Siapkan Diri Menjadi Pemimpin yang Beriman dan Visioner, 144 OMK Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman Menggelar Retret Kepemimpinan.

Konsep kepemimpinan biasanya dikaitkan dengan konsep kuasa. Kuasa itu sendiri sering kali didefinisikan sebagai kapasitas untuk memengaruhi orang lain. Banyak orang yang menganggap dirinya sebagai pemimpin, baik di organisasi, rumah, sekolah, dan sebagainya. Meskipun konsep dan aksi kepemimpinan mereka sangat berbeda dengan konsep dan aksi kepemimpinan yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Akhirnya, banyak orang yang salah mengartikan sosok pemimpin tersebut. Mereka menjadi sosok yang bertindak sesuai keinginannya tanpa mendengarkan aspirasi dari orang lain.

Orang Muda Katolik (OMK) adalah calon pemimpin Gereja masa depan. Mereka yang akan menjadi penerus tongkat estapet kepemimpinan dalam Gereja sebagai kaum awam yang membantu para imam dalam mewartakan karya kasih Allah. Mereka akan turun dan terlibat aktif dalam organisasi maupun kegiatan Gereja, sebagai pemimpin maupun sebagai pelaksana yang baik. Pola kepemimpinan Yesus yang memimpin dengan kasih, bukan dengan ‘tangan besi’, menjadi teladan bagi segenap OMK Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman untuk mengadakan kegiatan Retret Kepemimpinan Kepengurusan Orang Muda Katolik (RKK OMK) dan Pembina Paroki St. Yohanes pahauman di Rumah Retret Laverna Sanggau pada tanggal 21-23 September 2018. Kegiatan ini diikuti oleh 144 peserta yang terdiri atas OMK dan pembina dari 13 wilayah Paroki Pahauman.

Pastor Yoseph Ekatom OFMCap selaku moderator OMK Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman hadir guna memberikan dukungan spiritual kepada para peserta retret.

Retret ini mengusung tema “Kepemimpinan Kristiani Pemimpin Visioner” dengan narasumber Pastor Aloysius Anong OFMCap. Di hadapan 144 OMK, Pastor Aloy mengatakan bahwa  seorang pemimpin kristiani harus memiliki visi, keberanian, dan kerendahan hati. Sebab pemimpin harus mampu memimpin, mengarahkan, membuka jalan, dan  melayani berdasarkan iman, pengharapan, dan kasih. Seorang pemimpin juga mampu menghadapi masalah dengan senyuman, bukan dengan menggerutu dan menyalahkan orang lain, tetapi mampu bertahan dan menyelesaikan masalah dengan baik. Oleh karena itu, pemimpin kristiani harus mampu berelasi pribadi yang kuat dengan Allah, menaruh harapan pada Allah, mampu mengasihi Allah di atas segalanya dan sesama seperti diri sendiri, jujur, dan adil, serta memiliki semangat kerendahan hati.

Hadir pula Pastor Yoseph Ekatom OFMCap selaku moderator OMK Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman guna memberikan dukungan spiritual kepada para peserta retret. Pastor Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman ini mengajak para peserta untuk mampu membawa perubahan dalam hidup menggereja khususnya bagi wilayah dan stasi masing-masing.“Saya berharap setelah mengikuti retret ini, teman-teman OMK mampu mengimplementasikan apa yang sudah didapat selama retret tiga hari,”ungkapnya.

Katanya lagi, “Niat untuk membawa perubahan bukan hanya sebuah rencana di atas kertas, melainkan perbuatan yang harus diwujudkan. OMK harus membuat komitmen bersama didampingi oleh pembina sebagai orang tua yang selalu terlibat aktif dalam setiap gerakan untuk kemajuan Gereja dan OMK,”ungkap Pastor Yoseph.

144 peserta yang terdiri atas OMK dan pembina dari 13 wilayah Paroki Pahauman mengikuti retret kepemimpinan di Rumah Retret Laverna Sanggau Kapuas.

Selain materi tentang kepemimpinan, para OMK juga mengikuti kegiatan lainnya seperti outbound yang diarahkan oleh Pastor Aloysius Anong OFMCap, Bruder Iqnazio dan para Postulat Kapusin Laverna. Mereka mengikuti outbond dengan penuh antusias dan ceria. Aan salah satu peserta retret kepemimpinan, memberikan kesan bahwa dia mendapat banyak pelajaran yang nantinya bisa ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.”Kami dilatih untuk tetap menjaga kekompakan, kesabaran, kejujuran, serta mampu mengendalikan keegoisan dan emosional masing-masing,” ungkapnya.

By. Pricilia Grasela_OMK Paroki St.Yohanes Pemandi Pahauman

Tinggalkan Balasan