Fri. Nov 15th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Solidaritas Untuk Sungkung

Sebagai salah satu perangkat pastoral Keuskupan yang berperan aktif mengembangkan pelayanan sosial dan kemanusiaan, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Pontianak (PSE-KAP) bergerak cepat menanggapi kejadian yang menimpa warga Desa Sungkung 2 akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis, 31 Januari 2019 lalu.

Langkah tanggap darurat pun dilakukan. Begitu mendapat informasi, Komisi PSE-KAP segera melakukan koordinasi dengan Pastor Paroki Jagoi Babang untuk menghimpun data korban, Kuria Keuskupan Agung Pontianak untuk memastikan melakukan upaya-upaya tanggap darurat, KARINA KWI (Karitas Indonesia/ Yayasan Kemanusiaan milik Konferensi Waligereja Indonesia) untuk memastikan langkah tanggap darurat serta koordinasi dengan Komisi Kepemudaan dan Pastoral Mahasiswa di Pontianak untuk menghimpun relawan tanggap darurat.

Dari hasil koordinasi tersebut, Komisi PSE-KAP telah membuat situasi laporan tahap awal mengenai bencana yang terjadi (SITREP)  berdasarkan informasi masyarakat sekitar dan Pastor Paroki Jagoi Babangdan dan saat ini sedang menyusun rencana tanggap darurat.

Dalam SITREP itu dijelaskan bahwa pada tanggal memasuki pergantian bulan, 31 Januari 2019, kurang lebih jam 20.00 WIB, akibat hujan yang terus menerus sejak bulan Oktober 2018, ketika memasuki musim penghujan, sampai dengan sekarang, telah terjadi bencana tanah longsor di RT 002 Dusun Medeng Desa Sungkung II Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang. Akibat bencana ini, 9 (sembilan) kepala keluarga rumahnya mengalami rusak sedang – parah, 5 warga luka-luka, dan 3 orang meninggal dunia.

Dijelaskan pula, lokasi kejadian adalah di RT 002 Dusun Medeng Desa Sungkung 2 Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, paroki Jagoi Babang Keuskupan Agung Pontianak. Dusun ini terletak di perbatasan dengan wilayah Kabupaten Sanggau, paroki Entikong, dan dengan negara Malaysia. Dusun Medeng terdiri dari 3 RT. Desa atau dusun ini terletak di gunung Niut, gunung pembatas kabupaten Bengkayang dan kabupaten Sanggau serta wilayah Sarawak Malaysia Timur.

Menurut SITREP yang dibuat, untuk mencapai Dusun ini dapat melalui 2 jalur: Pertama, melalui Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang: – Jarak Pontianak-Seluas 240,9 KM, ditempuh dengan kendaraan darat dalam 5 jam perjalanan; – dari Seluas ke Dusun Medeng ditempuh dengan transportasi sungai (long-boat) dan dilanjutkan dengan jalan kaki dalam 4 (empat) hari.

Kedua, melalui Entikong, Kabupaten Sanggau: – Jarak Pontianak-Entikong 260,5 KM, ditempuh dengan kendaraan darat dalam 5 jam; – dari Entikong ke Dusun Medeng ditempuh dengan transportasi sungai (longboat) dalam 4 (empat) jam. Komunikasi melalui telepon genggam juga mengalami gangguan karena cuaca masih buruk.

SITREP juga menjelaskan bahwa penduduk Dusun Medeng adalah 100% orang Katolik, suku Dayak Bidayuh. Menurut data akhir per 31 Desember 2018 terdapat 122 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk 507 jiwa.

Dalam SITREP dikatakan, para korban, terutama keluarga yang rumahnya terdampak, sementara waktu mengungsi di gereja Katolik Medeng. Kebutuhan mendesak para korban adalah sembako, susu untuk anak-anak, air bersih, pakaian, selimut, obat-obatan. Tahap selanjutnya adalah rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan.

Tantangan terberat dalam upaya melakukan tanggap darurat dengan cepat adalah jauhnya lokasi bencana, sulitnya transportasi dan terbatas, sulit melakukan komunikasi, cuaca buruk masih terjadi (hujan terus-menerus).

“Sekitar Selasa atau Rabu  (5-6 Januari 2019) kami Tim Komisi PSE akan melihat langsung situasi lokasi bencana tanah longsor di Desa Sungkung 2, “ ujar Bruder Kris Tampajara, MTB selaku Ketua Komisi PSE-KAP melalui pesan whatsappnya kepada redaksi Komsos-KAP, Jumat malam (1/2/2019).

Langkah selanjutnya, setelah berkoordinasi dengan Kuria Keuskupan dan Uskup Agung Pontianak, Komisi PSE-KAP telah mengeluarkan Surat Edaran Perihal : “Solidaritas Untuk Sungkung

Surat dengan nomor : 07/S/PSE-KAP/II/28/2019 tertanggal 1 Februari 2019 ini ditujukan kepada para Pastor Paroki se-Keuskupan Agung Pontianak. Isinya, memohon pada paroki-paroki untuk menggalang dana solidaritas bagi para korban bencana tanah longsor di Desa Sungkung.

Hasil penggalangan dana ini dapat disetor langsung atau ditransfer ke : Bank Mandiri, nomor rekening : 146.009302229.6 – atas nama Keuskupan Agung Pontianak.

Sebagai umat beriman, kita semua berduka atas musibah ini. Dan kita hendaknya ikut terlibat meringankan beban para korban. Setiap dana yang terkumpul merupakan ungkapan solidaritas dan bela rasa kita terhadap musibah yang menimpa para korban tanah longsor di Desa Sungkung.

PM

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak