Fri. Nov 15th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Pertemuan OFS Persaudaraan Conradus Pontianak

Foto bersama usai Pertemuan Lokas Persaudaraan Santo Conradus (OFS Pontianak) di Rumah Sdr. Harsono, OFS

Ada begitu banyak hal yang mungkin bisa kita jadikan pedoman hidup bermasyarakat. Ada yang belajar dari budaya, ada juga yang belajar dari agama, ada yang belajar dari tokoh-tokoh dan masih banyak lagi hal-hal positif yang bisa kita pelajari dari berbagai fenomena yang ada di tengah masyarkat.

Untuk kali ini, dalam Gereja Katolik Roma ada ordo yang disebut dengan Ordo Fransiskan Sekular. Dimana ordo ini sudah ada ratusan tahun yang lalu, yang langsung dibentuk oleh Santo Fransiskus Assisi (salah satu orang suci Katolik).

Karena teladan hidupnya yang uniklah maka banyak sudah banyak pengikutnya di belahan dunia. Ordo Fransiskan Sekuler artinya ordo atau sekelompok orang yang mengikuti cara hidup seturut Injil Yesus Kristus di tengah masyarakat. Jadi mereka boleh menikah alias berkeluarga dan boleh bergabung di Ordo Fransiskan Sekuler.

Sdr. Tuparman, OFS sedang membacarakan anggaran dasar OFS Artikel 76 sampai 77

Cara hidup seperti apa yang mereka maksudkan? Banyak hal yang dilakukan, yang mulai dari hidup doa harian,mengadakan Kunjungan-kunjungan bersifat rohani, memberi penguatan kepada orang-orang yang masuk tahanan. Kemudian ada juga bakti sosial dengan masuk ke daerah-daerah untuk membantu sekaligus membagikan ilmu kepada mereka yang membutuhkan dan tentunya masih banyak hal.

Di Kalimantan Barat sendiri OFS (Ordo Fransiskan Sekuler) ini sudah ada dari tahun 1980-an hingga saat ini. Kebanyakan dari anggota ordo Fransiskan Sekuler ini sudah banyak yang lanjut usia, sekarang hanya ada beberapa orang muda yang ada di Ordo Fransiskan sekuler Kalimantan Barat ini.

Minggu, 7 April 2019 bertempat di rumah Sdr.Harsono, OFS (Seneor OFS di persaudaraan Kobtradus) di Jalan Sulawesi Gang Hajah Sarah No. 2.
Telah mengadakan pertemuan rutin awal bulan persaudaraan lokal OFS Santo Conradus.

Dalam pertemuan OFS ini dihadiri Anggota Kontradus sebanyak 7 orang antara lain Sdr. Harsono, OFS, Sdr. Theodorus, OFS., Sdr. Tuparman, OFS beserta Istri, ada Sdri. Ana, OFS, Sdri. Irene, OFS dan Sdr. Samuel, OFS.

Acara dimulai dengan diskusi Iman yang dipimpin oleh Minister Persaudaraan Contradus Sdr. Tuparman, OFS dan dilanjutkan dengan membacakan buku anggaran dasar OFS pada artikel ke 76-77 halaman 95. Judul IV: Tentang PEMILIHAN DAN BERKARIRNYA MASA JABATAN

Mari sejenak kita melihat isi dari anggaran dasar OFS pada artikel 76-77.

Artikel 76
1. Pemilihan-pemilihan pada berbagai tingkatan dilangsungkan menurut ketentuan-ketentuan hukum Gereja (80) dan Konstitusi. Undangan Hendaknya dikirim paling lambat satu bulan sebelumnya, dengan mencantumkan tempat, hari dan waktu pemilihan.

2. Sidang Pemilihan atau Kapitel, akan dipimpin oleh Minister yang langsung lebih tinggi tingkatannya atau utusannya, yang mengesahkan pemilihan itu. Pimpinan atau utusan tidak dapat memimpin pemilihan dalam Persaudaraan Lokalnya sendiri, juga tidak dalam pemilihan Dewan pada tingkat yang lebih tinggi, karena ia sendiri merupakan anggota Dewan. Pendamping Rohani yang langsung lebih tinggi tingkatannya atau utusannya, harus hadir sebagai saksi atas persekutuan dengan Ordo Pertama dan TOR. Seorang yang mewakili Konfrensi para Minister Jendral Ordo Pertama dan TOR memimpin dan mengesahkan pemilihan Pimpinan Dewan Internasional OFS.

3. Pimpinan Kapitel dan Pendamping Rohani dari tingkat yang lebih tinggi tidak mempunyai hak suara.

4. Pimpinan dari Kapitel menentukan dari antara para anggota kapitel itu, seorang sekretaris dan dua penghitung.

Artikel 77

1. Dalam Persaudaraan Lokal, yang telah berprofesi kekal dari Persaudaraan yang sama itu, mempunyai suara aktif, berarti dapat memilih, dan suara pasif, berarti dapat dipilih. Dan yang berprofesi sementara hanya mempunyai suara aktif.

2. Pada tingkat-tingkat lainnya, yang mempunyai suara aktif adalah sebagai berikut: anggota dewan yang sudah habis masa baktinya, wakil-wakil langsung dari tingkat dibawahnya dan wakil Mudifra yang telah berprofesi. Menjadi tugas Statuta Khusus untuk menentukan norma-norma sebelumnya, dengan memperhatikan dasar pemilihan itu dalam arti yang seluas-luasnya. Para Fransiskan Sekular yang telah berprofesi kekal dari wilayah tersebut mempunyai suara pasif.

3. Baik Statuta Nasional maupun Internasional- untuk daerah-daerahnya masing-masing- dapat menetapkan syarat-syarat kualifikasi obyektif berkenaan dengan siapa yang dapat dipilih untuk menduduki berbagai jabatan itu.

4. Kehadiran lebih dari separo jumlah anggota yang memiliki hak untuk memilih merupakan syarat sahnya pelaksanaan Kapitel Pemilihan. Untuk tingkat lokal, Statuta Nasional dapat menetapkan ketentuan-ketentuan yang berbeda.

Suasana Pertemuan Lokas Ordo Fransiskan Sekuler Persaudaraan Conradus tanggal 7 April 2019

Berikut diatas merupakan salah satu anggaran dasar yang dibuat sudah dari awal terbentuknya OFS di dunia hingga sekarang diajarkan dan dibacakan kepada para pengikutnya.

Dalam pertemuan itu Sra. Tuparman mengatakan bahwa “yang paling penting dalam persaudaraan ini yaitu cara hidup kita. Sudah kah kita benar-benar hidup seturut yang diajarkan? Memang disekeliling kita begitu banyak hal-hal yang membuat kita lemah bahkan minder, ingatlah bahwa sekalipun kita disalahkan, tapi Allah tidak pernah salah dalam menolong umatNya, ” Ujarnya saat diskusi tentang masalah umat.

Dalam kesempatan itu, Sdr. Irene, OFS juga mengatakan hal yang serupa, “biarkanlah mau orang berkata apa dengan kita, yang penting kita tunjukkan bahwa cara hidup yang benar pada akhirnya Tuhan yang menilai. Kita cukup melakukan apa yang menjadi bagian dari cara hidup yang sudah Tuhan Ajarkan kepada kita yaitu tentang “Kasih” Sebab hanya kasih lah yang mampu membuka hati manusia,” tambahnya.-Semz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak