Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Ke Vatikan Gus Yahya Staquf Sosialisasikan Hasil Munas Alim Ulama Terkait Penghilangan Sebutan Kafir

Agenda utama Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)  bertemu dengan pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus, Rabu (25/9/2019) waktu Roma, dimanfaatkan juga untuk mensosialisasikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Ulama di Banjar, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, selain bertemu Paus Fransiskus, Gus Yahya Staquf juga berkunjung ke beberapa lembaga dan pejabat Vatikan.

Mgr. Indunil J Kodithuwakku K. didampingi Romo Markus adakan pertemuan dengan Gus Yahya Staquf didampingi Uskup Agustinus Agus bersama rombongan, di Vatikan , Selasa (24/9/2019)

Sehari sebelumnya, Selasa (24/9/2019), Gus Yahya Staquf diterima Sekretaris Pontifical Council for Interreligious Dialogue (PCID) Mgr. Indunil J Kodithuwakku K.

PCID merupakan lembaga di bawah Takhta Suci Vatikan yang mengurusi kerja sama dengan agama-agama lain. Dalam pertemuan ini, Mgr. Indunil didampingi Romo Markus, pejabat PCID kelahiran Nusa Tenggara Timur (NTT). Romo Markus setiap berkunjung ke Indonesia selalu menyambangi PBNU.

Selanjutnyam Gus Yahya Staquf bertemu Presiden PISAI (Institut Kepausan untuk Studi Bahasa Bahasa Arab Klasik dan Islamologi atau Pontifical Institute for Arabic and Islamic Studies) dan Islamic Center di Roma.

Dalam pertemuan-pertemuan itu, Gus Yahya Staquf didampingi Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan Sekretaris Jenderal DPP REI Paulus Totok Lusida.

Mgr. Indunil J Kodithuwakku K.didampingi Romo Markus berfoto bersama dengan Gus Yahya Staquf dan Uskup Agustinus Agus beserta rombongan

Ikutserta Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, anggota DPD Terpilih dari Jogjakarta Gus Hilmy Muhammad, Habib Hilal Al Aidid, dan beberapa pengurus PP GP Ansor. Tampak juga sejumlah Imam Katolik  mendampingi Uskup Agustinus Agus.

Rabu (25/9/2019) Gus Yahya Staquf bertemu Paus Fransiskus. Pertemuan dilakukan disela-sela Audiensi Umum di Basilika Saint Petrus. Ia didampingi Uskup Agustinus Agus dan Sekjen DPP REI, Paulus Totok Lucida.

Dikesempatan itu, Gus Yahya Staquf menyerahkan dokumen hasil Munas Alim Ulama  ke Paus Fransiskus.

Gus Yahya Staquf didampingi Uskup Agustinus Agus ketika bertemu Paus Fransiskus, serahkan dokumen hasil Munas Alim Ulama, di Vatikan, Rabu (25/9/2019)

Satu di antara lima keputusan Munas adalah memutuskan menghilangkan sebutan kafir bagi warga negara Indonesia yang tidak beragama Islam (non-muslim).

”Keputusan itu diambil sebagai langkah untuk merekontekstualisasi pemahaman keagaman umat dan bangsa. Hal ini penting dilakukan untuk menghindarkan konflik atas nama agama ke depan,” ujar Gus Yahya Staquf.

Kata Gus Yahya Staquf, hasil Munas NU itu sejalan dengan Dokumen Persaudaraan Dunia yang telah ditandatangani Paus Fransiskus dan Grand Syeikh Al Azhar di Abu Dhabi.

Gus Yahya Staquf menyerahkan dokumen hasil Munas Alim Ulama kepada Mgr. Indunil J Kodithuwakku K. di Vatikan, Selasa (24/9/2019)

“Sebagaimana NU, dokumen itu sama-sama berasal dari spirit menciptakan dunia yang lebih damai,” kata Gus Yahya Staquf.

Seperti yang sudah diberitakan berbagai media di Indonesia, Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, mengusulkan agar NU tidak menggunakan sebutan kafir untuk warga negara Indonesia yang tidak memeluk agama Islam.

Tampak Mgr. Indunil J Kodithuwakku K. sedang berdialog dengan Gus Yahya Staquf yang didampingi Uskup Agus beserta rombongan

Sebutan kafir  dianggap mengandung unsur kekerasan teologis, karena itu para kiai menghormati untuk tidak gunakan kata kafir tapi Muwathinun atau warga negara, dengan begitu status mereka setara dengan warga negara yang lain.

Meski begitu, bukan berarti NU akan menghapus seluruh kata kafir di Al Quran atau hadis. Keputusan dalam Bahtsul Masail Maudluiyyah ini hanya berlaku pada penyebutan kafir untuk warga Indonesia yang nonmuslim.

PM- diolah dari berbagai sumber             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak