Paroki Gembala Baik Libatkan OMK dalam Ibadat Transitus

Santo Fransiskus Assisi, Manusia Injili, orang kudus yang selalu menjadi inspirasi. Sosok karismatis yang rendah hati ini   meminta pengikutnya untuk selalu menjadi saudara sekalian makhluk, hamba dan pelayan sekalian orang. Hari ini, 3 Oktober 2018, keluarga besar fransiskan/franssikanes di seluruh dunia berkumpul untuk mengenang orang kudus pendiri ordo Fransiskan ini dalam ibadat transitus yakni ibadat tematis untuk memperingati wafat Santo Fransiskus. Transitus bagi para fransiskan/fransiskanes merupakan kesempatan untuk kembali merenung dan menimba spirit Si Miskin dari Asisi. Saat-saat terakhir jelang jemputan ‘Saudari Maut Badani’, demikian Fransiskus menyebut kematian, adalah waktu yang memilukan untuk para saudara namun sebuah suka cita besar untuk Bapa Fransiskus. Ia memberkati seluruh saudaranya, lalu sambil bernyanyi ia menyerahkan nyawanya kepada Tuhan.Peringatan wafatnya St. Fransiskus Assisi ini terjadi di beberapa Paroki khususnya Paroki Gembala Baik Pontianak. Hadir dalam ibadat transitus Uskup Agung Emeritus Mgr. Hieronymus Bumbun OFMCap, Pastor Paroki Gembala Baik, P. Leo OFMCap, P. Toni OFMCap dan P. Amandus Ambot OFMCap. Menurut P. Leo OFMCap transitus kali ini melibatkan OMK sebagai petugas liturgi, khususnya visualisasi tablo transitus. Pastor Paroki Gembala Baik ini mengatakan ada tiga alasan mengapa OMK dilibatkan dalam ibadat transitus ini. Pertama adalah mengingat Orang Muda Katolik adalah harapan bangsa Gereja yang akan menjadi penerus kehidupan dan pelaku dalam hidup menggereja. Kedua, tantangan hidup zaman ini seiring dengan berkembangnya IPTEK dan gaya hidup modern yang sangat sekular, hedonisme, konsumerisme dan budaya instan yg terkadang bisa mengancam kehidupan generasi muda jika tidak diimbangi oleh kehidupan iman dan moral yang baik. “Ini tidak berarti kita menyangkal manfaat positif dari IPTEk tersebut, tetapi perlu ada edukasi dan pendampingan agar kaum muda bijak dan dewasa dalam menyikapi semua perubahan melalui kecanggihan media sosial,”ungkapnya. Ketiga, dengan kegiatan tersebut OMK semakin teguh dalam imannya dan dapat menghayati imannya itu dalam tindakan yang nyata sebagaimana yg diteladankan oleh St Fransiskus Assisi dalam mengikuti Yesus Kristus, yang miskin dan tersalib,”ungkapnya.

sumber: P. Leo OFMCap, Pastor Paroki Gembala Baik

By. Sr. Maria Seba SFIC

Tinggalkan Balasan