Satu Tahun Paroki Santo Yusuf Karangan

Kemandirian, kebersamaan, kedewasaan, dan kesehatian umat sebagai inti Gereja semakin tumbuh. Dalam keterbatasan tetap ada jalan, dalam ketidakberdayaan tetap ada kemampuan, dalam ketakutan tetap ada keberanian, dalam ketidakpastian ada pengharapan.

Senin 19 Maret 2018 Paroki SantoYosep Karangan genap berusia satu tahun.  Perayaan Ekaristi syukur Ulang Tahun Paroki dipimpin Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus  didampingi Pastor Ray Sales, OSJ (Pastor Paroki), Pastor Charlie Argenti, OSJ (Perwakilan Dewan Provinsial OSJ sekaligus mewakili Superior OSJ untuk merayakan ulang tahun pertama  paroki  Santo Yusuf), beberapa imam lainnya serta diakon Marsianus, CSE.

Setahun lalu, tepatnya tanggal 19 Maret 2017 Stasi Santo Yusuf Karangan – Mempawah Hulu memisahkan diri dari Paroki Santo Petrus dan Paulus Menjalin  dan memproklamasikan diri menjadi paroki yang mandiri.

Sebuah keputusan yang sangat berani dari Mgr. Agus mengingat keadaan yang masih serba terbatas dan konsekuensi-konsekuensi yang harus dihadapi tidaklah ringan. Gereja memang ada, pasturan juga sudah dibangun, namun mungkin sumber daya umat sehubungan dengan tata kelola paroki belum memadai, ditambah dengan wilayah yang amat luas, serta modal keuangan yang pas pasan, seakan-akan membuat masa depan ”si bayi Paroki Santo Yusuf Karangan” sangat suram.

Namun satu tahun sudah berlalu, kita semua bisa melihat bahwa bayi itu bisa tumbuh normal, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan terus merangkak meskipun pelan, ” pelan-pelan tapi berkembang”.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perjalanan yang pelan-pelan tersebut diwarnai dengan pergulatan dan ketegangan, capek dan lelah, makan hati dan perasaan, namun disisi yang lain, di saat yang sama kemandirian, kebersamaan, kedewasaan, dan kesehatian umat sebagai inti gereja semakin tumbuh.

Pada titik inilah umat Karangan pantas bersyukur kepada Tuhan yang telah memberkati dan mendampingi perjalanan semua umat sehingga dalam keterbatasan tetap ada jalan, dalam ketidakberdayaan tetap ada kemampuan, dalam ketakutan tetap ada keberanian, dalam ketidakpastian ada pengharapan. Itulah rahmat yang sungguh-sungguh nyata umat Karangan rasakan.

Nah, pada hari ulang tahun, tahun ini, tanggal 19 Maret 2018, apa yang bisa umat paroki Karangan renungkan lebih dalam?

Mengutip beberapa hal penting yang disampaikan Pastor Charlie Argenti, OSJ (Perwakilan Dewan Provinsial OSJ sekaligus mewakili Superior OSJ untuk merayakan ulang tahun pertama  paroki  Santo Yusuf) ketika menyampakan sambutan singkatnya di hari Ulang Tahun Paroki Santo Yusuf Karangan.

Pastor Charlie Argenti, OSJ  menyampaikan, bahwa tentu disamping ucapan syukur dan terimakasih atas rahmat Tuhan yang melimpah kepada kita semua, kita juga harus tetap merapatkan gerak dan memastikan arah. Membangun Gereja yang hidup merupakan arah perjalanan kita sebagai paroki. Arah tersebut, selama satu tahun ini telah kita perjuangkan bersama, dengan penekanan pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang dinamika Gereja.

Dikatakannya pula, pembangunan fisik dengan berdirinya pasturan rasanya sudah cukup dan sekarang memasuki tahap selanjutnya yaitu pembangunan umat. Arah dari pembangunan umat yaitu terwujudnya Gereja paroki Santo Yusuf Karangan yang hidup dalam arti yang sebenarnya.

“Cinta dan kerja keras yang telah diteladankan oleh Santo Yusup Pekerja yang juga pelindung paroki akan membuat umat tetap bersemangat, tidak mudah gentar dan melihat tantangan sebagai peluang indah yang harus umat isi bersama-sama menuju Gereja Karangan lebih menarik, simpatik dan dicintai,” ujar Pastor Charlie Argenti, OSJ.

Akhirnya, Pastor Charlie Argenti, OSJ  mengucapkan dirgahayu dan profisiat untuk ulang tahun yang pertama Paroki Santo Yusuf Karangan. Santo Yusuf, doakanlah kami semua. Amin.

Perayaan Ulang Tahun Paroki juga dirangkaikan dengan prosesi pelantikan prodiakon sebanyak 17 orang. Prodiakon akan menjadi asisten pastor dalam melayani umat di kampung-kampung. Proficiat

Paul_Komsos KAP

Tinggalkan Balasan