Jl. Arif Rahman Hakim No.92 Pontianak email@kap.or.id +62 561 732382

Hormati Pendahulu, Mgr. Agustinus Agus Pr Pugar Makam Uskup Pertama KAP, Mgr. Jan Pacificus Bos OFMCap

Tradisi memberikan penghormatan kepada pendahulu atau leluhur, sanak keluarga yang sudah meninggal mendapat sokongan pada prinsip dasar  dari ajaran Gereja Katolik yakni mendoakan jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal merupakan kepercayaan iman adanya Persekutuan Orang Kudus yang tidak terputuskan oleh maut. Kita tergabung dalam satu persekutuan orang-orang kudus, karena kita semua adalah anggota Tubuh Kristus yang diikat oleh kasih persaudaraan yang tak terputuskan oleh maut, sebab Kristus Sang Kepala, telah mengalahkan maut itu bagi keselamatan kita.

Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus Pr berdoa di depan makam Uskup pertama Kalimantan Barat, Mgr. Jan Pacificus Bos OFMCap.

Menurut Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, memberikan penghormatan kepada para leluhur bentuknya bermacam-macam, misalnya dengan menyimpan foto dan membuat lukisan atau pigura. Uskup metropolit ini mengungkapkan penghormatan kepada pendahulunya yang sudah meninggal dengan cara memugar makam Uskup pertama Kalimantan Barat, Mgr. Jan Pacificus Bos OFMCap. “Nafas dan denyut nadi pelayanan serta cikal bakal berdirinya Keuskupan Agung Pontianak ini berkat jasa beliau, maka sudah sepantasnya saya sebagai Uskup yang meneruskan warisan pelayanan di Keuskupan ini memberi penghormatan atas jasa-jasa almarhum,”ungkap Mgr. Agus.

Pemberkatan makam Mgr. Jan Pacificus Bos OFMCap oleh Pastor Paroki St. Yosef Katedral, RD. Alexius Pr.

Pemugaran makam Mgr. Jan Pacificus Bos OFMCap dan renovasi makam yang berlokasi persis di samping kompleks Susteran SFIC dan Rumah Retret “Wisma Immaculata” SFIC di Jl. AR Hakim ini terealisasi berkat prakarsa Dewan Kuria KAP, Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan KAP dan seluruh umat. “Hati saya tergerak untuk membenahi makam Uskup Pasifikus Bos, makam para Pastor, Bruder dan Suster Misionaris dan makam-makam umat lainnya karena melihat pemakaman yang menjadi tempat ziarah umat setiap tahun selama ini kumuh dan tidak terawat. Selain itu gerakan renovasi ini juga sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan berkat melalui para pendahulu kita,”ungkapnya.

Berdoa dan menyalakan lilin di makam Mgr. Jan Pacificus Bos OFMCap.

Kini kompleks pemakaman yang setiap tahun berlangsung upacara pemberkatan makam ini mulai tampak cantik, bersih dan rapi dalam proses renovasinya. Di sinilah pada tanggal 2 November  2018 kemarin berlangsung seremonial ibadat pemugaran makam Mgr. Jan Pacificus Bos OFMCap dan pemberkatan makam umat beriman. Sebenarnya ibadat pemberkatan dan pemugaran ini dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus Pr, namun berhubung pada saat itu beliau masih dalam perjalanan pulang setelah menghadiri  Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) di Ambon, maka ibadat dipimpin oleh Pastor Paroki St. Yosef  Katedral, RD. Alexius Pr. Hadir pula Minister Provinsial Ordo Kapusin Pontianak, RP. Hermanus Mayong OFMCap, Ekonom KAP, RP.Andreas Kurniawan OP dan RP.Yosef Maswardi Pr. Namun Bapak Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus Pr baru berkunjung pada malam menjelang penyalaan 1000 lilin yang dinyalakan di seluruh makam.

Aksi penyalaan 1000 lilin di seluruh makam.

Dalam ibadat yang berlangsung pada pukul 16.00 WIB ini, RP. Alex Pr mengundang perwakilan dari masing-masing tarekat untuk maju ke depan altar. Dari Kongregasi hadir Pemimpin Umum Bruder MTB, Br.Rafael MTB, Pemimpin Umum Kongregasi Suster SFIC, Sr. Adriana Toni SFIC, dan dari Kongregasi Suster SMFA diwakili oleh Sr. Kresentia SMFA.

Sebelum prosesi pemberkatan seluruh  makam dan penyalaan seribu lilin, dibacakan sejarah singkat profil Mgr. Pacificus Bos OFMCap serta kiprah karya pelayanannya sebagai sebagai Praefek mulai kurun waktu 10 April 1905–13 Maret 1918 dan kemudian sebagai Vikaris Apostolik Borneo Belanda kurun waktu 13 Maret 1918–1933. Profil  Mgr. Pasifikus Bos dibacakan oleh RP. Andreas Kurniawan OP.

Pembacaan Profil Mgr. Pasifikus Bos oleh RP. Andreas Kurniawan OP.

Berdasarkan buku sejarah karya P. Amantius OFMCap, terdapat kutif langsung yang mengungkapkan keinginan Mgr. Pasifikus Bos dalam usahanya untuk melakukan karya misi, lansung terjun membuka pelayanan pastoral tetap di Pontianak; “Sekarang saya berencana untuk mendirikan di Pontianak sebuah gereja,  juga gedung sekolah dan rumah untuk anak-anak yatim piatu. Perlu juga sebuah lapangan untuk kuburan. Segala-galanya bersama-sama sangat mahal, sebab tanah di Pontianak tidak murah; Allah hendak membantu kami. Saya tahu bahwa hasil kerja di kota ini besar sekali, sehingga perlu seorang misionaris berumah di sini. Para penderma di Nederland pasti mau menolong dengan doa dan sumbangan mereka. Upah seorang misionaris pasti besar adanya, namun yesus berkata juga: Barangsiapa menyambut seorang rasul, ia akan menerima upah seorang rasul” (P. Amantius:10).

“Akhirnya, Mgr. Pasifikus Bos berencana membiyai pembangunan gereja, sekolah dan tempat makam ini, tempat kini beliau dimakamkan. Kita bersyukur kita hari ini bersama-sama dan sudah saatnya kita mengenang jasa-jasa mereka yang mereka wariskan kepada kita untuk dilanjutkan,’ungkap RP. Anderas OP.Ungkapan untuk menaruh rasa hormat dan ungkapan syukur dan terima kasih kepada para pendahulu juga diungkapkan oleh Minister Provinsial Ordo Kapusin Pontianak, RP. Hermanus Mayong OFMCap. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa berziarah dan berdoa di makam pada hari Peringatan  Arwah Semua Orang Beriman ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pendahulu.  “Kini Makam disini sudah kelihatan  lebih indah. Semoga keindahan ini membuat kita tidak takut menghadapi kematiaan sebab kita percaya melalui kematian kita akan memperoleh kesempurnaan hidup bersama Allah yang kita sembah, Allah yang kita cintai,”ungkapnya sembari mengajak seluruh umat yang hadir untuk memelihara keutamaan yang baik dalam hidup yang akan menghantar kita kepada kehidupan yang kekal.

By. Sr. Maria Seba SFIC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: