Direktur Inteligen Densus 88 Rangkul 100 OMK GenPosting Pontianak Untuk Menangkal Radikalisme Melalui Media Sosial.

Merekatkan kembali nilai kebangsaan menjadi sebuah gerakan bersama seluruh bangsa Indonesia saat ini guna menangkal paham radikalisme yang  berupaya untuk memecah belah persatuan bangsa. Virus ‘mematikan’ mentalitas bangsa ini hendaknya menjadi musuh bersama yang harus diberantas. Pusaran paham/ideologi radikalisme kini melibatkan kaum muda sebagai target aksi brutal yang tak terbantahkan.

Mengapa yang menjadi target utama adalah kaum muda? Menurut Brigen Pol Ibnu Suhendra menjelaskan bahwa metode teroris menyebarkan ajaran mereka saat ini yaitu melalui internet. Konten radikal menyebar di internet diantaranya yaitu kitab ajaran yang nantinya akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia melalui media sosial. Selain itu, mereka juga menyebarkan Tabloid Teroris melalui internet.”Kaum muda menjadi target utama paham radikal ini karena kaum muda merupakan pengguna aktif media sosial, maka dari itu perlu diberikan edukasi dan pemahaman tentang bahaya radikalisme dan terorisme “ujarnya.

Brigen Pol Ibnu Suhendra berbicara tentang “Media Sosial dan Penyebaran Radikalisme di Indonesia” di hadapan 100 OMK Genposting Pontianak.

Pentingnya menumbuhkan kesadaran Generasi Muda Indonesia agar dapat terlibat secara massif untuk ikut menangkal gerakan radikalisme dan terorisme yang merongrong keutuhan bangsa saat ini, maka Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Komsos KWI menyelenggarakan kegiatan dengan tajuk “Generasi Positif Thinking” yang melibatkan 100 OMK sebagai peserta. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 15-16 September 2018 yang lalu.

Direktur Intelijen Densus 88, Brigen Pol Ibnu Suhendra menyampaikan pesan tangkal paham radikalisme melalui media sosial kepada Genposting OMK Pontianak di Wisma Immaculata.

Orang Muda Katolik yang berasal dari berbagai Paroki yang ada di wilayah Keuskupan Agung Pontianak ini sangat serius dan antusias mendengarkan paparan yang diberikan oleh Brigen Pol Ibnu Suhendra. Antusiasme peserta tampak dalam sesi tanya jawab, dimana banyak peserta yang bertanya terkait dengan materi tersebut. Sebagai salah satu narasumber kegiatan workshop Genposting, Direktur Intelijen Densus 88 ini berbicara tentang “Media Sosial dan Penyebaran Radikalisme di Indonesia”. Ia mengajak kaum muda untuk lebih proaktif dalam menyampaikan hal-hal positif yang mendukung nasionalisme di media sosial. Kita juga harus jeli mengamati orang-orang yang mengikuti ajaran terorisme, agar bisa lebih waspada,”ujarnya.

“Kaum muda menjadi target utama paham radikal ini karena kaum muda merupakan pengguna aktif media sosial, maka dari itu perlu diberikan edukasi dan pemahaman tentang bahaya radikalisme dan terorisme “ujar Brigen Pol Ibnu Suhendra.

Seminar yang dibawakan oleh Brigen Pol Ibnu Suhendra ini diakhiri dengan pembacaan 8 poin penting yang harus dilakukan guna menangkal penyebaran radikalisme di Indonesia. Ibnu meminta salah satu peserta untuk membacakan 8 hal tersebut: Gerakan Dialog Kebangsaan antar budaya anak bangsa untuk menciptakan keharmonisan, Mempelopori untuk menghargai perbedaan antar sesama, Cerdas dalam menilai kebenaran suatu informasi dan mencegah penyebaran hoax,  Aktif menyebarkan toleransi, pluralisme dan khebinekaan melalui media sosial, Mencegah ajaran kekerasan, OMK bersama seluruh masyarakat harus menjadi benteng pencegahan terorisme di Indonesia, Berperan aktif melawan propaganda radikalisme di media sosial, dan terakhir menggelorakan persatuan dan cinta tanah air berdasarkan pancasila dan UUD 1945 di Indonesia.

By. Sinta Komsos KAP

Tinggalkan Balasan