255 Calon Krisma Paroki Keluarga Kudus Mengikuti Seminar Kitab Suci Bersama RP.Georgius Paulus CSE

Bertempat di Aula Rumah Dinas Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat berlangsung seminar pendalaman Kitab Suci dengan tema “Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan”. Seminar yang dikhususkan bagi para calon krisma ini dibawakan oleh Romo Georgius Paulus Ferry Hartono, CSE.

Sebanyak 255 calon krisma yang berasal dari umat Paroki Keluarga Kudus mengikuti seminar yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan akan Kitab Suci. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 30 September 2018 dan dibuka dengan tarian pembuka yang dibawakan oleh OMK Paroki Keluarga Kudus.

Romo Georgius Paulus Ferry Hartono, CSE.

Menurut Romo Georgius Injil adalah Kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. “Dari ayat atau perikop-perikop yang kita temukan dalam Injil setiap hari, kita akan menyadari bahwa tujuan membaca Kitab Suci bukan hanya untuk dimengerti saja,  tetapi lebih dari itu yakni agar kita percaya dan diselamatkan,”ungkapnya.

Imam dari Kongregasi Carmelitae Sancti Eliae ini juga memaparkan bahwa pentingnya umat katolik memiliki kecintaan akan Kitab Suci. Sebab katanya, membaca Kitab Suci tanpa iman saja dapat mengubah hidup seseorang, apalagi membaca Kitab Suci didasari dengan iman. Dalam kesempatan ini pula Romo George menyampaikan keprihatinannya akan kurangnya minat membaca Kitab Suci khususnya di kalangan orang muda.”Saya banyak menemukan muda mudi zaman sekarang jarang membaca Kitab Suci, bahkan  tidak pernah membaca sekalipun,”ujar Pastor George.

Sebanyak 255 calon krisma yang berasal dari umat Paroki Keluarga Kudus mengikuti seminar yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan akan Kitab Suci.

Selain itu,  Pastor George juga mengajarkan kepada para peserta untuk berdoa Lectio Divina serta menjelaskan apa yang dimaksud dengan Lectio Divina. “Kita melakukan Lectio yaitu membaca sabda Tuhan, kemudian meditatio yaitu merenungkan sabda Tuhan berulang-ulang, sampai akhirnya ada satu kata yang menyentuh hati. Lalu oratio yaitu doa untuk menanggapi Sabda Tuhan. Kemudian Kontemplatio yaitu diam memandang Allah dengan penuh kekaguman,”ungkapnya.

Sebelum mengakhiri seminar ini, Romo George membagikan pengalaman kepada peserta yang hadir. “Dengan mendapat urapan Krisma,  kita diberi tanda bahwa Tuhan hadir dalam hidup kita. Dengan membaca kitab suci, Tuhan dapat hadir dalam hidup kita melalui kata-kataNya,”ungkapnya sembari menutup kegiatan seminar ini.

 

By. Sinta

 

Tinggalkan Balasan