Wed. Nov 20th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Merajut Kebersamaan dan Persatuan Melalui Perayaan Natal Oikumene

Tanggal 11 Januari 2019 lalu, Umat Kristiani Kalimantan Barat mengadakan Malam Perayaan Natal Oikumene bertempat di rumah Radakng Pontianak.

Selain Gubernur Kalbar, Natal Oikumene 2018 turut dihadiri berbagai elemen umat beragama dan unsur Forkompinda diantaranya Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriadi, Danlantamal XII Pontianak Laksma TNI Gregorius Agung, Danlanud Supadio Marsekal Pertama TNI Minggit Tribowo, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat di Kalbar.

Pastor William mewakili Uskup Agung Pontianak, Gubernur Kalbar, Kapolda dan Wakapolda kalbar saat Perayaan Natal Oikumene 2018

Umat menyambut baik malam perayaan Natal Oikumene ini karena setiap kegiatan yang ditujukan untuk mengangkat harkat dan martabat agama adalah hal yang baik dan melalui perayaan ini dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu dengan lantunan-lantunan lagu-lagu rohani di dalamnya dapat mengingkatkan kembali perjuangan Yesus Kristus dalam melawan kesenjangan dan kejahatan yang berkembang pada saat itu dan saat ini kita dapat mengaplikasikannya serta mencontoh budi pekerti dan kasih-Nya.

Paduan Suara dari Polda Kalbar dan TNI memeriahkan Natal Oikumene 2018

Tampak beberapa Instansi menyumbang paduan suara seperti yang dilakukan Polda Kalbar dan TNI menghiasi malam yang penuh suka cita ini.

Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum mengatakan bahwa dirinya akan  berdiri di semua agama dan suku apapun. Tujuan berbangsa dan bernegara adalah guna kesejahteraan. Kesejahteraan hanya bisa dicapai ketika bersatu.

“Tidak akan mungkin perbedaan itu bisa disatukan. Perbedaan yang bisa disatukan merupakan kekuatan yang sangat dahsyat untuk mencapai tujuan-tujuan kesejahteraan rakyat. Mudah-mudahan itu semua kita lakukan bersama-sama,” tandasnya.

Bersatu dalam kebersamaan, meracik persatuan

Sutarmidji juga berpesan kepada seluruh umat beragama di Kalbar segera sampaikan kesulitan atau hambatan ketika akan laksanakan kegiatan ibadah maupun budaya.

“Pemprov Kalbar akan memfasilitasi kegiatan itu,” imbuhnya.

Ajaran agama diharapkan menjadi landasan guna merajut kebersamaan dalam menuju kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

“Saya harap ajaran agama itu menjadi landasan kita untuk merajut kebersamaan dalam menuju kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat,” ungkapnya

PM

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak