Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

100 Tahun Paroki Nyarumkop

Minggu 25 November 2018 menjadi moment istimewa sekaligus bersejarah bagi umat Kristiani Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur dan sekitarnya. Sebab pada  hari tersebut seluruh umat dengan penuh sukacita merayakan Pesta Yubileum 100 Tahun berdirinya gereja Paroki Santa Maria.

 

Acara perayaan berlangsung dengan tertib dan khidmat dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dan tamu undangan lainnya dari berbagai daerah.

Pelepasan burung Merpati oleh Mgr. Agus dan walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie

Pembukaan perayaan Jubileum 100 Tahun Gereja Katolik Paroki Santa Maria diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dihadiri ribuan umat dengan penuh rasa syukur.

Mgr. Agustinus Agus mengatakan peringatan 100 tahun gereja Paroki Santa Maria Nyarumkop merupakan momentum yang sangat tepat untuk mengenang jasa para perintis, pejuang dan siapa saja yang telah membesarkan Gereja melalui para misionaris 100 tahun lalu.

“Kita berkumpul di sini pada hari ini bukan secara kebetulan. Saya yakin dan percaya bahwa kita dikumpulkan di sini oleh Tuhan untuk bersyukur kepada-Nya, bergembira bersama, dan merenungkan betapa besar kasih setia-Nya yang dianugerahkan bukan hanya kepada umat Katolik yang ada di Nyarumkop dan sekitarnya, melainkan juga kepada seluruh umat Katolik Kota Singkawang. Marilah sejenak kita menyimak makna dan arti dari karya Tuhan dan menjadikan Yubileum 100 tahun ini sebagai momen mengevaluasi diri untuk melangkah ke depan, melalui perbaikan dan pembenahan, bersama-sama memberikan apa yang bisa diberikan. Tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan toleransi antar umat beragama di Singkawang pada khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya,” kata Mgr. Agus.

Mgr. Agus berharap agar perayaan 100 tahun Gereja Paroki Santa Maria, tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan seremonial belaka, tetapi lebih dari itu dimaknai sebagai momentum untuk menumbuhkan iman seluruh umat Katolik di Kota Singkawang.

Ketua Panitia Nicolaus Unung menyampaikan, perayaan ini merupakan puncak kegiatan yang digelar Gereja Paroki Santa Maria dalam Jubelium 100 tahun. Sejak tanggal 22 November telah digelar sejumlah kegiatan diantaranya bakti sosial, bazaar, dan festival paduan suara.

Ia mengatakan perjalananan panjang selama 100 tahun kehadiran Gereja Paroki Santa Maria di Nyarumkop merupakan berkah bersama yang harus disyukuri. Terlebih, dalam perjalanan tersebut pihaknya bisa ikut ambil bagian dalam  menjaga kebersamaan dan kerukunan umat beragama.

Suasana saat misa syukur Ulang Tahun Paroki Nyarumkop yang ke-100

“Rasa syukur kita panjatkan atas Jubelium ke 100 tahun Gereja Santa Maria Nyarumkop. Kebersamaan kita semua dalam perayaan ini, terwujud dalam kegiatan yang sangat positif di samping ritual kebaktian yang memang selalu dilaksanakan. Kemarin malam juga telah diselenggarakan operate mengenang kesejarahan Gereja Paroki Santa Maria.  Semoga momentum perayaan Jubileum ini menjadi bagian tak terpisahkan bagi kita semua sebagai upaya meningkatkan pemahaman umat terhadap keberadaan gereja Paroki,” ujarnya.

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan ucapan selamat atas perayaan 100 tahun Jubelium Gereja Paroki Santa Maria.

Pelepasan balon ke udara

Ia berharap melalui perayaan tersebut umat Katolik dapat terus meningkatkan kerukunan antar umat beragama yang selama ini telah terjalin baik dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Terlebih menurutnya tahun depan pesta demokrasi pemilu Presiden dan calon Legislatif akan mewarnai kehidupan politik masyarakat.

Dikatakannya, pembinaan kehidupan beragama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat karena negara  dihuni masyarakat beragama.

Oleh karena itu harus disyukuri bahwa kerukunan hidup beragama selama ini terpelihara dengan baik sehingga Kota Singkawang selalu dalam suasana aman dan kondusif.

“Semua ini tentunya berkat terciptanya saling menghargai dan menghormati, atas segala perbedaan sehingga tumbuh budaya tenggang rasa yang sangat tinggi dan menjadikan semua pemeluk agama tetap tenang dan nyaman dalam menjalankan ajaran agama masing-masing, tanpa benturan-benturan yang dapat merusak kerukunan dan kedamaian di tengah kehidupan masyarakat kita yang multietnis dan multi agama,” kata Tjhai Chui Mie.

Melalui perayaan Jubelium 100 tahun,  Tjhai Cchui Mie berharap agar seluruh Jemaat Paroki Santa Maria, tetap menjaga kerukunan dan toleransi hidup antar umat beragama yang telah terpelihara dengan baik dan bersama-sama Pemerintah Kota Singkawang menjaga ketertiban, keamanan serta suasana yang kondusif dapat terus dipelihara.

Acara perayaan diiringi dengan pelepasan burung Merpati dan balon peringatan 100 tahun Gereja Paroki Santa Maria dan pemotongan kue ulang tahun.

PM

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *