Mon. Nov 18th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Siapkan Diri Menjadi Pewarta Digital Gereja, 54 OMK Pontianak Ikut Workshop Volunteer Komsos KAP

Orang Muda Katolik adalah duta pewarta gereja masa depan. Mereka akan terlibat  aktif dalam organisasi maupun kegiatan gereja sebagai pewarta maupun  pelaksana yang baik dan kreatif. Pola pewartaan Yesus yang penuh cinta kasih dan perdamaian menjadi inspirasi bagi Komisi Komunikasi Sosial KAP untuk mengadakan kegiatan volunteer komsos KAP di Gedung Pasifikus, Paroki Santo Yosef Katedral Pontianak pada hari Selasa, 20 November 2018. Kegiatan  yang mengusung tema “Kreasi Cerdas OMK Jadi Pewarta Digital” ini diikuti oleh 54 OMK Keuskupan Agung Pontianak.

Romo Andreas Kurniawan OP.

Kegiatan yang bertujuan agar OMK siap menjadi pewarta digital gereja yang selalu mengedepankan cinta kasih dan perdamaian ini mendapuk dua narasumber yakni Romo Andreas Kurniawan OP dan Sr. Maria Seba SFIC. Workshop ini diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Sr. Maria Seba SFIC. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi pembuka yang dibawakan oleh Romo Andreas Kurniawan OP. Imam Ordo Dominikan ini menegaskan bahwa komunikasi sosial adalah tempat dimana orang-orang menyampaikan pengalaman atau hal baru yang mereka alami.

Sr. Maria Seba SFIC.

“Bagaimana cara kita menyampaikannya dengan cara baru?”tanya Romo Andreas kepada peserta. Caranya adalah OMK dapat memanfaatkan media sosial untuk mewartakan pengalaman atau kabar baik sehingga dapat membuat si pembaca merasakan sukacita dan damai bukan sebaliknya.”Kalau Anda menyampaikan kabar buruk, berarti Anda menunjukkan dirimu buruk, begitu sebaliknya. Maka mari kita sebarkan kabar baik yang membawa sukacita dan damai,”pesan Romo Andreas kepada OMK.

Materi kedua dibawakan oleh Sr. Maria Seba SFIC. Biarawati yang hobi menulis ini membahas bagaimana teknik dasar menulis berita yang baik dengan menggunakan model piramida terbalik yang terbagi atas judul, kepala, tubuh dan ekor. Dimana bagian kepala memuat informasi penting yang mencakup pola 5W+1H. Kemudian di bagian tubuh memuat informasi penting pula tetapi berperan sebagai informasi pendukung, dan yang terakhir adalah bagian ekor  yaitu memuat informasi yang kurang penting atau informasi tambahan.

Dinamika kelompok untuk melakukan praktek menulis berita singkat yang dibimbing langsung oleh narasumber.

Dalam kesempatan ini juga Suster  Seba  membagikan pengalaman pribadinya menjadi seorang penulis di media katolik online maupun media cetak untuk memotivasi OMK sehingga tergerak hati dalam pewartaan karya Allah melalui tulisan. “Menulis itu proses kreatif yang panjang waktunya tidak bisa jadi pintar hanya sehari. Suster butuh waktu “jam terbang” melalui proses Try and Error selama 1,5 tahun untuk itu,”ungkapnya.

Biarawati Kongregasi SFIC ini mengajak peserta jangan takut menulis selagi ada mentor/editor yang akan membimbing, mengarahkan. “Jika teman-teman sudah pintar menulis, maka menulis itu ibaratkan “mengkonsumsi narkoba” candu , makin sering menulis, makin mengasyikkan dan pengin terus dan terus,”ungkapnya mengakhiri materi.

Sebelum pulang panitia panitia membagikan sertifikat serta buku panduan bermedsos dari Komsos KWI kepada seluruh peserta.

Setelah itu, peserta diarahkan oleh panitia masuk dalam dinamika kelompok untuk melakukan praktek menulis berita singkat yang dibimbing langsung oleh narasumber. Peserta dibagi dalam lima kelompok dengan tugas yakni membuat  judul artikel yang “Sexi Eyes Catching” dalam Kegiatan Volunteer  ini. Kemudian membuat caption/artikel singkat dengan satu buah photo kegiatan dan diposting ke akun Instagram peserta dengan memberi hastag atau tag akun instagram volunteerkap.

Kami, OMK siap menjadi volunteer komsos KAP yang akan mewartakan kabar baik yang terjadi, baik di Sekolah maupun di Paroki melalui tulisan, foto dan video.

Setelah sesi materi selesai, kegiatan ini dilanjutkan dengan makan siang kemudian peserta menyusun komitmen bersama sebagai kelanjutan dari kegiatan ini. Yakni para peserta siap menjadi volunteer komsos KAP yang akan mewartakan kabar baik yang terjadi, baik di Sekolah maupun di Paroki melalui tulisan, foto dan video. Sebelum pulang panitia panitia membagikan sertifikat serta buku panduan bermedsos dari Komsos KWI kepada seluruh peserta.

By. Pricilia Grasela OMK Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak