Komsos KAP Siap Jadi Tuan Rumah Pelatihan Literasi Media Bersama Kemenkominfo dan Komsos KWI

Media komunikasi sosial saat ini tengah mengalami metamorfosis yang sangat signifikan dengan didukung beragamnya perangkat cerdas seperti smarphones yang bisa memberikan kemudahan-kemudahan dalam layanan berkomunikasi. Penetrasi aneka platform media sosial ini juga sudah merambah ke berbagai kalangan tanpa membedakan strata sosial dan ekonomi. Lantaran tingginya penetrasi media komunikasi itu maka dampaknya pun semakin sulit terkontrol. Pesatnya gempuran informasi media yang sifatnya cepat, populis dan mudah diakses mengakibatkan banyak dijumpai berita bohong (hoaks). Maka dari itu penetrasi media yang semakin gencar dan bebas itu harus diimbangi dengan literasi media sebagai solusi cerdas untuk menangkal  dampak negative media.

Situasi inilah yang mendorong Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama KWI untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan “Literasi Media dan Bimbingan Teknis Media Sosial untuk Orang Muda Katolik” di sepuluh kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu kota yang didaulat menjadi tuan rumah workshop ini adalah Pontianak, Kalimantan Barat. Undangan penunjukan Keuskupan Agung akan menjadi tuan rumah pelatihan literasi media yang akan diselenggarakan pada tanggal 15-16 September 2018 ini disambut dengan gembira oleh Mgr. Agustinus Agus Pr, Uskup Agung Pontianak. Kabar gembira ini pun segera disampaikan oleh Monsinyur kepada Komisi Komsos KAP dan Komkep KAP untuk segera mengambil tindakan khususnya membentuk panitia lokal. Komsos KAP kemudian mengadakan rapat pembentukan panitia lokal yang terdiri dari 10 orang dan rapat koordinasi job desc panitia pada tanggal 27 Agustus 2018 yang lalu.

Demi suksesnya perhelatan kegiatan yang melibatkan OMK ini, pihak penyelenggara meminta kesediaan panitia lokal untuk mengundang 100 OMK tingkat keuskupan, yang menurun ke tingkat paroki dan stasi. Adapun tujuan kegiatan ini adalah guna menyiapkan generasi muda Katolik sebagai masyarakat Indonesia yang berpikiran positif. Generasi muda ini juga dibekali keterampilan agar bisa memproduksi konten kreatif dan positif berupa: tulisan, gambar dan video. Memperkuat, melindungi, dan mempertahankan konsensus berbangsa dan bernegara sesuai dengan empat pilar kebangsaan (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945). Menjadi orang muda Katolik yang mampu menjadi generasi yang bijak dalam menggunakan media sosial untuk kepentingan pewartaan dan kebangsaan. Membentuk jaringan kaum muda lintas suku, agama, ras dan antargolongan.

By. Sr. Maria Seba SFIC

Tinggalkan Balasan