tarekat/kongregasi ini dimaksudkan untuk menggalang sinergi bersama dengan tujuan memperkenalkan kepada umat khususnya kaum muda tentang berbagai ordo, tarekat, kongregasi yang berkarya di Keuskupan Agung Pontianak, sehingga umat semakin memahami kekayaan panggilan yang ada di dalam Gereja Katolik.

Mereka ini datang dari Seminari Tinggi Antonino Ventimiglia, CM, Putri Kasih, Alma, SMFA, CSE, Putri Karmel, OFMCap, OSCap, MTB, MSC, CP Putra dan CP Putri, SFD, KFS, OSA, OSM, MSA, OP Suster/ OP Pastor, SDC, PRR, CDD, OSJ, OAR, PISA, SVD, SMG dan  SFIC.

Gawe akbar kaum berjubah ini digelar dalam rangka menyambut Hari Panggilan Sedunia ke-56, yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan, mulai dari tanggal 10-12 Mei 2019 di Paroki St. Yosef Katedral Keuskupan Agung Pontianak.

Seremonial pembukaan Expo Panggilan yang dimulai pada pukul 15.00 Wib ini diawali dengan perarakan dari komplek Persekolahan Bruder  menuju Gereja Katedral.

Sore itu cuaca terasa panas, namun tidak menyurutkan semangat para peserta yang terdiri dari segenap tarekat religius, pelajar, utusan mahasiswa dan religius cilik ini untuk setia bertahan pada barisan masing-masing. Mereka begitu antusias mengikuti prosesi perarakan sambil membawa baliho yang bertuliskan nama masing-masing tarekat dan sekolah.

Prosesi perarakan ini diiringi oleh tim Drum Band SMA St. Paulus Pontianak. Drum Band besutan Pak Bong ini menambah semaraknya perarakan berkat dentuman irama yang khas dari alat musik perkusi ini.

Seluruh peserta perarakan diundang untuk mengikuti ibadat pembukaan yang dipimpin oleh Pastor Paroki St. Yosef Katedral Pontianak, Pastor Alexius Alex, Pr didampingi oleh Vikjen KAP, Pastor William Chang OFMCap.

Dalam kesempatan ini Pastor William didaulat untuk menyampaikan profil Keuskupan Agung Pontianak. Adapun data profile KAP pertahun 2018 yang disampaikan oleh imam ordo Kapusin Pontianak ini adalah sebagai berikut:

  • Visi dan misi Keuskupan Agung Pontianak
  • Program pokok Keuskupan
  • Jumlah Paroki yang tersebar di Wilayah KAP, yakni 29 Paroki
  • Jumlah imam, bruder dan suster
  • Jumlah calon imam yang masih studi di Seminari menengah dan Seminari Tinggi
  • Fasilitas pelayanan pastoral
  • Pelayanan pendidikan dan kesehatan
  • Jumlah tempat wisata rohani

Pastor William kemudian menyampaikan lebih lanjut mengenai data statistik Keuskupan Agung Pontianak saat ini, yang mana jumlah umat KAP berkisar 428.452 jiwa dan tercatat ada 106 imam, 410 suster, dan 52 bruder dan ada 415.239 umat.

“Bisa dibayangkan begitu kontrasnya perbandingan antara jumlah pastor dan jumlah umat yang harus dilayani. Kalau setiap imam melayani umat purnawaktu, maka setiap imam melayani 4.402 umat Katolik,”ungkapnya.

Namun dalam kenyataannya tidak setiap imam melayani di Paroki. Masih banyak stasi di daerah-daerah terpencil belum terlayani dengan baik karena kekurangan tenaga imam. Juga dalam setahun mereka hanya bisa mengikuti Perayaan Ekaristi beberapa kali saja dengan alasan yang sama yakni, kekurangan tenaga imam.

“Tenaga imam, bruder dan suster belum memadai sementara pelayanan kategorial dalam bidang pendidikan, kesehatan, karya sosial, dan karya kemanusiaan begitu banyak sehingga tidak tertangani dengan baik karena kurangnya tenaga religius seperti suster dan bruder,”ungkap Pastor yang juga sebagai Rektor Sekolah Tinggi Teologi Pastor Bonus-Siantan di Pontianak.

Setelah menyampaikan homili, Pastor William kemudian mengajak anak-anak sekolah dan Orang Muda Katolik (OMK) yang hadir untuk turut memikirkan masa depan gereja yaitu dengan memberi perhatian khusus kepada panggilan hidup membiara, menjadi imam, bruder dan suster.

“Bagi yang berkeinginan untuk menjadi imam, bruder dan suster, silahkan mengunjungi 29 stand dari berbagai tarekat, ordo dan kongregasi di Basement Gereja Katedral. Carilah informasi dan hubungi pihak-pihak terkait yang telah ditunjuk,”ungkapnya sembari mengakhiri homili ini dengan mengutif sabda Yesus kepada para muridnya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (Matius 9:37).

Setelah menerima berkat penutup dari Mgr. Agus, seluruh peserta yang hadir diundang untuk mengikuti acara selanjutnya yakni pembukaan Expo Panggilan di Basement Gereja Katedral.

Hadir membuka Expo Panggilan 2019 Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus didampingi oleh perwakilan dari masing-masing tarekat.

“Atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, saya membuka kegiatan Expo Panggilan ini,”ungkap Mgr. Agus sembari memukul gong sebanyak 7 kali simbol resmi dibukanya kegiatan ini.

Uskup yang terkenal dekat dengan anak-anak ini, kemudian mengundang seluruh umat yang hadir untuk mendukung kegiatan ini agar berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi umat secara khusus bagi kaum muda.

“Semoga melalui kegiatan ini kesadaran sosial di kalangan umat katolik semakin kuat bahwa ternyata ada panggilan hidup lain dan khusus, selain hidup berkeluarga. Keuskupan kita masih kekurangan imam, bruder dan suster untuk melayani umat dan aneka pelayanan kategorial. Oleh karena itu saya mengundang orang muda yang hadir di sini untuk bersedia menjawab panggilan Tuhan menjadi imam, bruder dan suster,”ungkapnya.

Pernyataan Mgr. Agus akan pentingnya memberi ruang, waktu serta perhatian khusus menjadi pekerja di ladang Tuhan bagi kaum muda-mudi yang hidup di zaman milenial ini didukung oleh sharing pengalaman hidup panggilan dari Pastor Laurentius Prasetyo CDD.

Imam dari Kongregasi Murid-Murid Tuhan yang menerima tahbisan imamat pada 5 September 2002 ini berkisah bahwa menjadi pastor, bruder dan suster adalah panggilan yang menggembirakan.

“Panggilan itu membutuhkan proses, tidak sekali jadi. Yang terpenting adalah ada dukungan dari kedua orangtua. Panggilan Tuhan itu juga perlu ditanggapi dengan serius dan kemudian harus dipelihara dengan baik,”ungkap imam yang pada tanggal 3 Mei 2019 lalu resmi bertugas sebagai Pastor Militer Garnisun KAP.

Kemudian acara berlanjut dengan santap malam bersama, kunjungan stand panggilan dan acara hiburan yang dibawakan para religius lintas tarekat yang berkarya di Keuskupan Agung Pontianak.

By Sr. Maria Seba SFIC

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak