Tue. Nov 19th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Proficiat Suster KFS yang Merayakan Hidup Membiara

Pertama-tama, mari kita ucapkan selamat kepada keluarga besar Kongregasi Fransiskanes Sambas atas perayaan 50 tahun, 40 tahun, 25 tahun dan kaul kekal kepada 13 Suster KFS yang dirayakan pada tanggal 15 Agustus 2019 di Gereja Paroki Kristus Raja Sambas. Perayaan tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

Foto bersama para pestawati sebelum mulai perayaan misa bersama Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus didepan gereja

Proficiat untuk Suster yang Merayakan Hidup Membiara 50 tahun hidup membiara Sr. M. Paskalis, KFS dan Sr. M. Yosina, KFS. Suster yang merayakan 40 tahun membiara, Sr. M. Magdalena, KFS dan Sr. M. Katarina, KFS. Kemudian untuk suster yang merayakan 25 tahun hidup membiara Sr. M. Rosaline, KFS, Sr. M. Liydia, KFS, Sr. M. Cornelia, KFS, Sr. M. Priska, KFS., dan Sr. M. Imelda, KFS.

Kebahagiaan ini disambut lagi dengan profesi kekal empat suster muda yaitu Sr. M. Bernadetha, KFS., Sr. M. Claudia, KFS., Sr. M. Gratia, KFS dan Sr. M. Roswita, KFS.

Dalam perayaan hidup membiara kali ini, para suster mengutip kitab Mazmur 119:105 begini bunyinya “Firman-Mu itu Pelita bagi Langkahku Dan Terang bagi Jalanku.”

Suasana perayaan misa kaul kekal dan pesta perak dan emas hidup membiara

Pagi itu tepat pada pukul 09.00 wib, acara misa dilangsungkan.

Acara dibuka dengan tarian pembukaan oleh orang muda katolik (Karyawan/ti Rumah Sakit St. Elisabeth Sambas) Paroki Kristus Raja Sambas sembari mengiringi Mgr. Agustinus Agus bersama para konselebran 12 pastor lainnya.

Misa dipimpin langsung oleh Mgr. Agustinus Agus sebagai konselebran utama, didampingi oleh Pastor Paroki, P. Firminus Andjioe, OFMCap dan P. Goklian, OFM ( Keuskupan Jayapura Papua) sisi kiri dan kanan, sedangkan 10 imam lainnya juga duduk didekat Altar.

Suasana hikmat perayaan misa pesta hidup membiara

Perayaan sukacita ini disambut meriah juga dari permandangan umat yang turut hadir di gereja dengan antusias. Kemeriahan ini tambah terasa saat petugas koor dari guru-guru Amkur Sambas melantunkan pujian pembukaan dan mengiringi hikmatnya perayaan misa, yang dikoordinir oleh Sr. M. Laurentine, KFS.

Dalam pembuka misa perayaan itu, Mgr. Agus mengatakan bahwa semoga dengan adanya perayaan hidup membiara seperti ini, semoga para kaum muda tergerak hatinya dan menanggapi panggilan mereka.

“Mari kita saling mendoakan, supaya hidup bermasyarakat termasuk dalam pelayanan kita selalu menjadi rahmat,”ujarnya.

Panggilan memang merupakan  sebuah misteri yang tidak diduga dan disangka oleh manusia. Mgr. Agus pernah mengatakan bahwa, jika sudah dipilih Tuhan, maka tidak satupun dapat menolak misteri panggilan itu. Entah itu dari keluarga yang kaya, maupun yang kampung sekali.

Suasana perayaan misa pembaharuan kaul dan profesi kaul kekal

Sama halnya dalam pesta syukur hidup membiara ini. Dalam homili Uskup Agus, ia mengatakan kepada umat,

“Memang terkadang, para suster terdengar ‘menyeramkan’; alias pemarah, namun karya mereka sangat mulia dan nyata.

Karya mereka mengedepankan kepentingan banyak orang, tanpa harus melihat agama, suku dan latar belakang keluarga.

 Mereka adalah perempuan yang dipakai Tuhan, dan mereka bekerja menggunakan hati.

Jadi, karya mereka ini (Suster KFS) sangat jelas yaitu, karya pendidikan dan kesehatan untuk banyak orang,’ ujarnya.  

Sr. M. Cornelia, KSF dalam sambutan perwakilan pestawati, mengungkapkan banyak terima kasih kepada seluruh orang yang terlibat dalam sepanjang persiapan ini. “Bersyukur kepada Allah yang maha kuasa, karena sampai saat ini kami bisa bertahan pada panggilan kami,” ujarnya.

“Disadari atau tidak disadari kami yang berpesta kaul kekal, perayaan 25, 40 dan 50 tahun hidup membiara untuk berjuang terus menerus untuk berjuang pada pilihan kami.

Kami bersyukur kepada para suster dan pihak-pihak yang mendukung kami bergabung di Kongregasi Fransiskanes Sambas ini.

Dan perjuangan kami juga pasti mengalami banyak hambatan dari dalam diri kami maupun dari luar. Namun perjuangan kami, tidak sia-sia, karena kami orang yang baik dan rajin menabung.

Menabung doa dan kebaikan yang kami yakini, sebagai bekal untuk memperoleh hidup kekal yang abadi,” ujarnya.

Suasana salam-salaman saat penyambutan suster yang sudah berprofesi kaul kekal

Usai misa, seluruh konselebran dan suster yang merayakan hidup membiara dan kaul kekal diajak untuk berfoto bersama, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah di susteran komunitas Susteran KFS Sambas. (Semz/ Komsoskap).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak