Fri. Nov 15th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Latar Belakang dan Filosofi Salib HOMK-KAP2 – 2019

Menurut Ketua Komisi Kepemudaan (Komkep) Keuskupan Agung Pontianak, Pastor Yosep Maswardi, Pr, cikal bakal Hari Orang Muda Katolik telah dimulai sejak tahun 2005 dengan kegiatan TOMK (Temu Orang Muda Katolik) di Ngabang yang digagas oleh Ketua Komkep pada waktu itu, Pastor Lukas Ahon CP.

Setelah sebelas tahun kemudian, kata Pastor Yosep, kegiatan Orang Muda tingkat Keuskupan dilanjutkan dengan nama Hari Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Pontianak, yang saat ini dikenal dengan HOMK-KAP sebagai yang pertama pada tahun 2016.

Dikatakan Pastor Yosep, penggagas HOMK KAP saat itu adalah Pastor Alex Mardalis, Pr sebagai Ketua Komkep. Kegiatan diadakan dikomplek Persekolahan Nyarumkop yang dihadiri kurang lebih 1.180 orang peserta dari 26 paroki.

“Hari ini, tanggal 31 Januari 2019, di Paroki Santa Maria Nyarumkop, kita mengawali kegiatan HOMK KAP2 dengan pemberkatan Salib HOMK KAP,” tandasnya

Menurut Pastor Yosep, kegiatan HOMK KAP2 nantinya direncanakan akan diikuti oleh 1.050 orang peserta dari 29 paroki dan satu pastoral mahasiswa.

“Dekenat Landak menjadi tuan rumah HOMK KAP2 2019, yaitu di komplek Pusat Kerohanian Shanti Buana Bandol – Paroki Santa Theresia Kanak-Kanak Yesus – Simpang Tiga “ tambah Pastor Yosep.

Lebih lanjut Pastor Yosep mengatakan, Salib HOMK KAP2 memiliki filosofi.  Dari sisi bahan baku pembuatan Salib HOMK-KAP 2  berasal dari tanaman asli Kalimantan yaitu, kayu Belian, Bengkirai, dan Tengkawang merupakan simbol kearifan lokal.

“Sementara Bentuk Salib dihiasi Ornamen Dayak melambangkan kondisi Iman dan Budaya di Bumi Kalimantan yang inkulturatif,” jelasnya.

Dudukan Corpus berbentuk buah Tengkawang menyerupai tangan yang terangkat sebagai tanda Sukacita Orang Muda.

Dan Simbol tangan yang memegang Salib, mempunyai dua artinya.

Arti Pertama, Orang muda diajak untuk  menggapai masa depan yang gemilang sesuai dengan panggilan hidup masing-masing (ada yang hendak menjadi Imam, Biarawati, ataupun hidup berkeluarga berlandaskan Iman Kristiani).

Arti Kedua, Orang muda mampu saling menopang, meneguhkan dan menguatkan satu sama lain dalam semangat persaudaraan dan kekeluargaan.

Secara keseluruhan, kata Pastor Yosep, Salib HOMK KAP2 memiliki arti, yaitu dalam terang kearifan lokal, Orang Muda Katolik diharapkan memiliki iman yang mantap dan kokoh untuk menghadapi situasi hidup mengereja di Bumi Kalimantan.

Dan dalam semangat sukacita Injili, lanjutnya, Orang Muda Katolik dipanggil dan diutus untuk menggapai masa depan yang gemilang sesuai panggilan hidup masing-masing, serta mampu saling meneguhkan satu sama lain  dalam semangat persaudaraan dan kekeluargaan sebagai pembawa warta keselamatan.

Salib HOMK KAP2 sejak 31 Januari 2019 hingga 8 Juli 2019 akan diarak secara bergiliran, mulai dari paroki-paroki yang ada di Dekanat Sinbebas, kemudian ke paroki-paroki yang ada di Dekanat Pontianak, dan berakhir di paroki-paroki yang ada di Dekanat Landak sebagai tuan rumah, sampai hari puncak perayaannya tanggal 9-12 Juli 2019 di Pusat Kerohanian Shanti Buana Bandol.

PM – Foto Jodika

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak