Mgr. Agustinus Agus Pr Minta 4 Diakon dan 3 Imam Hendaknya Menjadi Teladan Bagi Kawanan Dombanya

“Jika pastor paroki seorang yang Kudus, maka umatnya akan menjadi suci; sebaliknya jika imam itu suam-suam kuku, maka umatnya akan menjadi buruk,” Demikian kata Mgr. Agustinus Agus Pr ketika berbicara di hadapan sekitar 2.000an umat yang hadir pada misa pentahbisan 4 Diakon dan 3 Imam pada 4 Agustus 2018 yang lalu. Mgr. Agustinus Agus Pr mengatakan bahwa panggilan seorang imam yang paling pokok pertama-tama adalah bahwa dia mampu memberikan teladan yang baik kepada umat yang ia layani. Sebab teladan seorang imam yang baik akan berdampak pula pada perkembangan iman dan prilaku umatnya.

Perayaan Ekaristi tahbisan diakon dan imam ini terjadi di Gereja Katedral St. Yosef Pontianak pada tanggal 4 Agustus 2018, bertepatan dengan peringatan wajib St.Yohanes Maria Vianney. Hadir pula di altar Uskup Agung Emeritus Mgr. Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap bersama 52 imam konselebran lainnya. Mereka ikut serta memberi dukungan moril dan spiritual kepada 4 diakon dan 3 imam dari tiga persekutuan religius yaitu Kongregasi Carmelitae Sancti Eliae (CSE), Ordinis Servorum Mariae/Ordo Hamba-Hamba Maria (OSM) dan imam diosesan atau imam Projo untuk menerima tugas khusus melalui Sakramen Imamat. Berikut profil singkat 4 Diakon dan 3 Imam:

  • Diakon Paulinus Surip Pr asal Paroki St. Yohanes Maria Vianney Serimbu Keuskupan Agung Pontianak. Motto Panggilan “Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku” (Ef. 3:7).
  • Diakon Valerius Hilarion Pr asal Paroki St. Yosep Pemangkat Keuskupan Agung Pontianak. Motto Panggilan “Inilah aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8b).
  • Diakon Josemaria Caritas CSE asal Paroki Gembala yang Baik Surabaya. Motto Panggilan “Jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan” (Roma 14:8).
  • Diakon Methoddius CSE asal Magelang. Motto Panggilan “Bagiku hidup adalah Kristus, Kristuslah yang hidup dalam aku” (Galatia 2:20).
  • Pastor Matius Pr  asal St. Pius X Bengkayang Keuskupan Agung Pontianak. Motto Panggilan “Hatiku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini” (Markus 8:2).
  • Pastor Marselinus M. Jano OSM asal Flores Keuskupan Ruteng. Motto Panggilan “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (Yohanes 15:4a).
  • Pastor Marsianus Iwan Setiawan CSE asal Paroki Kalvari Lubang Buaya Jakarta Timur. Motto Panggilan “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Matius 16:26).
4 diakon dan 3 imam baru dengan posisi meniarap lambang penyerahan diri kepada Kristus Gembala Utama.

Mgr. Agus mengajak seluruh imam yang hadir untuk meneladani Santo Yohanes Maria Vianney dalam menjalankan reksa pastoral di tengah umat yang dilayani.“Santo Yohanes Maria Vianney adalah seorang imam bersahaja yang menginspirasi banyak orang melalui hidupnya yang sederhana dan saleh. Diceritakan bahwa orang kudus ini tidak cerdas secara intelektual, namun mengapa Santo ini menjadi orang kudus dan bahkan menjadi pelindung para imam? Karena dia melayani bukan dengan intelektualnya tetapi dengan hati,” ungkap Uskup Agus mengakhiri homilinya.

Sebelum berkat penutup dibacakan penugasan untuk 4 Diakon dan 3 Imam baru berikut:

  • Diakon Paulinus Surip Pr menerima tugas diakonat di Paroki St. Yosep Pemangkat.
  • Diakon Valerius Hilarion Pr menerima tugas diakonat di Paroki St. Yosef Katedral Pontianak.
  • Diakon Josemaria Caritas CSE menerima tugas diakonat di Paroki St. Pius X Bengkayang.
  • Diakon Methoddius CSE menerima tugas diakonat di Paroki Simpang Tiga Bandol.
  • Pastor Matius Pr bertugas di Paroki St. Christoforus Sungai Pinyuh.
  • Pastor Marselinus M. Jano OSM bertugas di Kuasi Paroki St. Yosef Jelimpo.
  • Pastor Marsianus Iwan Setiawan CSE bertugas di Cikanyere Jawa Barat.

By: Sinta

Tinggalkan Balasan