Makna Lambang Administrator Apostolik
Keuskupan Agung Pontianak
Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap
Motto Kegembalaan : “Non Ego Sed Christus In Me”, “ Bukan aku melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Galatia 2:20).
Dalam tradisi Gereja Katolik, ketika seorang imam hendak ditahbisakn menjadi uskup, imam tersebut sudah harus memilih lambang uskup yang menggambarkan berbagai macam hal seperti spiritualitas yang menjiwai uskup tersebut, asal-usul dan warna khas tugas kegembalaan uskup.
Lantas seperti apa lambang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap yang secara resmi telah ditunjuk oleh Bapa Suci Paus Leo XIV sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak pada Sabtu (30/8/2025). Berikut penjelasannya.
Bentuk utama lambang berupa sebuah Perisai yang dibagi ke dalam tiga bagian. Pertama, satu bagian atas, dan Kedua, dua bagian bawah yang dipisahkan dengan sebuah garis vertikal sehingga membentuk dua kotak menyerupai persegi tiga. Beberapa elemen dasar yang terdapat di dalam setiap bagian perisai merupakan memperlihatkan kekhasan dan tradisi Fransiskan. Mgr. Samuel adalah seorang Kapusin.
Lambang berwarna putih pada bagian atas perisai melambangkan kesucian. Pada bagian perisai ini terdapat lukisan dua tangan, di mana tangan pertama dengan bekas paku di telapak tidak lain merupakan tangan Yesus. Lukisan tangan Yesus ini dipadukan dengan lukisan tangan lain berwarna cokelat sebagai simbol dari tangan Santo Fransiskus dari Asisi denganb luka stigmata, yang tidak lain merupakan anugerah luka pada telapak tangan Yesus.
Pada bagian belakang perisai terdapat lukisan salib kecil yeng terbuat dari kayu, memberikan makna tentang kerapuhan di dalam memanggul Salib Yesus. Bagian bawah kiri dengan warna kuning keemasan merupakan simbol kemuliaan. Pada bagian ini terdapat pula lukisan burung enggang Badak, salah satu jenis burung khas yang hidup di Kalimantan Barat. Pelukisan burung Enggang Badak dalam perisai ini menandakan asal-usul dan tempat di mana Mgr. Samuel dilahirkan, besar, dan berkarya.
Latar dengan warna biru pada bagian bawah – kanan perisai melambangkan surga dan keabadian. Juga terdapat lukisan mahkota ratu berwarna keemasan lambang kehadiran Bunda Maria, Ratu para malaikat dan pelindung ordo Kapusin Provinsi Pontianak. Di bawah mahkota ini terdapat lukisan tiga sayap malaikat.
Ada juiga galero atau topi berwarna hijau di atas perisai dengan enam jumbai pada masing-masing sisinya. Warna dan jumlah jumbai tidak lain merupakan ciri dari Uskup Sufragan.
Terapat pula sebuah salib pancang berwarna kuning keemasan. Salib ini merupakan salib pastoral atau salib kegembalaan, juga merupakan ciri khas seorang uskup Sufragan.
Terakhir, pada bagian bawah perisai terdapat lukisan pita berwarna keemasan dengan tulisan motto kegembalaan Mgr. Samuel, yaitu : “Non Ego Sed Christus In Me”, bukan aku melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. (Galatia 2:20).
