Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Mgr. Agus Misa Natal di LPK Anak dan Rutan: Saling Berbagi Berkat Lewat Nyanyian Natal

Di penghujung tahun 2018, Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus kembali membuat agenda kunjungan pastoral dalam rangka merayakan Natal di beberapa Rutan dan Lapas di wilayah Keuskupan Agung Pontianak.

Menurut Uskup, safari Natal ini merupakan salah satu bentuk perhatian Gereja kepada mereka yang kurang beruntung atau mereka yang berkasus, khususnya para narapidana.

Mgr. Agus rayakan Natal bersama dengan para penghuni Lapas Kelas II B dan Rutan Pontianak

Pada tanggal 28 Desember 2018 yang lalu Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus bersama sejumlah kaum biarawan/biarawati, Komunitas Ordo Dominikan Awam beserta tokoh umat lainnya menyambangi sekaligus mendoakan para anak-anak penghuni Lapas kelas II B.

Uskup berharap dengan kunjungan pastoral ini bisa memberikan dampak positif bagi jiwa dan hati mereka untuk berproses dilahirkan kembali menjadi manusia baru dan murni.

Merayakan Natal  di Lapas anak yang berlokasi di Jalan Adisucipto, Ari Raya Dalam Pontianak ini diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus

Dalam homilinya Uskup yang suka bernyanyi ini mengatakan bahwa, status anak-anak  yang kini harus mendekam di Lapas, tentu bukanlah kesalahan mereka semata, namun ada faktor-faktor lain yang mungkin menyebabkannya.

“Saya tidak menyalahkan kalian, sebab ini terjadi pasti karena adanya masalah ekonomi, lingkungan dan pergaulan yang kurang terkontrol serta kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua, “ujar Uskup Agus memberi peneguhan.

Uskup yang dekat dengan anak-anak ini juga berpesan kepada penghuni Lapas untuk tetap kuat dalam menghadapi masa cobaan ini, karena setiap manusia pastinya pernah mengalami cobaan yang tidak sama dari satu orang dengan yang lainnya. “Bersabarlah sampai waktunya kalian semua keluar dengan membawa perubahan baru untuk masyarakat,”ujarnya.

Mgr. Agus berfoto bersama dengan para penghuni Lapas Kelas II B

Lembaga Pemasyarakatan (disingkat Lapas) adalah wadah khusus untuk  pembinaan para narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Dulu sekali sebelum dikenal istilah lapas di Indonesia, lapas disebut dengan istilah penjara.

Lembaga Pemasyarakatan merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (dahulu Departemen Kehakiman).

Penghuni Lembaga Pemasyarakatan bisa narapidana (napi) atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bisa juga yang statusnya masih tahanan, maksudnya orang tersebut masih berada dalam proses peradilan dan belum ditentukan bersalah atau tidak oleh hakim.

Pegawai negeri sipil yang menangani pembinaan narapidana dan tahanan di lembaga pemasyarakatan disebut Petugas Pemasyarakatan, atau dahulu lebih dikenal dengan istilah sipir penjara.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan penampilan dari anak-anak penghuni Lapas. Mereka mempersembahkan lagu Gloria dari Buku Madah Bakti.

Penyanyi sudah siap, hanya saja, tidak ada yang pandai memainkan gitar. Di tengah kebingungan mencari gitaris, maka spontan Uskup Agus maju ke depan  untuk memainkan gitar mengiringi lagu Gloria.

Inilah intuisi yang khas  dari Mgr. Agus, jika ada yang kesulitan pasti otomatis, tubuhnya bergerak untuk menolong.

Sesi penutupan acara, Uskup Agus memberikan kado natal kepada semua anak Lapas dan dilanjutkan dengan Foto bersama.

Semz

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *