Kamis Putih di Katedral Pontianak

Misa bersama Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus dan Pastor Andre, OP

Saudara dan Saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Tri hari suci diawali dengan perayaan kamis putih yang merupakan perayaan malam perjamuan terakhir Yesus bersama dengan para muridnya. Demikian ungkap Mgr. Agus saat mengawali misa Kamis Putih di Gereja Katedral Paroki Santo Yosef Pontianak (29/3/2018)

Perayaan Kamis Putih sungguh menjadi sebuah kenangan bagi umat Katolik seluruh dunia. Sebab dengan perayaan inilah setiap saat sampai detik ini kita boleh merayakan Ekaristi perjamuan kudus yang merupakan kenangan perjamuan terakhir Yesus dengan para murid-Nya.

“Dengan perayaan Kamis Putih ini juga kita mengaktualisasikan kembali Yesus yang mencurahkan cinta kasihnya kepada umat manusia,” tegas Mgr. Agus.

Tuhan mencintai kita secara total kepada muridnya sampai kita saat ini.  Dalam Perjamuan malam terakhir itu Yesus menyatakan cinta kasihnya secara totalitas alias tak bersyarat kepada murid-muridnya dengan mencuci kaki para muridnya.

Pada jaman itu sampai saat ini,  pekerjaan mencuci kaki adalah pekerjaan budak yang paling rendah pada saat itu.  Sedangkan Yesus dikenal oleh murid sebagai Tuhan dan Guru, tetapi apa yang terjadi jika Tuhan atau Guru ini mencuci kaki para murid? Maka inilah tanda bukti bahwa Tuhan Yesus mencintai umat manusia.

Ribuan umat hadir ‘membanjiri’ basement dan ruangan dalam gereja Katedral Santo Yosef Pontianak. Misa dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus dan didampingi Pastor Andre, OP. Diiringi nyanyian dari Koor Gregorius Agung, Misa Kamis Putih  semakin semarak.

Total Tidak Bersyarat

Total tidak bersyarat untuk menjadi seorang pelayan. Semangat ini Tuhan Yesus contohkan kepada kita sampai saat ini,  bagaimana pentingnya untuk selalu merendahkan diri dan percaya bahwa untuk menjadi besar tentunya haruslah terlebih dahulu untuk melayani serta berani memberikan diri secara penuh, ujar Mgr. Agus.

Tuhan Yesus pada malam terakhirnya,  mengambil roti dan mengucap syukur serta memecahkan roti itu untuk dibagikan kepada para murid-muridnya,  dan Yesus juga membagikan anggur itu kepada semua muridnya, seraya berkata ; ‘Ambillah dan makanlah inilah Tubuh dan Darah ku yang diserahkan bagimu’, dan Yesus berpesan lakukanlah ini untuk mengenangkan daku.

Jadilah pelayan terdahulu, maka kamu akan menjadi besar, begitu pesan Mgr. Agus.

Semz_Komsos. KAP

Tinggalkan Balasan