Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Kami Sangat Menyambut Baik Konferensi Ini……

Sambutan Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak

Sedari dulu, hidup manusia tidak bisa dipisahkan dengan apa yang disebut dengan ‘kuasa gelap’bahkan dalam Gereja Katolik sendiri meyakini hal itu memang ada. Itu dibuktikan dengan adanya ilmu pengetahuan tentang dunia Eksorsisme, dan penyembuhan orang-orang yang dikuasai oleh ‘kuasa yang lain.’

Sebagai orang kristiani, pentingnya kita juga mengetahui, hal-hal terkait pengetahuan spesial itu. Namun jangan khwatir, bahwa semua kuasa kegelapan itu sudah dikalahkan oleh Kebangkitan Kristus Yesus pada kayu salib.

Pengetahuan ini akan di sharringkan oleh mereka yang ahli dalam bidang pengusiran setan alias eksorsisme.

Konferensi ini memiliki tema “The Power of Christ Resurrection”yang dilaksanakan  di The Qubu Resort, pada Q- Hotel Convention Centre, Pontianak tanggal 19-22 September 2019, yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Pontianak (The Archidiocese Of Pontianak) bekerjasama dengan STKIP Pamane Talino Ngabang.

Ketua Koordinator umum adalah P. Johanes Robini Marianto, OP dan didampingi oleh P. Mingdry Hanafi Tjipto, OP sebagai ketua Konferensi Eksorsisme.

Mari kita simak bagaimana dukungan Mgr. Agustinus Agus sebagai Uskup Agung Pontianak terkait dengan Konferensi Eksorsisme yang dilaksanakan di Pontianak. Berikut bunyi sambutan Mgr. Agus, yang ditulisnya di Pontianak, 22 Juli 2019;

Momen malam tanggal 22 September 2019, Uskup Agung Pontianak- Mgr. Agustinus Agus memberkati Pasangan Suami Istri, dan memberikan berkat kepada umat yang meminta doa berkat dari tangan Beliau

“Pertama-tama, kami sebagai Uskup Agung Pontianak, mengucapkan “Selamat Datang” kepada para peserta Konferensi Eksorsisme di Pontianak, Kalimantan Barat.

            Pelayanan Eksorsisme adalah setua Gereja itu sendiri, teruttama dapat dilihat kembali dari Pendiri Gereja, yaitu Tuhan Yesus sendiri, mengusir setan dalam kuasa Tuhan. Ia juga member kuasa kepada muridNya untuk mengusir setan atas namaNya.

Bukan hanya itu, Ia berjanji bahwa alam maut tidak akan menguasai Gereja kudus yang didirikanNya atas wadas batu karang (baca: Petrus). Maka pelayanan eksorsisme bukan sesuatu yang aneh dan spektakuler dalam tradisi Gereja kita.

            Memang sangat disayangkan karena kekurang-tahuan dan kurang dalamnya pengetahuan teologis yang sesuai ajaran Gereja yang sehat dan benar, pelayanan yang mulia ini sering disalahartikan dan kurang dimengerti.

Akibatnya, pelayanan mulia ini sering diidentikkan dengan dan bahkan disamakan dengan praktik klenik, bahkan misterius dan “aneh-aneh” di dalam Gereja.

            Ketika panitia meminta izin untuk mengadakan konferensi ini, dan setahu kami, ini konferensi pertama di Indonesia, dengan mengundang dua pembicara utama dari Filipina, yaitu P. Winston F. Cabading, OP, dan P. Jose Franscisco C. Syqua.

Kami sangat mendukung dan berharap bahwa dengan kehadiran mereka pencerahan tradisi iman Katolik yang benar dan sejati dapat diketahui oleh banyak pihak. P. Winston dan P. Syqua adalah dua imam yang terlibat dalam pelayanan eksorsisme di Keuskupan Agung Manila. Bahkan, P. Syqua adalah Ketua Kantor Eksorsisme Keuskupan Agung Manila.

Selain sebagai anggota dari tim eksorsisme Keuskupan Agung Manila, P. Winston adalah dosen teologi dogma di Fakultas Teologi Universitas St. Tomas, Manila.

Mereka berdua juga pengarang buku tentang eksorsisme yang dibaca banyak orang. Mereka bukan hanya diundang sebagai pembicara di Filipina saja, tetapi bahkan di Amerika. Untuk itu kita layak bersyukur akan kehadiran mereka berdua.

            Kami juga bersyukur bahwa dalam konferensi ini diundang imam-imam yang dewasa ini sangat penting untuk mengetahui pelayanan ini sebagai bagian integral dari pelayanan kita.

Ketidaktahuan membuat kita salah mengerti, bahkan salah. Ketidaktahuan membuat kita merendahkan martabat mulia pelayanan ini yang diberikan justru oleh Pendiri Gereja. Maka kami sangat menyambut baik konferensi ini.

            Kami berterima kasih kepada panitia yang telah menyiapkan hampir setahun tatkala berkonsultasi dan meminta izin dari kami. Kerja keras mereka pantas mendapat dukungan, doa, dan dorongan semangat dari kami sebagai Uskup yang dalam Hukum Gereja Katolik sebagai eksorsisme pertama dan utama serta diberi mandat sebagai pengajar iman yang benar sesuai tradisi apostolik dan rasuli.

            Selamat datang di Pontianak dan di Kalimantan Barat. Semoga pengantar ini bisa menjadi dukungan bagi semua panitia untuk mempersiapkan kesuksesan dari acara ini. Teriring salam dan berkat kami sebagai Uskup Agung Pontianak. –Mgr. Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak.”

Sebagaimana yang disebutkan oleh Mgr. Agus kepada panitia yang bekerja keras untuk menyukseskan acara ini. Hukum Gereja Katolik sebagai eksorsisme  pertama dan utama serta diberi mandat sebagai pengajar iman yang benar sesuai tradisi aporstolik dan rasuli.

Catatan penting ini, juga menjadi dasar yang kuat bahwa kita sebagai orang katolik memiliki kesempatan, waktu dan cerita yang sama untuk boleh mengikuti dan mendapatkan sendiri pengetahuan ‘lain’dari eksorsisme. Selamat dan Sukses untuk panitia,- Semz_Komsoskap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak