Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Komentar Mereka Tentang Perubahan Persekolahan Katolik Nyarumkop Sekarang

“Pertanyaan yang diajukan oleh KomsosKap kepada enam orang secara acak”

Kita tahu bahwa sekarang  persekolahan Nyarumkop sudah menjadi Icon Sejarah Pendidikan di Kalimantan Barat. Dari pelosok hingga kota sudah dikenal oleh  masyarkat Kalimantan Barat. Sedari awal Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, memikirkan pembenahan dan meluruskan manajemen yang mungkin masih manual ataupun penyesuaian manajemen dengan pekembangan Jaman.

Lina – Siswi PKN Kelas XII IPS

Persekolahan Nyarumkop tergolong persekolahan tua di Kalimantan Barat, tercatat di Wikipedia, “SMA Seminari Santo Paulus adalah sebuah Sekolah Menengah Atas Katolik  sekaligus sebuah Seminari Menengah yang didirikan di Nyarumkop, Kalimantan Barat oleh Yayasan Perguruan Untuk Masyarakat (sekarang: Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat) di bawah naungan Keuskupan Agung Pontianak.

Sekolah yang telah berdiri hampir seratus tahun ini, telah banyak menghasilkan orang–orang yang dapat menjadi panutan di masyarakat, mulai dari menjadi seorang imam, pendidik, sampai menjadi pejabat dalam pemerintahan. Banyak benih yang ditabur di Nyarumkop dan tidak sedikit pula hasil dari benih tersebut di tebar kembali di Nyarumkop. SMA Seminari Santo Paulus Nyarumkop memiliki moto “Non Scholae sed Vitae Discimus” dan “Sanctitas, Sanitas, Scientia”.

Markus Oleng – Umat di luar Paroki Nyarumkop

Sekarang sudah seratus tahun lebih, persekolahan Nyarumkop berdiri dan tentunya pada jaman lampau dengan sekarang telah banyak mengalami perubahan. Baik dari segi kondisi lingkungan, bangunan dan hubungan perkembangan sekolah dengan kemajuan teknologi jaman now. Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus sedari awal datangnya ke Pontianak sudah mempunyai padangan yang Visioner dengan salah satunya untuk membenahi Nyarumkop baik dari segi manajemen, sampai dengan bangunan-bangunan yang boleh kita lihat sekarang. Mari kita dengar beberapa komentar tentang perubahan-perubahan yang terjadi di Nyarumkop.

 Riki – Umat Paroki Santa Maria Nyarumkop

“Pertama ada tanggapan dari Markus Oleng sebagai orang luar yang melihat perkembangan dan perubahan Nyarumkop. Markus Oleng mengaku salut bahwa sekarang Persekolahan Nyarumkop sudah berubah. Tidak bermaksud lain tetapi yang pernah saya lihat yaitu perubahan secara fisik terlihat dari tembok-tembok sampai dengan halaman benar-benar terawat. Banguanan yang dulu kusam, sekarang sudah lebih bersih, ujarnya.

Sr. Kristina, SFD (Keuangan PKN)

Lina kelas XII IPS, umur 17 tahun, sebagai siswi sekolah di Nyarumkop mengatakan “Menurut saya, sekarang Persekolahan Nyarumkop lebih indah, senang sekali melihat sekolah ini direnovasi, kami belajar juga lebih tenang dan senang, katanya.

Sebagai umat Paroki Nyarumkop Pak Riki mengaku bahwa perubahan Persekolahan Nyarumkop sekarang merupakan tindak nyata dan kepedulian Keuskupan Agung Pontianak dan serius untuk membenahi persekolahan  menjadi lebih baik, hal itu sudah tampak dari berbagai perubahan fisik, kepedulian terhadap perubahan mental secara rohani dan semangat pendidikan, kata Pak Riki.

Egidius (DPP Paroki Nyarumkop)

Sebagai Ketua DPP Paroki Nyarumkop, tentunya pasti merasakan perubahan dari awal sampai dengan saat ini. Sdr. Egidius (DPP) mengatakan, perhatian Mgr. Agustinus Agus kepada Paroki Persekolahan Nyarumkop sungguh serius. Tampak bahwa Uskup Agus mengedepankan Visi dan Misi untuk perubahan Nyarumkop secara besar-besaran. Sosok Uskup Agus adalah pribadi yang memiliki sifat Visioner “Berpikir Global dengan bertindak Lokal” tujuannya hanya satu yaitu memajukan Persekolahan dan Paroki Nyarumkop. Harapannya, kami pihak Paroki Nyarumkop bisa mengadakan kerjasama dengan pihak persekolahan Nyarumkop, mungkin dalam bidang Liturgi, koor maupun kegiatan yang diselenggarakan di Paroki Nyarumkop dan memersembahkan yang terbaik untuk Keuskupan Agung Pontianak, ujar Pak Egidius.

Sebagai guru Agama Venansius,  mengaku bahwa sekarang memang Persekolahan Nyarumkop sudah banyak mengalami perubahan, dari sisi fisik dan yang paling terasa yaitu dari segi manajemen yang lebih baik dan tertata jelas, ujarnya.

Sdr. Venansius (Guru Agama di PKN)

Dipanggil untuk membantu dari bidang keuangan Persekolahan Nyarumkop adalah sebuah kebanggaan, karena kami para suster SFD boleh berkarya di tanah Kalimantan Barat tepatnya di Persekolahan Nyarumkop. Kendala-kendala pasti ada, karena ini menyangkut pembenahan Manajemen, tentunya pasti ada benturan-benturan yang didapat, namun karena dipercaya oleh Bapak Uskup maka kami tetap semangat untuk berkarya di Persekoalahan ini, ujar Sr. Kristina, SFD (Keuangan).”

Semz

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *