Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Bapak-bapak Katolik KAP Bertemu untuk Merajut Kebersamaan Menjadi Agen Perubahan

Tanggal 26-28 Oktober  2018 lalu, bertempat di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Menjalin telah dilangsungkan Pertemuan Bapak-bapak katolik (Bapakat) se-Keuskupan Agung Pontianak.

Hadir para utusan dari 29 paroki yang dibagi dalam tiga dekanat, yaitu : dekanat kota, dekanat Singbebas dan dekanat Landak.

Dekanat Kota meliputi : Paroki Santo Yosep Katedral, Paroki Santa Sesilia, Paroki Stella Maris Siantan, Paroki Keluarga Kudus Kota baru, Paroki Gembala Baik Senghi, Paroki Santo Agustinus Sungai Raya, Paroki Bunda Maria Jeruju, Paroki Santo Hieronimus Tanjung Hulu, Paroki MRPD Pancasila, Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang.

Usai misa pembukaan yang dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus dilakukan pemukulan gong  tanda dimulainya pertemuan Bapakat KAP 2018

Dekanat Singbebas meliputi : Paroki Santo Fransiskus Asisi Singkawang, Paroki Santa Maria Nyarumkop, Paroki Santo Yosep Pemangkat, Paroki Kristus Raja Sambas, Paroki Santo Pius X Bengkayang, Paroki Santo Yosep Samalantan, Paroki Santo Petrus Sanggau Ledo, Paroki  Santo Mikael Jagoi Babang.

Dekanat Landak meliputi: Paroki Santa Theresia Delta Kapuas Rasau Jaya, Paroki Santo Christophorus Sungai Pinyuh, Paroki Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus- Bandol, Paroki Santo Petrus dan Paulus Menjalin, Paroki Salib Suci Ngabang, Paroki Santo Yohanes Maria Vianny Serimbu, Paroki Yohanes Pemandi Pahauman, Paroki Santo Agutinus dan Matius Darit, Paroki Santo Fransiskus Asisi Pakumbang, Paroki Santo Yusuf Karangan, Paroki Mater Dolorosa Jelimpo.

Mgr. Agustinus Agus dalam acara pembukaan mengajak umat Katolik untuk menjadi agen perubahan di masyarakat. Umat Katolik harus memberi cahaya dan rasa bagi lingkungannya.

suasana saat acara pembukaan

“Bapak-bapak Katolik adalah sebagai kepala, motor penggerak, dan imam dalam keluarga. Harus bisa berperan sebagai garam dan terang. Memberi rasa dan terang bagi sesama dan lingkungan,” ujar Mgr. Agus.

Mgr. Agus menyebut kehidupan menggereja harus dimulai dari diri sendiri. Bapak-bapak Katolik menurut Mgr. Agus, harus harus yakin dalam menanamkan nilai kebaikan. Bukan hanya sebatas kata-kata, tapi juga perbuatan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai wadah untuk mengembangkan dan menguatkan iman bersama. Bapak-bapak Katolik harus mampu mengontrol keluarga khususnya anak-anak terutama di dalam pergaulan. Jangan sampai anak-anak kita terjerumus bahaya narkoba karena pergaulan bebas,” ujarnya berpesan.

RD. Herbertus Hermes Abet (Pastor paroki Santo Petrus paulus Menjalin) – memimpin doa pelepasan prosesi perarakan saat pembukaan kegiatan Bapakat KAP 2018

Pastor Paroki Lukas Ahon menyebut pertemuan Bapakat sebagai momentum pembinaan dan merajut kebersamaan antar bapak-bapak Katolik se-Keuskupan Agung Pontianak.

“Penting untuk merajut persatuan dan kebersamaan bagi bapak-bapak Katolik, dalam melaksanakan perutusannya sebagai anggota Gereja guna menunaikan kerasulan mereka baik dalam bidang rohani maupun di bidang duniawi,” singkat Pastor Lukas. (PM)

Kredit Photo : Rudy Jacobs Kurniawan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *