Jl. Arif Rahman Hakim No.92 Pontianak email@kap.or.id +62 561 732382

Ungkapkan Rasa Syukur dan Mohon Berkat, Uskup Agus Pimpin Misa Imlek 2570

Selasa (5/2/2019) pukul 07.00 WIB telah dilangsungkan Misa Imlek di Paroki Santo Yosep Katedral Pontianak. Misa dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agsutinus Agus konselebrasi bersama RD. Alexius Alex, RD. Yosep Maswardi, RP. Andreas Kurniawan, OP, RD. John Rustam, RD. Saut Maruli Tua, RP. Nantes, OP, RP. Elenterius Bon, SVD, RP. Russell Lapidez Jr, OAR, RP. Dominador D. Mercado, Jr, OAR serta Diakon Valerius Hilarion Hendra Tjen.

 

Dalam kata pembukaannya, Uskup Agus mengajak umat untuk bersyukur dan menyerahkan hidup di tahun baru ini ke dalam bimbingan Tuhan.

”Bagi sebagian umat mungkin tahun lalu mengalami kesusahan hidup. Di tahun baru Imlek ini, mari membuka lembaran baru dan memohon agar Tuhan senantiasa mendampingi dan memberkati. Bagi sebagian lagi mungkin kerjanya lancar dan usahanya maju. Karenanya, mari bersyukur agar Tuhan senantiasa mendampingi,” pinta Uskup Agus.

Berbeda dengan Misa pada umumnya, pada Misa Imlek ini diawali dengan tarian pembuka bernuansa Mandarin yang dibawakan TK Karya Yosep Pontianak. Tarian Persembahan  oleh SD Suster Pontianak. Sejumlah lagu-lagu dalam misa juga dibawakan bergaya Mandarin oleh Koor KRC Paroki Santo Yosep Katedral Pontianak. Sementara persembahan tarian saat hiburan oleh TK Karya Yosep, TK Santa Maria, dan nyanyian duet dari SD Karya Yosep.

Setelah menerimakan Komuni Kudus kepada umat, Uskup Agus memberkati anak-anak sekaligus memberikan angpao. Dan usai berkat penutup, dilanjutkan dengan prosesi pemberkatan buah jeruk dan bingkisan yang akan dibagikan kepada umat yang hadir dalam misa tersebut.

Jeruk dan angpao pertama sekali diberikan kepada umat yang berusia paling tua, yaitu 97 tahun, baru selanjutnya diberikan kepada usia di bawahnya dan seterusnya sampai  usia 70 tahun. Sementara umat lain yang berusia di bawah 70 tahun hanya mendapatkan bingkisan saja.

Kepada awak media usai memberikan angpao dan bingkisan kepada umat, Uskup Agus mengatakan Misa Imlek adalah ungkapan sukacita, syukur dan harapan baru yang dirayakan dalam sebuah Perayaan Ekaristi.

Uskup Agus mengatakan, imlek adalah sebuah perayaan tahun baru, mengawali musim semi penuh pengharapan, ditandai dengan doa syukur dan harapan yang dirayakan dalam kebersaman dan penuh kekeluargaan.

“Hal yang mau ditekankan dalam Misa Imlek ini adalah kesadaran dan kemauan bersyukur atas pengalaman hidup sepanjang tahun lalu dan permohonan berkat Tuhan untuk tahun baru,” tandas Uskup Agus.

Menurut Uskup Agus berbagi berkat dan rahmat, bukan saja melalui angpao  tetapi juga melalui berkat dan hadiah rohani berupa pesan-pesan Kitab Suci, teladan-teladan dan keutamaan-keutamaan kehidupan yang positif, serta kesediaan berbagi berkat dengan mereka yang lebih membutuhkan.

Saat ditanya soal angpao, Uskup Agus mengataka, tidak bisa dihindari bahwa tradisi tahun baru Imlek selalu dikaitkan dengan pemberian angpao atau amplop merah berisi uang yang dibagikan kepada kerabat, kenalan, bahkan orang tak dikenal.

Kata Uskup Agus, di balik amplop merah ini tersembunyi pesan kemanusiaan yang mendalam, yaitu berbagi rezeki dan kebahagiaan. Angpao bermakna sebagai wujud syukur atas rezeki selama setahun terakhir yang telah berganti sekaligus ajaran untuk menularkan rezeki dan kebahagiaan kepada banyak orang.

“Angpao merupakan wujud ucapan syukur atas rezeki yang kita dapat selama setahun terakhir. Wujudnya adalah berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan. Dari berbagi itu, timbul kebahagiaan baik yang mendapat rezeki atau yang membaginya,” ujar Uskup Agus.

PM

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: