Cara Umat Paroki Stella Maris Siantan Expresikan Cinta Perbedaan Pada Penutupan BKSN 2018

“Expresikan keberagaman dengan hati, sebab kalau hati berbicara, maka perbedaan dan kemajemukan menjadikan hidup lebih indah dan penuh sukacita”. Seruan ini didengungkan terus-menerus oleh seluruh umat di Paroki Stella Maris Siantan sepanjang perayaan Bulan Kitab Suci Nasional 2018 (BKSN). Ini semacam ‘Roh Pengerak’ yang mendorong seluruh umat untuk saling ‘menularkan’ nilai keberagaman yang luhur dalam hidup menggereja.

Kompak; Expresikan keberagaman dengan hati.

Dukungan dan partisipasi umat untuk mendukung tema BKSN 2018 “Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan” nampak pada penutupan BKSN yang berlangsung pada Minggu 30 September 2018 yang lalu di Paroki Stella Maris. Umat yang hadir mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa dan orangtua menggunakan kostum multi etnis yang ada di Indonesia. Warna-warni budaya ini merupakan expresi iman umat yang cinta perbedaan,  bukan menutup diri dan ekslusif.

Pastor Paroki Stella Maris, Romo Kornelius Kuli Keban MSC.

Penutupan BKSN 2018 dibawa dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Stella Maris, Romo Kornelius Kuli Keban MSC. Dalam homilinya Romo Kornelius MSC mengatakan bahwa Allah memanggil kita umatNya yang diciptakan berbeda-beda ini, untuk menghadirkan keindahan bukanya perpecahan. Cara pikir, cara pandang, perbedaan gaya hidup setiap orang harus dihargai, karena Allah menciptakan umatNya  memang berbeda  dan Allah mencintai semua ciptaanNya dalam keberagaman. “Jika Allah yang menciptakan manusia yang berbeda-beda itu mencintai perbedaan, apa sebabnya kita manusia ini juga tidak menaruh rasa cinta akan sesama kita yang berbeda,”ungkapnya.

Anggota Koor Lingkungan Paroki Stella Maris Siantan.

Untuk memeriahkan BKSN 2018 sepanjang bulan September, panitia menyuguhkan berbagai macam kegiatan yang telah dilaksanakan. Yakni, lomba koor antar lingkungan, lomba baca Kitab Suci, mewarnai, lomba bercerita dan seminar pendalaman Kitab Suci. “Perlombaan dibagi dalam beberapa kategori mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMA, OMK, dan orangtua,”ungkap Romo.

Lomba Mewarnai kategori tingkat PAUD.

Perhelatan kegiatan BKSN yang telah berlangsung selama satu bulan ini, mendapat kesan positif dari Romo Kornelius, bahwa umat Paroki Stella Maris sudah mulai aktif dalam hidup menggereja. Romo mengaku bangga dan senang dengan umat yang mandiri, punya inisiatif dan kreatif dalam pelayanan membantu Pastor Paroki. “Harapan saya semoga ke depannya semakin banyak umat yang terlibat dalam kegiatan- kegiatan Gereja lainnya seperti Natal dan Paska,”ungkapnya.

 

Lomba Bercerita tingkat SD, SMP.
Kategori OMK dan orangtua.

By. Anton Komsos KAP

Tinggalkan Balasan