Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Perayaan Misa Paskah Mahasiswa se-Kota Pontianak

Suasana dalam perayaan Paskah Bersama di Gereja Katedral Pontianak yang dipimpin langsung Oleh Mgr. Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak

“Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Pontianak, 100% Katolik, 100% Indonesia, Hidup Mahasiswa!” Seruan yang digaungkan tersebut berhasil membakar semangat para mahasiswa yang mengikuti kegiatan Paskah Mahasiswa se-Kotamadya Pontianak di Gereja Katedral Paroki Santo Yoseph Pontianak pada hari Sabtu, 11 Mei 2019.

Kegiatan Paskah yang diawali dengan Perayaan Ekaristi tersebut dihadiri oleh para mahasiswa sebanyak kurang lebih 2200an orang dari seluruh perguruan tinggi di Kota Pontianak. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus didampingi oleh Imam Pendamping Pastoral Mahasiswa serta para Imam dari berbagai paroki, yang dimulai dengan perarakan dari luar gereja menuju altar oleh perwakilan mahasiswa yang membawa bendera sebagai lambang dari himpunan katolik yang ada di masing-masing perguruan tinggi diikuti oleh petugas liturgi, Bapa Uskup dan para lmam dengan iringan lagu pembukaan yang dibawakan oleh koor mahasiswa.

Suasana Outdoor para perayaan Paskah Bersama Mahasiswa se-Kota Pontianak

Dalam kotbahnya, Bapa Uskup berusaha menguatkan iman dan keyakinan para mahasiswa untuk tetap selalu percaya bahwa Yesus Kristus akan selalu menyertai dan memberi pertolongan kepada umat-Nya dalam situasi apapun, bahkan dalam situasi tersulit sekalipun. Mahasiswa pasti pernah merasakan kesedihan, penderitaan atau berada dalam posisi tersulit, tetapi situasi tersebut jangan menjadi alasan untuk berputus asa, melainkan tetap menggantungkan harapan dan keyakinan pada Yesus Kristus.

Koor gabungan mahasiswa yang bertugas saat paskah bersama di Gereja Katedral Pontianak

Hal yang paling menarik dari Perayaan Ekaristi sore ini adalah doa umat yang dibacakan dengan menggunakan bahasa daerah, seperti Bahasa Melayu, Bahasa Dayak, Bahasa Flores, Bahasa Batak, Bahasa Jawa, dan Bahasa Tionghoa oleh perwakilan mahasiswa dari setiap perguruan tinggi. Selain itu, ritus persembahan juga diiringi dengan tarian persembahan dari percampuran 3 Suku, yaitu Suku Dayak, Suku Melayu, dan Suku Tionghoa.

Setelah Perayaan Ekaristi selesai, seluruh mahasiswa diajak untuk berbaur dalam pentas seni di lapangan SMA Santo Paulus Pontianak. Wajah ceria penuh semangat para mahasiswa terpancar ketika mereka menyaksikan penampilan dari berbagai himpunan mahasiswa Katolik berupa tarian dan pertunjukan alat musik sape.

Dukungan dari kaum biarawan-biarawati, khususnya Bapa Uskup dan para Imam pendamping Pastoral Mahasiswa juga nampak dari melalui kehadiran mereka mulai dari memimpin perayaan ekaristi sampai mengikuti acara pentas seni. Selain itu, mereka juga menyediakan konsumsi untuk santap malam bersama.

Selain itu, acara hiburan ini dimeriahkan oleh Olga Lidya, seorang model sekaligus pembawa acara dan aktris Indonesia. Dia memotivasi para mahasiswa untuk memupuk rasa percaya diri melalui pengalamannya serta melalui berbagai kegiatan yang diadakan di Kampus.

Kesan manis dalam mengikuti kegiatan ini disampaikan oleh Gio, mahasiswa anggota Imasika, yaitu perhimpunan mahasiswa Katolik Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura. “Saya merasa senang sekali karena dalam kegiatan ini, kita mahasiswa dari berbagai daerah, dari berbagai kampus dipersatukan dan harapan saya ke depan, semoga kegiatan seperti ini tetap dilaksanakan untuk memupuk semangat mahasiswa dalam mengikutinya,” kata Gio.

Kesan manis juga disampaikan oleh beberapa mahasiswi yang sedang menyaksikan tarian dance dari salah satu himpunan mahasiswa Katolik, “Kami mengetahui informasi mengenai kegiatan ini ketika mengikuti misa dan kegiatan ini sungguh luar biasa,” ucap mereka.

Semangat mereka semakin bertambah lagi ketika diadakan sesi tanya jawab seputar pengetahuan Katolik dengan hadiah menarik berupa laptop, kipas angin, flashdisk, tas bagi para mahasiswa yang berhasil menjawab pertanyaan dari pembawa acara. Mereka berlomba untuk maju ke atas pentas supaya dapat menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat.

Setelah sesi tanya jawab selesai, para mahasiswa berjoget bersama dengan Bapa Uskup, para Imam dan panitia yang diiringi dengan senandung lagu daerah dari Bapa Uskup. Kegiatan ini berakhir pukul 00.00 WIB atau tepatnya tengah malam, tetapi kegembiraan para mahasiswa tidak berkurang sebab dalam kegiatan ini, mereka dapat berjumpa dan semakin mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa Katolik yang bersama mengenyam pendidikan di Kota Pontianak.

-Pricilia Grasela – Volunteer Komsos KAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *