Kunjungan Uskup Keuskupan TNI/Polri Perkuat Iman Katolik sekaligus Menanamkan Kecintaan Kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi Prajurit TNI dan Polri di Kalbar

Kunjungan Pastoral Uskup Keuskupan Umat di Lingkungan TNI dan Polri, Mgr. Ignatius Suharyo ke Kodam XII/Tanjungpura, Polda Kalbar, Lantamal dan Lanud Supadio Kalimantan Barat, Selasa (17/7/2018) disambut oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustius Agus bersama Wakil Kapolda Kalbar, Brigjend Sri Handayani di ruang VIP Pangkalan TNI AU Supadio Pontianak berserta panitia dari TNI-Polri.

Mgr. Ignatius Suharyo tiba di Supadio disambut oleh Mgr. Agus dan Wakapolda Kalbar, Selasa (17/7/2018)

Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) ini datang didampingi Pastor Bantuan Militer TNI dan Polri (Pasbanmilpol) OCI, RD Rofinus Ronny Neto Wuli serta Staf Sekretariat OCI Redem Kono.

Usai makan siang, rombongan menuju ke Kodam untuk melakukan audiensi dengan Pangdam XII/Tanjungpura, Danlanud Supadio, Wadanlantamal serta pejabat kodam terkait.

Tiba di ruang Koridor Kodam, rombongan disambut dengan nyanyian rohani “Hidup ini adalah Kesempatan” yang dipersembahkan oleh koor anak-anak dari SD Sutser Pontianak.

“Kunjungan OCI dilakukan secara konsisten kepada para prajurit TNI/Polri beragama Katolik di seluruh Nusantara untuk menguatkan iman Katolik sekaligus menanamkan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), demikian ujar Mgr. Ignatius Suharyo membuka kata sambutannya.

Mgr. Ignatius Suharyo mengatakan, kunjungan ini untuk menanamkan semangat penanaman iman Katolik agar para prajurit mengabdi NKRI sebagai bagian dari perwujudan perutusan ke tengah tata dunia. Bahwa cinta kepada bangsa adalah bagian dari iman.

Pada kesempatan itu, Mgr. Ignatius Suharyo menjelaskan OCI sebagai satu-satunya keuskupan kategorial, sekaligus mempertegas komitmen militansi 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia, terutama agar para prajurit TNI dan Polri perlu menanamkan semangat melayani.

“Kita bersyukur bahwa Indonesia memiliki Keuskupan Militer dan di Asia hanya tiga Keuskupan Militer – Indonesia, Korea Selatan, dan Filipina,” kata Mgr. Ignatius Suharyo.

Kata, Mgr. Ignatius Suharyo, Pastoral di lingkungan militer dalam sejarahnya muncul di negara lain. Ini pada sekitar Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Waktu itu, tentara diutus ke medan perang. Nah, di situlah fungsi pastor militer, yakni untuk mendampingi tentara-tentara yang hendak diutus perang. Di Indonesia juga demikian.

“Dulu Keuskupan Militer, pastor militer itu memiliki fungsi untuk mendampingi tentara yang diutus berperang. Sekarang fungsinya berganti menjadi pelayanan, pastoral bagi mereka yang hidup di dunia militer, juga bagi keluarganya” ujarnya.

Di akhir acara audiensi, dilakukan penyerahan plakat OCI untuk menjaga tali silaturahmi kebhinekaan dan sekaligus ucapan terima kasih. Bahwa kebhinekaan dalam NKRI yang multikultural harus tetap bestari sepanjang zaman

Kegiatan Uskup OCI pada Selasa, (17/7/2018) ditutup makan malam dan ramah tamah OCI dengan Uskup Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan pejabat TNI/Polri serta Panitia yang beragama Katolik di ruang tamu Keuskupan.

Paul- Komsos KAP

 

 

 

Tinggalkan Balasan