Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Belum Move On Jamnas Sekami 2018

Menguatkan Bibit menjadi Imam Kapusin, kata Heri.

Nama lengkapnya Heri Fernando, seorang PPA di Paroki Sambas, sekarang sedang duduk dikelas VIII SMP Amkur Sambar. Belum lama ini, Jamnas Sekami 2018 telah selesai, namun dalam hatinya masih ada kenangan indah yang akan sulit dilupakan oleh Heri.

Heri Fernando – PPA Paroki Sambas- Peserta Jamnas Sekami 2018

Masih belum bisa move up dari Jambore Nasional Kak, kata Heri Fernando perwakilan dari Paroki SAMBAS.

Ya, hari selasa tanggal 06 November 2018, awalnya hanya mau bertemu dengan Pastor Ferdinand, OFMCap dari Sambas. Ada keperluan sebentar mengenai urusan paroki saja. Setelah bertemu dengan Sinfu alias Pastor, kebetulan ia mengajak tim OMK-nya juga sekalian untuk turun ke Pontianak, sekalian jalan-jalan, kata Pastor.

Eh, nampaknya saya pernah ketemu koko deh, tapi dimana ya? Dengan sedikit ragu-ragu heri tanya kepada saya (Tim Komsoskap- Dokumentasi Jamnas Sekami 2018 KAP), koko yang kemarin dokumentasi Jamnas Sekami di Pontianak kan? Tanya Heri.

Oh iya, kata ku. Jadi bagaimana, apakah senang? Atau masih belum bisa move on? Tanya ku.

Iya ko, saya masih belum move on, pokoknya masih rindulah dengan mereka. Teman-teman yang saya temui pokoknya masih ingat semua, ada yang dari Antambua, Bandung, teman-teman Keuskupan Agung Pontianak, dan masih banyak lagi. Sedih banget rasanya berpisah dengan mereka, kata Heri.

 

Banyak hal yang saya dapat dalam Kampung Nazaret saat itu. Suka dan duka yang bisa saya rasakan membuat saya tidak bisa lupa akan kejadian itu. Kami dalam kampung Nazaret berjumlah 26 orang dari berbagai latar belakang dan membuat kami bisa salinng shareing dan saling bercerita satu dengan yang lain. Ada yang bicara mengenai cita-cita, ada yang bercerita mengenai tentang keluarga, ada juga yang bercerita kisah-kisah sedih bahkan sampai cerita yang lucu. Pokoknya asik bangetlah karena dengan ini saya bisa dapat pengalaman baru dari teman-teman keuskupan lain, ungkapnya.

Pendamping rohani kami saat itu ada Pastor ferdinand dan Sr. Usula, sedangkan kakak Angles yang ikut dalam mendampingi kami ada kak Albert dan kak Cherly, mereka baik banget dengan kami. Sabar mendampingi dan mau mendengarkan kami saat kami mau bercerita, Jambore Sekami 2018 ini merupakan suatu berkat bagi saya, karena bisa bertemu dan belajar hal baru, tambahnya.

Wah, jadi harapan mu kedepan mau jadi apa dex? Kata ku.

Dari kecil saya mau jadi Pastor Kapusin, pokoknya rasanya asik aja jadi pastor. Jubahnya bagus, bisa untuk topi, warnanya coklat dan mau melayani Tuhan, kata Heri dengan Polosnya. Hidup itu untuk melayani, maka saya mau melayani seperti Tuhan Yesus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, sambil menutup pembicaraannya.

Jamnas Sekami 2018 memang sudah berlalu, namun benih yang sedari kecil ia rasakan mulai kembali dipupuk dan semakin meyakinkan Heri Fernando untuk mau melanjutkan sekolanya di Seminari Tinggi. Semoga !!!- By. Semz_Komsoskap.

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *