Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Persekolahan Katolik SMA Amkur Sungai Pinyuh Gelar Retret Multi Intelegensi Jelang Ujian Nasional

Pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk diperoleh anak-anak ataupun orang dewasa. Pendidikan menjadi salah satu modal atau bekal bagi seseorang agar dapat berhasil dan mampu meraih kesuksesan dalam kehidupannya. Untuk meraih cita-cita maka orang harus memiliki kecerdasan-kecerdasan tertentu sebagai pendukung dalam meraih impian. Kecerdasan yang dimaksud di sini adalah kecerdasan majemuk atau sering dikenal dengan Multiple Intelligences. Multiple Intelligences yang diperkenalkan oleh Howard Gardner padan tahun 1983 ini mencakup delapan kecerdasan itu yakni aspek kinetis, musical, visual-spatial, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis (Kompas, 6 Agustus 2003) pada dasarnya merupakan pengembangan dari kecerdasan otak (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ).

Menyadari pentingnya membekali generasi penerus bangsa ini dengan keerampilan dan akhlak yang luhur, Managemen Persekolahan SMA Amkur Sungai Pinyuh mengadakan retret menjelang Ujian Nasional untuk kelas XII IPA/IPS. Didapuk sebagai narasumber retret yang bertajuk Multiple Intelligences, Br. Agus MTB mengatakan bahwa “Tidak cukup hanya menonjol dalam bidang Akademik saja, siswa-siswi juga harus memiliki keterampilan dan kecerdasan lainnya salah satunya adalah kecerdasan emosional yang menjadi pemicu jalan pikir dan aktivitas bekerja sehari-hari,”ungkap Bruder Agus.

Narasumber retret bertajuk Multiple Intelligences, Br. Agus MTB.

Dalam kesempatan ini pula Bruder dari Kongregasi Maria Tak Bernoda ini menyampaikan tujuan dan makna retret kepada para peserta. Menurut Bruder Agus, retret ini adalah wadah untuk merenung, menyendiri sejenak, dan mawas diri dari hiruk-pikuk dunia yang tengah dilanda tsunami informasi. “Semakin banyak informasi yang masuk dalam pikiran siswa-siswi, sebenarnya itulah yang menjadi pemicu kebingungan dalam mengambil keputusan,”ungkapnya.

Hadir pula dalam retret tersebut Suster perwakilan dari pengurus Yayasan Persekolahan SMA Amkur, Suster Dela KFS sebagai pendamping para peserta. Suster Kongregasi Fransiskanes Sambas ini mengatakan bahwa memberikan penyegaran rohani kepada siswa/siswi seperti retret atau rekoleksi merupakan tradisi turun-temurun.“Kami sering mengadakan retret khusus untuk siswa/siswi SMA Amkur Sungai Pinyuh, berhubung juga kebiasaan Yayasan Persekolahan Katolik untuk memberikan kesempatan bagi siswa dalam mengembangkan Kecerdasan Spritual, Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual yang mungkin ada dalam retret,”ungkapnya.

Antusias para peserta retret yang terdiri dari siswa/siswi kelas XII IPA/IPS.

SMA Amkur asuhan para suster KFS ini dalam perkembangannya terus melakukan pembenahan baik dalam pembangunan gedung, fasilitas maupun Sumber Daya Manusianya. “Kebiasaan yang baik ini sengaja dibentuk supaya ada perkembangan dari tahun ke tahun. Untuk mencerdaskan orang bukan hanya melihat sisi akademisnya saja, melainkan juga penting memperhatikan aspek kecerdasan dalam mengolah emosi dan spiritualnya,” ungkap Sr. Dela KFS.

By. Semz Komsos KAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *