Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Jangan Ragu, Kalau Ada Cinta dan Kasih, Kita Pun Akan Bangkit Bersama Yesus

“Bacaan Injil yang ditekankan pada malam ini, mau menggambarkan bagaimana situasi para murid ketika mereka pertama kali mendengarkan berita kebangkitan Tuhan Yesus”

Demikian diungkapkan Pastor Fransiskus Kebry CM saat memberikan renungan pada misa I malam Paskah di Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak, Sabtu (20/4/2019).

Pastor Kebry mengatakan, respon yang para murid Tuhan Yesus berikan adalah tidak percaya, ragu-ragu. Para murid tidak percaya mengapa Tuhan Yesus bangkit? Meskipun sebenarnya sebelum itu Tuhan Yesus pernah mengatakan bahwa Ia akan sengsara, wafat dan bangkit pada hari yang ketiga.

“Tetapi para murid melupakan apa yang pernah dikatakan Tuhan Yesus,” tambah Pastor Kebry.

Kata Pastor Kebry, keraguan ini, yang dialami para murid, juga pernah dan sering kita alami. Keraguan yang dialami para murid, benarkah Yesus bangkit?

“Tetapi, meskipun ragu, nanti kalau kita mendengarkan baca-bacaan berikutnya, mereka tetap berusaha mencari kebenaran kebangkitan itu,” ujar Pastor Kebry.

Mengapa mereka ragu, meskipun Tuhan Yesus sudah mengatakan sebelumnya? lanjut Pastor Kebry menjelaskan. Mereka ragu karena mereka belum percaya bahwa Yesus lahir, hidup, sengsara, dan bahkan wafat adalah untuk mereka. Adalah untuk manusia.

“Mereka belum yakin, bahwa mereka sangat dicintai oleh Allah,” tegas Pastor Kebry.

Menurut Pastor Kebry, kebangkitan itu bisa terjadi, karena ada kasih, karena ada cinta. Kasih itu mengalahkan kuasa maut dan dosa sehingga muncullah kebangkitan. Tanpa ada cinta, tanpa ada kasih, kebangkitan itu tidak akan terjadi.

Kita pun seringkali merasa ragu dengan diri kita sendiri, lanjut Pastor Kebry. Apakah kita ini bisa berubah dari manusia lama menjadi manusia baru. Apakah kita bisa berubah dan bangkit dari segala dosa dan kesalahan kita.

“Toh kalau kita mengaku dosa, besok berbuat dosa lagi. Mengaku dosa, besok berbuat dosa lagi. Apakah mungkin kita bangkit dari kelalaian, kesalahan dan dosa-dosa kita. Keraguan inilah juga yang dialami oleh para murid,” pungkas Pastor Kebry.

Kata Pastor Kebry, para murid ragu bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit. Kita pun ragu meskipun kita ini sudah diselamatkan, apakah kita ini bisa bangkit dari dosa dan kelemahan kita.

Pastor Kebry kembali menekankan bahwa kebangkitan itu terjadi karena ada cinta, karena ada kasih. Kita juga bisa berubah menjadi lebih baik dan bangkit dari dosa kalau pertama-tama kita mempunyai kasih.

Kasih terhadap siapa? Tanya Pastor Kebry. Terhadap diri kita sendiri, Allah dan sesama. Terlebih-lebih di atas semuanya itu adalah kasih terhadap Allah.

Di akhir renungan, Pastor Kebry memberikan sebuah pertanyaan yang baik untuk direnungkan. Apakah saya mengasihi dan mencintai Tuhan Yesus yang sudah terlebih dahulu mencintai saya?

Pastor Kebry menekankan, kalau kita ingin bangkit dari dosa kita, mau berubah menjadi manusia baru, maka kita akan mengalami kebangkitan, kalau pertama-tama kita mencintai Tuhan Yesus yang sudah terlebih dahulu mencintai kita.

Tampak umat sangat antusias mengikuti Misa I malam Paskah ini. Ruang dalam gereja penuh dan kursi-kursi yang ada di tenda luar gereja pun penuhi oleh umat. Perayaan di awali dengan Upacara Cahaya (Pemberkatan api dan lilin Paskah, Pujian Paskah, Liturgi Sabda (berisi sejarah keselamatan), Liturgi Baptis, dan Perayaan Ekaristi.

Khusus liturgi baptis, ada sebanyak 31 orang umat yang mendapatkan baptisan baru. Setelah itu, seluruh umat yang hadir dengan lilin menyala di tangan, juga memperbarui janji baptis yang pernah mereka terima.

Semoga dengan rahmat kebangkitan yang telah Tuhan Yesus alami, juga membantu kita untuk dapat mencintai Dia yang telah lebih terdahulu mencintai kita dan bangkit. Oleh karena itu, maka kita pun akan ikut bangkit bersama Dia.

PM

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *