Jamnas Sekami 2018 Siap Digelar

Jambore Nasional Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner Indonesia (JAMNAS SEKAMI) 2018 yang akan berlangsung pada tanggal 3-6 Juli 2018 mendatang mengusung tema: “Berbagi Sukacita Injil dalam Kebinekaan”.

Sekitar 1200 orang akan terlibat dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari anak-anak dan remaja serta para pendamping yang datang dari 37 Keuskupan di Indonesia. Pada pelaksanaannya nanti, para peserta akan ditempatkan dalam tiga kelompok besar dengan istilah ‘kampung’, yaitu : kampung Betlehem yang berlokasi di SD Melati, kampung Nazaret berlokasi di SMP Suster, dan kampung Galilea berlokasi di SMA Santo Paulus.

Uskup Agung Pontianak – Mgr. Agustinus Agus

Panitia Pelaksana melalui Direktur Diosesan (Dirdios) Keuskupan Agung Pontianak yang juga sekaligus Ketua Umum OC, Pastor Gregorius Sabinus, CP menyatakan sudah siap untuk menggelar Jamnas Sekami 2018 di Pontianak.

Katakan Pastor Gregorius, berbagai persiapan sudah dilakukan. Semua seksi-seksi yang ada di kepanitiaan dengan semangat militannya berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan tugas dari seksinya guna mensukseskan perhelatan Jamnas Sekami 2018.

“Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing turutserta membantu persiapan yang panitia lakukan. Panitia tidak dapat bekerja sendiri, pungkasnya.

Sementara Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus mengatakan bahwa JAMNAS SEKAMI akan menjadi wadah perjumpaan bagi anak-anak dan remaja serta para pendamping untuk berbagi dan merefleksikan hakikat Gereja yang diutus mewartakan sukacita Injil di tengah konteks kehidupan sehari-hari Indonesia yang ditandai dengan kebinekaan.

Mgr. Agus mengatakan kebinekaan dalam konteks Indonesia dapat diartikan sebagai perbedaan ras, suku, budaya, bahasa, agama, dan status sosial dalam masyarakat.

“Kebinekaan adalah kondisi riil masyarakat Indonesia , dan saya berharap segenap anggota Gereja dipanggil untuk hidup dalam kebinekaan itu,” ujar Mgr. Agus.

Jamnas Sekami 2018, lanjutnya, menjadi gambaran kebinekaan yang dihayati Geeja di Indoensia.

“Dan kita para orang tua mestinya bangga bahwa melalui Jamnas Sekami 2018 ini, anak-anak mau belajar menerima, menghargai, dan mencintai setiap perbedaan dari teman-teman mereka yang datang dari berbagai pelosok nusantara yang notabene berbeda suku, bahasa, dan budaya, “tandas Mgr. Agus.

Oleh karena itu, Mgr. Agus berharap pula para peserta Jamnas Sekami 2018 ini dapat menghidupi semangat SEKAMI, yaitu : doa, derma, kurban, dan kesaksian (2D2K) dalam konteks perbedaan  itu.

“Jadilah duta-duta kecil untuk kedamaian dan kebinekaan Indonesia,” tandasnya.

Diakhir perbincangan dengan Majalah DUTA, Mgr. Agus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota panitia dan semua pihak yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran serta dengan setulus hati secara bersama-sama sehingga Jamnas Sekami 2018 sudah siap untuk digelar di kota Pontianak.

Paul_Komsos KAP

rilis ini dimuat di media Lokal Harian Pontianak Post

terbit, 26 Juni 2018, hal. 9 dan www.terasborneo.com

Tinggalkan Balasan