Ming. Jun 16th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Surat Gembala APP Keuskupan Agung Pontianak 2019: “Bijak Berteknologi Menuju Kalimantan Baru”

Saudari-saudara umat kristiani yang terkasih, Pada tgl. 6 Maret 2019 yang akan datang kembali kita merayakan Hari Rabu Abu, tanda dimulainya masa prapaskah yang lebih sering dikenal dengan“masa puasa” selama 40 hari. Masa puasa adalah masa dimana kita, seluruh umat kristiani diberikesempatan secara khusus untuk mengadakan permenungan, mawas diri, meninjau kembali hidup keagamaan kita, apakah sudah sesuai dengan apa yang kita imani. Masa puasa selalu diwarnai suasana matiraga, ulah tapa dan semangat doa sebagai ungkapan bahwa dihadapan Allah kita hanyalah debu, penuh dosa dan perlu melakukan pertobatan.Masa puasa adalah masa dimana kita yang  dalam hidup keagamaan menempuh jalan yang belum sesuai dengan kehendak Allah,diajak untuk kembali/berbalik kejalan yang benar. Seperti yang disabdakan Tuhan:”berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa,dengan menangis dan mengaduh”(Yoel.2, 12).

Tahun ini tema khusus yang berlaku untuk seluruh Keuskupan di Kalimantan adalah “Bijak berteknologi menuju Kalimantan Baru”.

Ada berbagai jenis tehnologi,ada teknologi informasi dan komunikasi, transportasi, pengobatan, pendidikan, elektronika dsb.

Masa tobat, pantang dan puasa adalah masa mawas diri, dimana kita diajak untuk mengadakan pembaharuan hidup di tengah-tengah kehidupan yang memerlukan sikap yang bijakasana dan sesuai dengan iman.

Khusus dalam tahun ini kita dajak untuk bijaksana dalam menggunakan  tehnologi dan secara khusus lagi tehnologi informasi dan komunikasi. Bijaksana dalam menggunakan alat-alat komunikasi yang lebih  dikenal dengan smartphone/handphone/gadget yang sekarang bukan menjadi barang mewah lagi.

Salah satu lembaga survey mengungkapkan bahwa penggunaan smartphone di Indonesia tahun 2016 berjumlah 69,4 juta jiwa, tahun 2017 berjumlah 86, 9 juta dan 2018 berjumlah 103 juta pemakai.

Tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan tehnologi informasi dan komunikasi ini membawa manfaat yang sangat positip.

Selain informasi yang bersifat umum, informasi yang berhubungan dengan keagamaan, bukan hanya menambah wawasan dan pengetahuan,tetapi juga  memperkuatkan iman. Tentu ini sesuatu yang sangat berguna dan perlu didukung.

Dipihak lain, kita juga tidak bisa menutup mata terhadap pengaruh yang kurang menguntungkan bahkan bisa merusak tatanan hidup bersama, baik dalam lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga, maupun kehidupan yang lebih luas, yaitu dalam tatanan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Penyalahgunaan tehnologi informasi yang menebarkan kebohongan dan kebencian, fitnah, penyesatan, pengadudombaan,pelecehan  harkat dan martabat manusia, dsb bukan hanya tidakbisa diterima tetapi harus dilawan.

Jangan pernah kita boleh menjadi bagian dari kelompok seperti itu. Jangan pernah boleh menyebarkan berita-berita yang bisa menggangu ketentraman hidup yang penuh kedamaian ditengah-tengah masyarakat bahkan sebaliknya menimbulkan perpecahan.

Paus Fransiskus pada Perayaan Hari Komunikasi yg ke 49, 17 mei 2015 mengatakan”letakan smartphone dan mulailah berbaur!”.

Paus mengingatkan bahwa penggunaan alat komunikasi yang tidak pada tempatnya bisa  membuat orang terasing satu sama lain.

Mari kita jadikan diri kita sebagai orang-orang yang mampu menggunakan sarana tehnologi komunikasi dan informasi secara baik dan benar dan menghindari menjadi bagian dari orang-orang yang menggunakan tehnologi informasi yang justru merusak tatanan hidup bersama yang aman dan damai.

Saudari-saudara yang terkasih.

Masa puasa tahun ini juga kita jalani dalam suasana menyongsong Pemilihan Anggota Legislatif dan Presiden pada tg.17 April 2017 yang akan datang.

Dalam pesannya kepada seluruh Pemimpin dunia pada Hari Perdamaian Dunia(1 Januari 2019) Paus Fransiskus menegaskan bahwa politik yang baik adalah pelayanan bagi perdamaian. Bapa Paus juga menegaskan bahwa politik adalah tanggungjawab semua warga negara khususnya mereka yang diberi mandat”untuk melindungi dan memerintah”.

Keterlibatan dalam bidang politik merupakan salah satu ungkapan yang paling mulia akan kecintaan kita akan masa depan bangsa an negara kita yang  tercinta ini.Indonesia.

Oleh karena itu, pada tanggal 17 April 2019 gunakanlah lah hak pilih saudara secara bijak, cerdas, tepat dan sesuai dengan hati nurani. Pilihlah Presiden dan Wakil Presiden yang sungguh-sungguh merakyat, mau bekerja untuk rakyat, dan memperjuangkan keadilan dan kedamaian demi kesejahteraan rakyatnya.

Pilihlah juga para wakil rakyat yang punya ahlak mulia, bersedia dan dapat mendengarkan serta menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat demi kesejahteraan bersama.

Marilah kita doakan pemilu yang akan datang, baik Pemilu Presiden dan Wakil Presiden maupun Pemilu Legislatif berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan penuh dengan kedamaian serta bermartabat.

Saudari-saudara yang terkasih dalam Kristus.

Masapuasa adalah masa dimana secara khusus kita meninjau kembali hubungan kita dengan Tuhan yang mulai renggang bahkan putus karena dosa-dosa kita. Mungkin jalan yang kita tempuh sudah menyimpang dari jalan yang dikehendaki Tuhan. Masa puasa adalah masa untuk bertobat, kesempatan untuk  kembali ke jalan yang benar.

Sambil merenungkan hal-hal yang dikemukan diatas,marilah kita memasuki masa puasa ini dengan keyakinan bahwa Allah tetap mencintai dan tidak pernah meninggalkan kita umatNya, mahluk ciptaanNya.

“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak kandungnya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau!”(Yes.49,15).

Beginilah firman Tuhan:”berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu,berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang,panjang sabar dan berlimpah kasihsetia”(Yoel.2,12-13).

SELAMAT MENJALANI MASA PUASA.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.