TOMK VII Se-paroki Salib Suci Ngabang Rangkul OMK Menjadi Duta Ekologi.

Kerusakan lingkungan hidup di indonesia menjadi tantangan generasi muda untuk lebih berperan menjaga Negara ini agar Negara ini tetap nyaman untuk ditinggali bagi generasi selanjutnya. Jika sikap kepedulian lingkungan pada generasi muda telah hilang, maka krisis lingkungan hidup akan semakin parah dan bumi akan semakin tidak nyaman untuk ditinggali.

Aksi tanam pohon di area Gereja Santo Yosep Jelimpo yang merupakan salah satu wujud kepeduliaan OMK terhadap kelestarian alam.

Guna menyikapi masalah kerusakan ekologi yang terjadi secara global di Indonesia, khususnya di bumi Kalimantan Barat ini, Komisi Kepemudaan Paroki Salib Suci Ngabang mengelar kumpul massal Orang Muda Katolik dalam event akbar bernama Temu Orang Muda Katolik TOMK VII se-Paroki Salib Suci Ngabang. Temu Orang Muda Katolik TOMK 2018 kali ini mengusung tema “Membentuk Karakter OMK untuk Membangun Lingkungan Hidup”.

Perarakan menuju Gereja St. Yosep Jelimpo: RomoYosep Maswardi Pr selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak, pastor Barnabas Meriko, OFMCap, Pastor Orlando OSM, Pastor Yanto OFMCap, dan Pastor Dedy OFMCap dan Fr. Marselus OFMCap.

Menurut Pastor Barnabas Meriko OFMCap tema ini sengaja diangkat dalam ajang pertemuan antar OMK se-Paroki Salib Suci Ngabang karena sangat relevan dengan situasi alam bumi Kalimantan khususnya yang tengah mengalami kerusakan. “Orang Muda Katolik harus dibekali dengan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan bagaimana menghargai dan menjaga kelestarian alam. Mereka juga harus dirangkul untuk mau terlibat aktif dalam tindakan pemulihan kerusakan di bumi Kalimantan yang disebabkan oleh pertambangan, perkebunan sawit, pertanian monokultur, dan kegiatan sejenis lainnya,” ungkap Pastor Paroki Salib Suci Ngabang ini dalam sambutannya.

Prosesi penyambutan dengan tarian tradisional kemudian disusul dengan pancung buluh muda oleh Pastor Yosep Maswardi Pr selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak.

Agenda tahunan Orang Muda Katolik ini dilaksanakan di kuasi Jelimpo selama empat hari dari tanggal 28 Juni sampai dengan 1 Juli 2018. Panitia TOMK VII berhasil mengumpulkan 874 peserta dari berbagai stasi yang ada di wilayah Paroki Salib Suci Ngabang. Hadir pula kaum biarawan/biarawati (frater, bruder dan suster) yang menjadi pendamping rohani para OMK, tamu undangan dan tokoh masyarakat setempat.

Marching Band Gema Gita Permata dari Persekolahan Maniamas Ngabang.

Opening ceremony TOMK dimeriahkan oleh Marching Band Gema Gita Permata dari Persekolahan Maniamas Ngabang. Perarakan para imam, petugas liturgi, peserta TOMK dan segenap umat dimulai dari Pastoran menuju ke Gereja Santo Yosep Jelimpo. Sebelum memasuki gereja, terlebih dahulu dilakukan seremonial adat setempat  yaitu prosesi penyambutan dengan tarian tradisional kemudian disusul dengan pancung buluh muda oleh Pastor Yosep Maswardi Pr selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak. Dengan demikian secara simbolik kegiatan TOMK VII se-Paroki Salib Suci Ngabang resmi dibuka.

Suasana misa pembukaan TOMK VII di Kuasi Jelimpo.

Acara TOMK ini dilanjutkan dengan misa pembukaan yang dipimpin oleh RomoYosep Maswardi Pr selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak, didampingi oleh pastor Barnabas Meriko, OFMCap, Pastor Orlando OSM, Pastor Yanto OFMCap, dan Pastor Dedy OFMCap.

Perlombaan bola volly Putra, salah satu perlombaan yang memeriahkan TOMK VII se-Paroki Salib Suci Ngabang.

Kegiatan ngumpul bareng OMK se-Paroki Salib Suci Ngabang ini juga memiliki jargon yang menjadi penyemangat selama proses kegiatan TOMK ini berlangsung. “OMK Ngabang! Tew tewew wakawaka e e…….,” pekik seluruh peserta OMK penuh semangat. Guna menyemarakkan kegiatan ini, panitia menyuguhkan berbagai perlombaan dan acara hiburan seperti; lomba vocal grup, lomba karya tulis, seminar, pertandingan bola volly putra/putri, nonton bareng, tanam pohon, outbond dan malam gembira di temani api unggun.

Peserta Outbond dibagi menjadi beberapa kelompok.

Seluruh rangkaian kegiatan TOMK ditutup dengan misa yang dipimpin oleh Pastor Barnabas Merico OFMCap. Pastor Paroki Salib Suci Ngabang ini mengaku bangga dengan semangat OMK yang begitu antusias mengikuti kegiatan ini dengan tertib, aman dan sukses. Ia juga menyampaikan bahwa TOMK VII se-Paroki Ngabang tahun ini merupakan yang terakhir diadakan di kuasi Jelimpo. “Tahun Ini merupakan TOMK terakhir kita dengan Stasi Jelimpo. Kuasi Jelimpo akan menjadi Paroki mandiri dan kita mendukung agar paroki baru ini berkembang demi pelayanan kepada umat,” ungkapnya.

Malam gembira dengan mengelilingi api unggun yang menjadi malam puncak TOMK VII se-Paroki Salib Suci Ngabang.

By: Monik_Mad OMK Paroki Salib Suci Ngabang.

Tinggalkan Balasan