Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Seminar Nasional PMKRI, Ajak Kaum Millenial Terlibat Aktif di Tahun Politik

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Santo Thomas More Pontianak menggelar seminar nasional dengan tema peran kaum millenial dalam menyukseskan pemilu yang jujur, damai dan sejuk di Hotel Garuda, Jalan Pahlawan Pontianak, Jumat (12/04/2019).

Sebanyak  347 kaum millenial dari berbagai elemen hadir dalam kegiatan ini. Seminar nasional ini juga dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, Ketua Pemuda Katolik RI, Karolin Margret Natasa, Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol Sri Handayani, anggota KPU Provinsi Kalbar, Mujiyo, S.Pd, Presidium Gerakan Kemasyarakatan Pengurus Pusat (PP) PMKRI, Rinto Namang sebagai narasumber.

Suasana Seminar Nasional PMKRI di Hotel Garuda, Jumat (12/4/2019)

Ketua Presedium PMKRI Santo Thomas More Pontianak, Eldidius Dendi Mulya mengatakan di tahun politik ini berpotensi menimbulkan konflik horizontal diakar rumput yang disebabkan ekplorasi isu SARA yang tidak terkontrol.

Disamping itu, kata Dendi fenomena baru yang terjadi adalah 40 persen dari suara nasional terdiri kaum millenial.

“Karena melihat fenomena tersebut, PMKRI sebagai organisasi yang anggotanya terdiri dari para kaum millenial melihat penting untuk diadakan sosialisasi dalam bentuk seminar nasional,” ujarnya.

Menurut Dendi, tujuan seminar nasional ialah mengajak sebanyak mungkin kaum millenial untuk dapat terlibat dalam momentum demokrasi dalam rangka memberikan sumbangsih nyata bagi negara.

Salah seorang peserta seminar yang menanggapi pemaparan materi para narasumber

“Tujuan lainnya adalah guna mensosialisasikan gerakan untuk mengawal pemilu yang jujur, adil ,damai dan aman,” katanya

Tujuan akhirnya, kata Dendi, memberikan pemahaman bahwa sebagai kaum millenial, sebagai warga negara Indonesia harus menjaga persatuan walaupun berbeda pilihan.

Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik RI, Karolin Margret Natasa menerangkan jika kaum millenial menjadi penting untuk ikut berkompetisi dalam politik.

Terlebih, lanjutnya, kaum millenial menjadi perebutan siapapun kandidat capres-cawapres dan juga perebutan dari parpol selain karena populasinya yang cukup besar.

Para narasumber dalam seminar nasional PMKRI dan tampak sekjen PMKRI cabang Santo Thomas More Pontianak memandu acara seminar

“Kaum millenial juga terkenal dengan cuek terhadap dunia politik tapi juga mereka sangat kritis sehingga tidak mudah bagi parpol maupun peserta pemilu lainnya menarik perhatian generasi millenial. Tantangan kita hari ini adalah agar kaum millenial mempunyai kepedulian dalam bidang politik dan juga mau untuk memberikan suaranya ke TPS dan tidak golput,” katanya.

Bupati Landak ini pun menerangkan jika millenial merupakan elemen bangsa yang penting

“Tinggal bagaimana millenial pada hari H nanti sungguh-sungguh datang ke TPS dan memberikan suaranya untuk bangsa dan negara, “ pungkasnya.

PM-Semz

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *