Thu. Sep 19th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Aksi 2D2K di Stasi Mamparagokng

Aksi 2D2K (Doa, Derma, Kurban, Kesaksian) menjadi komitmen bagi peserta Jambore Nasional Sekami 2018

Aksi 2D2K (Doa, Derma, Kurban, Kesaksian) menjadi komitmen bagi peserta Jambore Nasional Sekami 2018 dalam upaya mewartakan kabar sukacita. Walaupun kegiatan Jambore Nasional tersebut telah lama berakhir.

Namun semangat dan sukacita para peserta dari Paroki Pahauman masih terpancar. Dibantu oleh pembina dan anggota SEKAMI yang lain, mereka turun ke wilayah dan stasi untuk pembinaan iman sekaligus memperkenalkan moto dan tujuan SEKAMI (Serikat, Kepausan, Anak-Anak dan Remaja Misioner) kepada anak-anak disana.

Pada hari Senin, 03 Juni 2019, SEKAMI Paroki Pahauman mengadakan pembinaan iman di Stasi Mamparagokng. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang sekami dan 2 orang pembina. Mereka pergi menggunakan mobil angkutan desa karena jarak dari paroki ke stasi tersebut cukup jauh dengan akses jalan yang rusak dan belum beraspal.

Bahkan, mereka harus turun dari mobil dan berjalan kaki ketika melewati tanjakan yang terjal sebab jalan tersebut licin. Tetapi, hal tersebut tidak menggoyahkan semangat mereka untuk melanjutkan perjalanan. Penta, salah satu anggota SEKAMI mengungkapkan bahwa perjalanan jauh tersebut bukan menjadi halangan, melainkan menambah keseruan dan pengalaman mereka.

“Walaupun jauh, jalannya rusak dan kami juga harus berjalan kaki, tetapi hal tersebut tidak membuat kami lelah sebab berjumpa dan bekerja sama dengan teman-teman SEKAMI sangat menyenangkan,”katanya.

Sesampai di Stasi Mamparagokng, mereka beristirahat dan makan siang bersama terlebih dahulu. Kemudian, mereka berkumpul bersama anak-anak dan remaja disana yang berjumlah 12 orang di tenda milik Himpunan Mahasiswa Katolik Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura yang mengadakan kegiatan bakti sosial disana.

Mereka berdoa bersama untuk membuka kegiatan pembinaan iman. Dipandu oleh Ibu Merin, Kak Yani, dan beberapa orang mahasiswa, mereka memperkenalkan diri masing-masing. “Namaku Cinta, cita-citaku jadi dokter,” kata salah satu anak yang berasal dari Stasi Mamparagokng sambil menundukkan kepala. Dia merasa malu bertemu dengan teman-teman SEKAMI, begitu juga dengan teman-temannya yang lain.

Untuk membangkitkan semangat dan menghilangkan rasa malu mereka, para pembina membagi anak-anak tersebut menjadi 4 kelompok dan membuat yel-yel. Masing-masing kelompok kemudian menampilkan yel-yel disambut dengan tepuk tangan dari kelompok lain. Selain itu, mereka juga menyanyikan lagu-lagu rohani diiringi dengan petikan gitar dari mahasiswa.

Suasana dalam kunjungan aksi nyata Semangat 2D2K

Kemudian, peserta Jamnas SEKAMI 2018 menyampaikan materi yang mereka dapatkan ketika mengikuti jambore tersebut. “Moto SEKAMI adalah CHC (Children Helping Children) atau anak menolong anak. Jadi, kita harus menjadi misionaris cilik yang siap diutus berbagi kebaikan dan suka cita,” jelas Tangkas.

Para pembina mengaku merasa senang mendampingi anak-anak SEKAMI mengunjungi stasi-stasi di Paroki Pahauman. Mereka siap membimbing dan mendampingi anak-anak tersebut dalam mewartakan sukacita melalui aksi 2D2K. “Pembinaan iman ini bertujuan supaya anak-anak di stasi merasakan kasih Yesus yang besar di tengah keterbatasan mereka,” kata Ibu Merin.

Cuplikan Foto perjalanan pelayanan dalam semangat 2D2K

Kesan manis selama mengikuti kegiatan ini disampaikan oleh Willy, peserta Jamnas SEKAMI 2018. “Saya merasa bahagia melihat mereka tersenyum dan tertawa ketika bernyanyi bersama kami, apalagi antusias mereka ketika mendengarkan kami menyampaikan materi tentang SEKAMI. Kami memiliki tugas untuk menyampaikan materi tersebut dalam aksi 2D2K dan dengan pembinaan iman seperti ini, kami berbagi sukacita sebagai misionaris cilik,” tegasnya. – Pricilia Grasela Volunteer KomsosKAP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak