Tue. Nov 19th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Seminar Healthy Family Paroki Gembala Baik: Keluarga Sehat, Keluarga Cinta Alkitab

Seperti rumah yang memiliki fondasi yang kuat, begitu juga dengan hidup berkeluarga. Keluarga harus memiliki fondasi paling utama, yakni suami istri yang merupakan kunci keutuhan dan kebahagiaan sebuah keluarga. Untuk itu, hubungan antara suami istri harus tetap harmonis, meskipun berada di tengah kemelutan membangun biduk rumah tangga zaman sekarang.

Menyikapi hal tersebut, Paroki Gembala Baik Senghie Pontianak mengadakan seminar dengan tema “healthy family” pada hari Senin, 26 Agustus 2019 pukul 19.00 WIB.

Healthy family menjadi topik sharing Firman yang berlandaskan Kitab Suci untuk menanggapi sekaligus menjawab sejumlah problematika kehidupan keluarga, yang disinyalir banyak kehidupan keluarga yang “kurang sehat” (unhealthy family). Istilah sehat bukan dalam pengertian medis tetapi spiritual. Seperti apa keluarga sehat ( healthy family) secara spiritual itu yang pada gilirannya menciptakan keluarga bahagia, harmonis dan bertahan sampai akhir? Semuanya diibahas dalam materi sharing ini.

Seminar healthy family diawali dengan lantunan lagu rohani bernuansa sukacita diiringi dengan petikan musik serta tarian.

 Seminar yang terbuka untuk umum ini diprakarsai oleh Komunitas Keluarga Kudus Nazaret dengan mendapuk Romo Elenterius Bon SVD sebagai narasumber.  

Menurut moderator Komunitas Keluarga Kudus Nazaret, Untung Sukajap menjelaskan bahwa yang menjadi anggota komunitas ini adalah pasangan muda, pasangan senior, orang tua, orang muda serta di dominasi oleh anak-anak kecil yang berasal dari berbagai paroki di Kota Pontianak. Mereka melakukan pelayanan dengan cara-cara kreatif seperti menari, bermain musik, dan aktif dalam pewartaan di media sosial.

Untung Sukajap juga mengungkapkan bahwa banyak pasangan muda yang menikah berawal dari pertemuan dan persekutuan doa di Komunitas tersebut.

Selain itu, banyak diantara mereka yang mengalami permasalahan hidup, tetapi komunitas ini memberi suatu kekuatan dan dukungan melalui pertemuan rutin, sehingga dalam persekutuan doa ini mereka bisa berdoa bersama, belajar firman Tuhan, saling merangkul, dan dibimbing agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang negatif.

Seminar ini diawali dengan lantunan lagu rohani bernuansa sukacita diiringi dengan petikan musik serta tarian. Wajah ceria penuh sukacita umat yang didominasi oleh pasangan suami istri ini terpancar ketika mereka bernyanyi seraya mengikuti gerakan para penari.

Romo Elenterius Bon SVD

Selanjutnya, Romo Elenterius Bon SVD menyampaikan beberapa materi terkait dengan tema “healthy family” selama 50 menit.

Romo Elent, demikian panggilan akrabnya mengungkapkan bahwa sebagaimana dikatakan men sana in corpore sano (di dalam pikiran sehat ada di dalam jiwa yang sehat, serta jiwa yang sehat akan menghasilkan pikiran yang sehat). Demikian juga hubungan positif dan penuh kasih suami istri akan menciptakan keluarga sehat.

Untuk mewujudkan keluarga yang sehat, maka kita mencari sumber inspirasi atau pedoman dari Alkitab yang merupakan sabda Tuhan. Dalam Alkitab, ada beberapa ayat yang menjadi pedoman kita yaitu 1 Petrus 3:1-12, Titus 2:2-8 dan Kolose 3:18-4:2.5.6.            

“Mengapa di dalam Alkitab dibahas tentang kehidupan berumah tangga, karena Petrus menyadari ada situasi yg tidak beres antara pasangan suami istri pada zaman itu. Dia tahu bahwa situasi tersebut tidak hanya terjadi pada zaman itu saja, tetapi terjadi juga di zaman sekarang, dimana suami dan istri membangun rumah tangga pasti akan terjadi situasi yang tidak beres seperti pada zaman itu,”ungkapnya.

Peserta Seminar healthy family di Paroki Gembala Baik Senghie Pontianak.

Selain itu, Romo anggota Kongregasi Serikat Sabda Allah ini juga mengatakan bahwa  inti dari keluarga yang sehat adalah membangun relasi yang baik dengan Tuhan, pasangan, anak-anak, orang tua, tetangga dan sesama. Oleh karena itu untuk mewujudkan keluarga yang sehat, antara suami dan istri harus saling menghormati, saling taat, baik hati serta sehat dalam iman.

“Kehidupan keluarga itu perlu dirawat dengan setia dengan membaca dan mendengarkan Sabda Tuhan sebagai “santapan” dan “sahabat” agar bisa bertahan dalam “badai kehidupan”. Dan Sayangi dan bentengi keluargamu selalu dengan kasih,” ungkap Romo menutup seminar ini seraya mengajak umat untuk selalu berpedoman pada Alkitab.

Setelah itu, panitia mengajak seluruh umat untuk menyantap cemilan yang telah disediakan oleh Komunitas Keluarga Kudus Nazaret di samping Gereja. Aura keakraban antar umat semakin terlihat dengan percakapan yang hangat dan penuh canda tawa.

By. Pricilia Grasela, Volunteer Komsos KAP

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak