Pesta St. Fransiskus Assisi: Wariskan Spiritualitas Persaudaraan Sejati di Zaman Modernisasi

Ketika dunia mengalami krisis keadilan, perdamaian dan lingkungan hidup secara global saat ini. Ketika hubungan kasih persaudaraan antar sesama terkontaminasi oleh kebencian, iri hati, keegoisan dan individualisme, St. Fransiskus menjadi sosok yang diingat. Ia bukan hanya sekedar seorang humanis dan pencinta lingkungan hidup, namun juga peranan pentingnya yang sedemikian besar bagi keadilan, perdamaian, persaudaraan dan keutuhan ciptaan, merupakan pancaran rahasia hubungannya dengan Allah, asal segala ciptaan termasuk manusia.

Sejumlah Ordo dan Kongregasi yang tergabung dalam komunitas Keluarga Fransiskan/Fransiskanes Pontianak (KEFRAP) pada tanggal 4 Oktober 2018 yang lalu merayakan pesta St. Fransiskus Assisi bersama.

Ia diakui sebagai tokoh yang dengan kesahajaan dan kedinaan mereformasi Gereja dari dalam. Maka ia seorang reformator pula. Meskipun ia hidup delapan abad silam, namun Si Miskin dari Assisi ini tetap menjadi mata air inspirasi yang tak habis-habisnya. Keteladanan dan spiritualitas orang kudus pendiri Ordo Fransiskan ini dirayakan oleh para pengikutnya di seluruh dunia setiap tanggal 4 Oktober.

Perayaan syukur mengenang kembali teladan dan spiritualitas Bapa Serafik juga terjadi di Pontianak. Sejumlah Ordo dan Kongregasi yang tergabung dalam komunitas Keluarga Fransiskan/Fransiskanes Pontianak (KEFRAP) pada tanggal 4 Oktober 2018 yang lalu merayakan pesta St. Fransiskus Assisi bersama. Agenda tahunan para Fransiskan/Fransiskanes Pontianak ini berlangsung dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus Pr, Vikjen KAP, P.William Chang OFMCap, Minister Provinsial Kapusin Pontianak, P. Hermanus Mayong OFMCap. Hadir pula di altar dua saudara Ordo Dominikan yakni, P. Edmund Nantes OP dan P. Andreas Kurniawan OP beserta Diakon Tjhen Pr dan Diakon Plasida OFMCap.

Romo Andreas Kurniawan OP membawakan homili pada pesta St. Fransiskus Assisi di Kapel Rumah Retret Tirta Ria.

Sesuai dengan tradisi yang terjadi di Eropa dan beberapa tempat lainnya, manakala Ordo Dominikan merayakan pesta maka yang membawakan homili adalah imam Fransiskan, begitu juga sebaliknya. Maka dalam kesempatan kali ini Romo Andreas Kurniawan dipercayakan untuk membawakan homili pada pesta St. Fransiskus Assisi di Kapel Rumah Retret Tirta Ria. Di hadapan para Fransiskan/Fransiskanes, imam Dominikan ini berkisah bagaiman sejarah hubungan persahabatan yang sungguh erat antara St. Fransiskus Assisi dan St. Dominikus.

Persahabatan sejati merupakan warisan St. Fransiskus dan St. Dominikus yang sampai kini masih dipelihara oleh para pengikutnya.

Menurut Romo Andreas, hubungan persahabatan antara St. Fransiskus dan St. Dominikus diumpamakan seperti hubungan saudara kembar. Layaknya kembar bersaudara dalam sebuah keluarga, mereka memiliki keunikan masing-masing. Berbeda tetapi punya satu kesatuan, punya kemiripan. Salah satu kisah yang mirip antara St. Fransiskus dan St. Dominikus adalah saat menjelang ajal. Seperti halnya St. Fransiskus ketika menjelang ajalnya dikelilingi oleh para saudaranya, begitu juga dengan St. Dominikus.

Begitu eratnya ikatan emosional antara dua orang kudus ini sehingga para seniman mengabadikannya dalam berbagai kisah dan gambar.

Dikisahkan pula dalam lagenda bahwa St. Dominikus menerima penglihatan seorang pengemis yang, seperti St. Dominikus, akan membuat hal-hal besar demi iman. Maka Dominikus bertemu dengan pengemis itu pada hari berikutnya. Dia memeluknya dan berkata, “Engkau adalah teman seperjalananku dan engkau harus berjalan bersama denganku. Bila kita tetap bersama, maka tidak ada kekuasaan duniawi ini yang mampu menghalangi kita.” Pengemis itu adalah St. Fransiskus dari Assisi.

Berbagi cerita di sela-sela Coffee Break.

“Betapa indahnya persahabatan antara St. Fransiskus dan St. Dominikus, dimana saat kembar bersaudara tinggal dalam satu kesatuan. Begitu eratnya ikatan emosional antara dua orang kudus ini sehingga para seniman mengabadikannya dalam berbagai kisah yang mirip. Juga dalam gambar-gambar, ikon-ikon dan simbol-simbol,”ungkap Romo Andreas OP.

Romo Ekonom KAP ini juga mengatakan bahwa hubungan persaudaraan yang dirajut dalam sebuah persahabatan kedua Santo ini kiranya menjadi permenungan bagi para pengikutnya untuk tetap melanjutkan tugas perutusan yang tanpa batas, keberpihakan kepada orang-orang kecil dan lemah. “Betapa hebatnya para pendahulu kita yang memberikan warisan dan teladannya kepada kita untuk terus merawat ikatan persaudaraan sejati dengan keunikan masing-masing namun punya kesamaan dalam satu kesatuan sebagai Fransiskan dan Dominikan,”ungkapnya.Hermanus Mayong OFMCap dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa sebagai Fransiskan dan Dominikan satu hal yang sangat perlu menjadi keutamaan dalam hidup yakni, persaudaraan. Minister Provinsial Kapusin Pontianak ini mengatakan bahwa fraternitas merupakan identitas dan keutamaan yang mampu menerobos segala batasan, sekat-sekat struktur-struktur membeda-bedakan status, kelas, suku, budaya, dan agama yang dijadikan alat oleh suatu mentalitas individualisme zaman kini. “Ketika banyak orang zaman modern ini mengagungkan kekuasaan, kekayaan dan kebebasan, maka para Fransiskan dan Dominikan tampil memberikan kesejukan, pengharapan dan kasih yang terpancar dalam persaudaraan sejati,”ungkapnya.

Postulan dan Novis Kongregasi Fransiskan Sambas menampilkan tarian pada acara malam hiburan.

Mgr. Agustinus Agus Pr dalam sambutannya juga mengatakan bahwa para Fransiskan patut berbangga karena memiliki seorang tokoh yang luar biasa seperti St. Fransiskus Assisi. Uskup berharap agar para Fransiskan/Fransiskanes sungguh-sungguh meneladani semangat St. Fransiskus Assisi. “Jika kita semua pengikutnya bisa seperti itu maka kita bisa mengubah dunia. Mari kita promosikan keteladan dan cara hidup St. Fransiskus melalui kesaksian nyata hidup kita masing-masing,”ungkap Mgr. Agus Pr.

Setelah berkat penutup seluruh keluarga besar Fransiskan/Fransiskanes dan tamu undangan diajak oleh panitia untuk bersama-sama menikmati santap malam dan hiburan yang dibawakan oleh setiap Kongregasi.

Kredit Photo By. Aldi & Afra Komsos KAP

Sr. Maria Seba SFIC

Tinggalkan Balasan