Dongkrak Minat Menulis, Komunitas Sarang Kata KAP Gelar Pelatihan Jurnalistik Khusus OMK

Pada tahun 2011 UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pernah mengeluarkan data yang cukup mengejutkan, bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,0001%. Ini berarti dari seribu orang penduduk hanya satu yang memiliki minat baca. Bisa dibayangkan betapa rendahnya minat membaca di negara Indonesia ini. Selain itu menurut data statistik dari UNESCO, dari 61 negara, Indonesia menempati peringkat 60 dari total 61 negara. Melihat pada fakta di atas kita mengatahui bahwa begitu kurangnya budaya literasi pada masyrakat Indonesia.

Keprihatinan akan rendahnya minat membaca dan menulis di kalangan masyarakat Indonesia khususnya kaum muda saat ini, Komunitas Sarang Kata (KosaKata) Keuskupan Agung Pontianak tergerak hatinya untuk berpartisipasi aktif guna mendogkrak minat membaca dan menulis di kalangan kaum muda dengan mengadakan pelatihan jurnalistik. Diklat Jurnalistik  yang dilaksanakan di Aula Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Pontianak ini mengusung tema “ Kaum Muda Menulis Untuk Perubahan”.

Pelatihan Jurnalistik yang diikuti oleh 21 OMK Keuskupan Agung Pontianak.

Menurut Budi Miank, Kosa Kata berdiri kira-kira tahun 2012 dengan tujuan sebagai bentuk perhatian Komunitas ini terhadap kaum muda yang memiliki minat literasi yang sangat minim. Redaktur pelaksana harian Pontianak Post ini bersedia hadir di tengah kesibukannya untuk merangkul orang muda agar memiliki minat menulis yang berguna bagi pewartaan gereja di era digital. “Sulit mengajak anak muda untuk mau menulis, ada yang mau tapi sulit merawat,”ungkapnya. Katanya lagi, “Kami ingin orang muda katolik mulai menulis, karena peradaban kita sangat tertinggal dibandingkan daerah lain. Mimpi besar saya adalah akan muncul cikal bakal penulis apapun tulisan-tulisan itu nantinya,”ungkap penulis buku ‘Notonkng’ ini mengakhiri paparannya.

Narasumber Pelatihan Jurnalistik, Budi Miank, Redaktur pelaksana harian Pontianak Post dan Severianus Endi, Freelancer harian berbahasa Inggris The Jakarta Post.

Hadir pula Severianus Endi sebagai narasumber pelatihan jurnalistik yang diikuti oleh 21 OMK Keuskupan Agung Pontianak. Freelancer harian berbahasa Inggris The Jakarta Post ini memberikan materi Dasar-Dasar Jurnalistik dengan penuh semangat dan sesekali sesi diselingi ice breaking dengan mengajak para peserta bernyanyi sambil bergoyang. Metode ini digunakan Endi supaya peserta tidak bosan dan tidak lagi menganggap kalau seorang penulis itu selalu serius.

Kesan manis terungkap dari Chaterine Devinda Putri usai mengikuti pelatihan ini. Salah satu peserta pelatihan ini mengatakan bahwa ia sangat senang sekali karena dengan menulis ia bisa berkontribusi dalam pewartaan. Ungkapan senada juga dilontarkan oleh Bruder Hilarinus Krispinus Tampajara MTB. “Harapan saya semoga dengan pelatihan ini orang muda bisa menjadi pewarta yang mampu mengubah dunia melalui tulisan,”ungkapnya.

 

By: Leni & Fransiska

Tinggalkan Balasan