Menyuarakan Kebenaran di Balik Lensa dan Ujung Pena, Mgr. Agustinus Agus Rangkul Para Jurnalis Katolik.

Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus Pr membuka pintu lebar-lebar  untuk para wartawan Katolik yang ada di tlatah KAP untuk menggalang sinergi bersama menyatukan tekad dalam mengemban misi pewartaan apostolik di era digital. Tekad itu terungkap dalam gathering perdana para wartawan katolik bersama Mgr. Agus di gedung Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Agung Pontianak pada tanggal 7 Agustus 2018. Tentu ajang tatap muka dan wawanhati para insan media bersama Mgr. Agustinus Agus ini tak akan terjadi jika Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) KAP tidak segera mengambil prakarsa positif. Begitu mendapat restu dari Uskup Agus, maka Romo Andreas Kurniawan OP, Ekonom KAP dan Paulus Mashuri, Ketua Komsos KAP segera mengundang para jurnalis Katolik  dari lintas media. Para jurnalis itu datang dari Tribun Pontianak, Pontianak Post; juga hadir jurnalis Ruai TV dan media daring/online lainnya.Tujuannya adalah membangun jaringan komunikasi yang intensif demi terlaksananya  tugas-tugas pewartaan  gereja melalui peluang-peluang yang tersedia diberbagai media.

Para jurnalis dari Tribun Pontianak, Pontianak Post; juga hadir jurnalis Ruai TV dan media daring/online lainnya.

Kegiatan wawanhati ini diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus Pr didampingi oleh Vikjen Keuskupan Agung Pontianak, Pastor William Chang OFMCap. Dalam homilinya Mgr. Agus mengatakan bahwa silahturahmi semacam ini merupakan momen yang perlu dirawat terus menerus, mengingat peran maha penting para insan media ini dalam kontribusinya mewartakan kebenaran. Uskup juga mengajak para jurnalis ini agar jangan lupa bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan talenta khusus sebagai pewarta.“Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena memberikan talenta khusus dan telah memilih kita untuk menjadi rasul khususnya di media surat kabar maupun online. Keberadaan dan sumbangsih yang anda tuangkan melalui goresan pena dan bidikan lensa sangat besar faedahnya bagi hidup menggereja dan masyarakat,” ungkap Monsinyur.

Lanjutnya lagi, “Sebagai penulis, anda menjadi migrant digital yang mewartakan kebenaran, ini selaras dengan tugas utama seorang Jurnalis yang sejatinya mewartakan kebenaran,” ungkap Uskup. Mgr. Agus juga mengatakan turut prihatin atas maraknya penyebaran hoax yang gesit berselancar di jejaring media sosial dengan share bait yang diramu sangat menarik terutama di bagian judul sebuah konten agar orang tertarik untuk membagikannya. “Media sosial jika salah guna akan menjadi sarana untuk membantu hoax menyebar lebih masif, di sinilah peran anda para wartawan untuk menjadi penangkal dengan mengedepankan kode etik jurnalistik dalam setiap bentuk pewartaan,” ungkap Mgr. Agus.

Saat ini, kata Uskup gereja mulai proaktif membuka diri untuk menggunakan media sosial sebagai sarana  evangelisasi  yang sangat membantu bagi perkembangan iman umat.  Persekutuan gerejawi mulai aktif menggali terobosan baru yang inovatif dan kreatif dengan aneka model pewartaan yang tersaji lengkap di aplikasi media sosial.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus Pr didampingi oleh Vikjen Keuskupan Agung Pontianak, Pastor William Chang OFMCap

Pleratus yang lahir di desa Lintang Sanggau Kapuas ini menyayangkan bahwa pola berpikir umat dewasa ini kerap keliru bahwa pewartaan itu hanya dilakukan dengan satu metode saja yaitu melalui pengajaran. Padahal pewartaan bisa terwujud melalui aneka karya pelayanan. “Mari flashback melihat kembali sejarah para misionaris zaman dulu. Mereka datang bukan langsung mengajar tetapi datang dengan membuka sekolah, dan rumah sakit. Setelah itu barulah mereka mengumpulkan banyak orang dan mulai menceritakan tentang siapaYesus itu,” pungkasnya. Namun Mgr. Agus berpesan bahwa pewartaan melalui karya pelayanan di sekolah maupun di rumah sakit yang sudah berlanjut dengan baik saat ini tetap berjalan di relnya melalui visi dan misi yang mencerminkan ciri khas katolik. “Mari kita belajar dari St. Dominikus yang tegas mewartakan Kristus melalui karya pelayanan khususnya pendidikan. Semangat pewartaan dari Santo pendiri Ordo Pewarta ini diaktualisasikan oleh para pengikutnya melalui karya pendidikan yang konsisten merawat spiritualitas berciri khas Katolik,” ungkapnya.

Setelah perayaan Ekaristi, acara kemudian berlanjut dengan makan malam dan sharing bersama Monsinyur Agus. Severianus Endi, freelancer Harian berbahasa Inggris The Jakarta Post mengatakan bahwa media katolik baik online maupun cetak perlu menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dengan media umum dan elektronik lainnya agar pemberitaan bisa meluas. Demikian juga hal senada diungkapkan oleh penulis. Dalam sharingnya ia mengatakan bahwa misi pewartaan pertama-tama ditujukan kepada umat katolik, namun tidak menutup kemungkinan bahwa pewartaan itu bisa dikonsumsi masyarakat luas. Biarawati kongregasi SFIC ini berpendapat bahwa pewartaan kabar gembira yang dilaksanakan secara partisipatif oleh Gereja hendaknya bersifat universal karena misi akan tercapai jika Injil kerajaan Allah diberitakan ke segala penjuru dunia dan menjadi saksi kebenaran bagi semua bangsa (Mat 24:7). “Target permisa bukan hanya umat katolik saja tetapi bisa juga masyarakat umum. Pewartaan itu harus universal,” ungkap penulis.

Kredit Photo: Tim Kreatif Komsos KAP

By: Sr. Maria Seba SFIC

Tinggalkan Balasan